Pembelajaran Putri Marino dari film Posesif

Putri Marino (kiri) jadi tahu gerakan-gerakan dasar loncat indah berkat film Posesif.
Putri Marino (kiri) jadi tahu gerakan-gerakan dasar loncat indah berkat film Posesif. | Palari Films

Mengenakan kaos putih, celana jins hitam, dan sepatu kets berbahan kanvas dengan warna senada, Putri Marino duduk di hadapan para wartawan untuk mengenalkan film perdananya bertajuk Posesif (24/1/2017).

"Senang banget bisa bergabung dengan keluarga film Posesif dan mendapat kesempatan bekerja sama dengan Mas Edwin, Mbak Dede, Mas Edy, dan Kak Gina. Selama syuting dapat banyak pelajaran dan tantangan yang menyenangkan," ujar Putri.

Pertemuan sejumlah jurnalis dengan Utik, begitu ia mengaku kerap disapa, berlangsung di ruangan audio visual yang terletak di lantai tiga gedung NuArt Sculpture Park, Bandung Barat.

Turut hadir mendampingi adalah produser Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy dari Palari Films, Gina S. Noer (penulis skenario), Adipati Dolken (pemain), juga Edwin (sutradara).

Laiknya pemain debutan, tidak mudah bagi perempuan berusia 23 tahun itu langsung menyetel dengan lingkungan kerja baru di bidang film. Mengingat ia tak punya pengalaman sama sekali dengan dunia akting.

Utik pada awalnya bahkan tidak tahu siapa Adipati Dolken yang jadi rekan mainnya dalam Posesif.

"Saya ini kurang mengikuti perkembangan film di Indonesia. Jadi, begitu dikasih tahu main bareng Adipati, saya harus googling nama dia terlebih dahulu. Maaf ya Adipati. Ha-ha-ha," kata Putri polos.

Adipati yang dalam film ini memerankan Yudhis --love interest dari tokoh yang diperankan Putri-- hanya tersenyum kecut sambil berkelakar, "Terima kasih ya."

Bantuan dari keluarga Posesif diakui Putri sangat membantu dalam upaya menghadapi proses syuting. Mulai dari mengikuti bedah naskah, lokakarya, hingga pelatih akting dan pelatih loncat indah disediakan untuk Putri.

Karakter Lala yang diperankan Putri dalam film ini dikisahkan merupakan siswi Sekolah Menengah Atas sekaligus atlet loncat indah.

Dengan sabar Adipati (25) menjalin komunikasi dan mengakrabkan diri dengan Putri agar dapat melebur dengan karakter dari masing-masing tokoh yang mereka perankan.

Beberapa cara yang mereka lakukan untuk lebih saling mengenal antara lain dengan sering jalan berdua dan melakukan reading hingga ke luar kota.

"Kesulitan pasti ada karena kami baru kenal. Untungnya semua bisa dihadapi. Mas Edwin juga sangat terbuka. Selalu mengajak diskusi tentang apa yang sebaiknya kami lakukan dalam setiap adegan dan memberikan para pemain kebebasan untuk menyumbangkan ide," Adipati memapaparkan.

Putri yang blasteran Italia (dari ayah) dan Bali (ibu) memang nama baru di blantika perfilman Indonesia. Berbekal pengalaman sebagai presenter acara dokumenter wisata "My Trip My Adventure" di TransTV, alumni Institute of Fashion di Italia itu lolos casting yang berlangsung selama dua bulan.

Bekal pengalaman sebagai presenter acara televisi tersebut yang membuat Palari Films meminang Putri jadi salah satu pemeran utama Posesif.

"Sebagai orang yang baru pertama kali berakting pasti ada trial and error--nya pada masa awal. Cuma karena disediakan waktu untuk workshop, latihan sama acting coach, terus dibantu juga oleh Mas Edwin dan Adipati, jadi enggak berasa sih. Terus belajar setiap hari di lokasi syuting. Istilahnya learning by doing," tambah Putri.

Pembelajaran lain yang didapatkan Putri dalam film ini adalah bagaimana melakukan gerakan-gerakan dalam loncat indah.

Agar bisa melakukan sendiri beberapa gerakan dasar dalam olahraga akuatik itu, Putri belajar dengan atlet loncat indah selama sebulan.

Pun demikian, untuk beberapa adegan dengan yang membutuhkan teknik sulit, tim Palari Films menggunakan jasa atlet sebagai pemeran pengganti.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR