FILM HOLLYWOOD

Peluang terbuka Deadpool masuk MCU

Salah satu adegan dalam film Deadpool (2016) yang dibintangi Ryan Reynolds
Salah satu adegan dalam film Deadpool (2016) yang dibintangi Ryan Reynolds | foxmovies.com

Akuisisi Walt Disney terhadap 21st Century Fox akhirnya membuka sebuah keniscayaan. Melihat Deadpool beraksi dalam Marvel Cinematic Universe (MCU) yang menjadi rumah Captain Marvel, Black Panther, Thor, dan lain-lain.

Ketika Marvel Studios moncer dengan jagat sinemanya yang menghadirkan bejibun pahlawan super, Deadpool yang slengean berjuang dalam dunianya sendiri.

Padahal si “Merc with a Mouth” itu juga berasal dari rahim yang sama dengan para penghuni MCU; komik Marvel.

Alasannya tentu saja terkait hukum. Marvel Studios tidak bisa seenaknya menghadirkan Deadpool lantaran tokoh hasil kreasi Fabian Nicieza dan Rob Liefeld itu merupakan properti milik 21st Century Fox.

Sementara deretan pahlawan super yang hadir dalam barisan film produksi Marvel Studios berada di bawah atap Disney.

Dinding tebal yang selama ini menciptakan ketidakmungkinan itu akhirnya roboh. CEO Disney Bob Iger jelas mengatakan bahwa hak mengadaptasi Deadpool dalam film kini telah berpindah ke tangan mereka. Sama halnya dengan X-Men dan Fantastic Four.

Berarti tinggal menunggu waktu saja kapan pemilik kemampuan menyembuhkan diri dengan cepat ini masuk MCU. Hanya diperlukan kesabaran tingkat tinggi untuk melihatnya terwujud.

Pasalnya, Kevin Fiege selaku bos besar di Marvel Studios belum menyinggung perihal Deadpool sama sekali. Termasuk saat mengumumkan daftar film yang masuk dalam Phase 4 di panggung San Diego Comic-Con, bulan lalu.

Fase keempat ini bermula dengan Black Widow (rilis 1 Mei 2020), lalu ditutup dengan kehadiran Thor: Love and Thunder (5 November 2021).

Saat membocorkan materi apa saja dalam Phase 5 nanti, Feige juga absen menyebut nama Deadpool.

Hanya ada proyek film Black Panther 2, Guardians of the Galaxy 3, Captain Marvel 2 yang disebutkannya. “Saya tidak punya waktu membicarakan Fantastic Four. Juga tentang mutan," tambah Feige.

Sementara Blade menjadi satu-satunya film yang resmi diumumkan kala itu sebagai penghuni Phase 5.

Beberapa penggemar berasumsi bahwa portal yang menghalangi Deadpool masuk dalam jagat sinema Marvel adalah perkara wataknya yang kemudian terakomodir dalam dua film solonya. Sungguh kontras dengan film-film dalam katalog MCU.

Deadpool yang bernama asli Wade Winston Wilson digambarkan sebagai sosok antihero.

Kebiasaannya suka mengeluarkan kata kasar dan bersikap jorok. Aksinya dalam menghadapi lawan juga sungguh brutal. Tidak mengherankan jika dua film solo tokoh ini mendapatkan stempel “Rated R”.

Bandingkan dengan film-film MCU yang paling banter mengantongi rating “PG-13”. Masih ramah untuk dikonsumsi anak-anak lantaran adegan kekerasan, ketelanjangan, dan dialog yang jorok tidak pernah ditampilkan secara eksplisit.

Dengan pangsa penonton yang terbatas, kenyataannya dua film yang dibintangi Ryan Reynolds itu masih sanggup meraup total AS$681,5 juta dari seluruh dunia.

Penggemar setia jelas girang mendengar kabar jagoan mereka bisa tampil bersama kumpulan pahlawan super di MCU, tapi pada sisi lain mereka khawatir ciri khas Deadpool yang ugal-ugalan akan direduksi demi mengejar target stempel “PG-13”.

Gelagat awal sudah menunjukkan demikian. Hal tersebut disampaikan David Leitch, sutradara Deadpool 2.

Dalam sesi wawancara bersama Yahoo Movies UK (5/8), sineas berusia 43 itu merasa oke saja jika Deadpool 3 tampil lebih ramah penonton agar bisa mendapatkan rating PG-13 yang selama ini diberikan kepada film-film MCU.

Pun demikian, Leitch mengatakan bahwa Disney juga tak selalu harus membuat film dengan konten “PG-13”.

Ini sejalan dengan yang disampaikan Bob Iger, Februari 2019, seperti termuat dalam laman IGN. CEO Disney itu menggaransi pihaknya tetap menjaga ciri khas properti “Rated R” milik Fox, semisal Deadpool, yang memiliki banyak penggemar.

“Saya rasa kami akan menemukan jalan tengah yang saling menguntungkan,” pungkas Leitch yang baru saja menyutradarai Hobbs & Shaw, film yang berhasil menjinakkan keperkasaan The Lion King produksi Disney akhir pekan silam.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR