FILM INDONESIA

Nurfadillah Naifa berharap Silariang menyamai Uang Panai'

Nurfadillah Naifa memerankan tokoh Ati dalam film Silariang: Menggapai Keabadian Cinta
Nurfadillah Naifa memerankan tokoh Ati dalam film Silariang: Menggapai Keabadian Cinta | 786 Productions dan Makkita Cinema Production

Kesuksesan Uang Panai' meraup 500 ribu penonton diharapkan Nurfadillah (20) menular pada film terbarunya, Silariang: Menggapai Keabadian Cinta (786 Productions dan Makkita Cinema Production), yang tayang mulai 2 Maret 2017.

Agar harapan tersebut menjadi kenyataan, Dillah --panggilan Nurfadillah-- bersama kru dan pemain film yang lain gencar melakukan promosi. Salah satunya dengan menggelar meet and greet ke berbagai sekolah di Makassar, Sulawesi Selatan.

Penjualan tiket presale juga dilakukan sejak 23 Februari. Itu langkah antisipasi agar antrean di bioskop tidak terlalu mengular seperti halnya ketika Uang Panai' ditayangkan.

Bentuk promosi lainnya adalah dengan aktif mengingatkan tanggal rilis Silariang di bioskop kepada warga internet (netizen)melalui kanal media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram.

"Kami terus mengampanyekan film ini agar kian dikenal masyarakat sehingga dapat bersaing dengan film lain yang rilis pada tanggal bersamaan," ujar mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta itu dalam rilis pers yang diterima Beritagar.id, Minggu (26/2/2017).

Dalam film arahan Syahrir Arsyad Dini alias Rere Art2tonic yang pernah menyutradarai Bombe' Dua: Dumba'-Dumba' (2016), Sumiati (2015), dan Bombe' (2014), Dillah memerankan tokoh Ati, salah seorang dari tiga sahabat sang tokoh utama.

Jika Uang Panai' (786 Productions dan Makkita Cinema Production) berkisah tentang kebiasaan meminta uang mahar terlalu tinggi dalam masyarakat Sulawesi Selatan, Silariang menceritakan pasangan kekasih yang memilih kawin lari karena tidak memperoleh restu orang tua.

Ditambahkan Dillah, film ini merupakan upaya memotret keseharian masyarakat tanpa berusaha menggurui.

"Permasalahan yang dialami tokoh utama dalam film ini mungkin juga dialami oleh para muda-mudi yang lain sehingga film bisa sangat dekat dan tidak berjarak dengan penonton," lanjutnya.

Film Silariang mengisahkan hubungan Cia (Dinda Surbakti) dan Ali (Jeyhan Kler) yang gagal mendapatkan restu musabab sejarah masa lalu. Ali ternyata adalah saudara perempuan yang bunuh diri karena mengetahui kakak Cia menikahi orang lain.

Tidak ingin mengalami kejadian serupa, pasangan ini mantap silariang alias kawin lari. Dalam hukum adat Bugis-Makassar, tindakan tersebut sangat menjatuhkan harga diri dan martabat (siri') kedua keluarga mempelai.

Hukuman bagi pelaku tidak jarang berujung pada kematian. Pasalnya keluarga perempuan wajib melukai pelaku silariang --dalam hal ini sang lelaki-- dengan badik (keris dalam bahasa Makassar) untuk menegakkan kembali harga diri yang telah tercoreng.

"Saya berharap para remaja mengajak orang tua mereka ke bioskop untuk menonton Silariang sehingga bisa mendapatkan gambaran berbeda tentang silariang, terutama dari sudut pandang muda-mudi yang mungkin melakukannya karena dorongan situasi" tambah pemilik nama lengkap Nurfadillah Naifa Ramli.

Untuk memperkuat makna dari film Silariang, lagu "Sajang Rennu" yang dinyanyikan Ika Indria Sari terpilih sebagai soundtrack.

Lagu ciptaan Yusuf Alamudi dan H. Jafar Abu yang terjemahan bebasnya berarti "Kekecewaan Mendalam" sudah populer sejak era 90-an, terutama di Sulawesi Selatan. Sudah banyak penyanyi yang pernah membawakannya, seorang di antaranya adalah Anci Laricci.

Inti dari lirik lagu adalah kekecewaan seorang lelaki pada kekasihnya yang telah menikah dengan lelaki lain, terasa pas dengan pesan yang ingin disampaikan film Silariang.

OFFICIAL TRAILER 1 SILARIANG - mulai 2 MARET 2017 di Bioskop /ar2tonic
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR