FILM INDONESIA

Obsesi Manoj Punjabi terhadap Surga Yang Tak Dirindukan 2

Manoj Punjabi (ketiga dari kiri) bersama jajaran pemain, penulis skenario, dan sutradara film SYTD 2 di XXI Plaza Indonesia, Jakarta Pusat (1/2/2017).
Manoj Punjabi (ketiga dari kiri) bersama jajaran pemain, penulis skenario, dan sutradara film SYTD 2 di XXI Plaza Indonesia, Jakarta Pusat (1/2/2017). | Andi Baso Djaya/Beritagar.id

Suasana Espresso Bar di XXI Plaza Indonesia, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (1/2/2017) petang, sungguh ramai. Pasalnya, hari itu bertepatan dengan acara konferensi pers (konpers) dan gala premiere film Surga Yang Tak Dirindukan 2 (SYTD 2).

Hilir mudik para penonton yang terdiri dari tamu undangan dan wartawan membuat ruangan area bioskop penuh sesak.

Sejak dari luar pintu masuk keramaian sudah tampak. Wajah-wajah familiar seperti Susi Pudjiastuti (Menteri Kelautan dan Perikanan), Hanif Dhakiri (Menteri Ketenagakerjaan), Budi Waseso (Kepala Badan Narkotika Nasional), Din Syamsuddin (Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia), Sutiyoso (mantan gubernur DKI Jakarta), hingga mantan presiden B.J. Habibie ikut hadir.

Namun, bukan hanya faktor itu saja yang membuat produser Manoj Punjabi (44) menyemat obsesi tinggi terhadap SYTD 2.

"Anda lihat sendiri, para pemain film ini sangat brilian. Saya memang tidak mau kompromi. Mulai dari jajaran pemain hingga skala produksi semua serba all out. Tim terbaik yang ada di industri ada di film ini," ujar Manoj sembari menyebut Fedi Nuril, Laudya Cynthia Bella, Raline Shah, Reza Rahadian, dan Hanung Bramantyo sebagai sutradara.

Contoh lain. Seperti film Rudy Habibie (2016), Manoj juga kembali menggunakan jasa Chris David dari Wildfire Sony Magic Studio untuk memoles hasil penataan suara yang telah dikerjakan Satrio Budiono.

David merupakan sound engineer langganan film-film Hollywood, Amerika Serikat. Dua film yang tata suaranya ia garap, yaitu Hell or High Water dan Moonlight, masuk sebagai nomine di Academy Awards 2017 dalam kategori Best Picture alias Film Terbaik.

"Saya senang dengan apa yang telah kami kerjakan untuk film ini. Tya Subiakto sebagai komposer pembuat ilustrasi musik sanggup membangun emosi penonton," ujar Chris yang jauh-jauh terbang dari Los Angeles khusus untuk menghadiri konpers dan pemutaran perdana SYTD 2.

Dilanjutkan Manoj, misi menjadikan film Indonesia berjaya di negeri sendiri tetap ia pegang teguh. Untuk dapat mewujudkan misi tersebut, selain menyajikan film berkualitas, sektor promosi juga mendapat perhatian lebih agar SYTD 2 kembali menjadi film box office.

Sekadar pengingat, bagian pertama film tersebut yang ditayangkan dua tahun silam meraup lebih dari 1,5 juta penonton. Untuk bagian kedua ini, Manoj pernah buka omongan dengan menargetkan tembus 4-5 juta penonton.

"Saya akan promosi gila-gilaan untuk film ini. Kami pasang iklan di semua stasiun televisi. Frekuensi penayangannya 70 hingga 100 kali setiap hari. Kampanye di ranah digital juga kami maksimalkan. Saya ingin membuat standar yang baru dalam promosi sebuah film," jelas Manoj, namun enggan merinci berapa biaya promosi yang harus digelontorkan.

Ikhtiar yang dilakukan suami Shania Punjabi itu tampak sudah menunjukkan hasil bagus. Tiket screening film SYTD 2 yang tayang di XXI Plaza Indonesia mulai 2-4 Februari 2017 setiap pukul 21.00 WIB sudah ludes terjual. "Ini sinyal yang sangat positif," sambung Manoj.

Kabar lain, album tema film yang kembali dikerjakan pasutri Anto Hoed dan Melly Goeslaw sudah terjual lebih dari 75 ribu keping. Angka tersebut didapatkan kurang dari sebulan sejak diedarkan melalui gerai Kentucky Fried Chicken.

"Tahun lalu jumlah penonton film Indonesia melebihi 35 juta orang. Semoga tahun ini market share dan jumlah penonton film nasional semakin meningkat," pungkas Manoj.

Film SYTD 2 tayang di jaringan bioskop tanah air mulai 9 Februari 2017. Negeri jiran Malaysia juga akan menayangkannya sepekan kemudian.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR