FILM INDONESIA

Penampilan beda Refal Hady dalam Susah Sinyal

Aktor Refal Hady (paling kanan) bersama Aurora Ribero (tengah) dan Adinia Wirasti dalam film Susah Sinyal
Aktor Refal Hady (paling kanan) bersama Aurora Ribero (tengah) dan Adinia Wirasti dalam film Susah Sinyal | Starvision Plus

Ada yang beda dari penampilan Refal Hady dalam film Susah Sinyal. Aktor kelahiran Jakarta itu harus menjelma menjadi Abe, seorang karyawan hotel berdarah Sumba. Peran ini sangat berbeda dari karakter Galih yang diperankan Refal dalam Galih dan Ratna.

Galih merupakan sosok anak SMA berdarah Sunda yang berkulit terang. Sedangkan dalam Susah Sinyal Refal terlihat lebih tua dan berkulit gosong, dengan rambut berombak dan logat Indonesia Timur yang kental.

"Biasanya gue bisa nemplok ke dalam karakter (yang diperankan), sekarang beda banget," jelas Refal saat ditemui Beritagar.id setelah acara pemutaran perdana Susah Sinyal di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (15/12/2017).

"Pasti ada ketakutan, awalnya gue ragu bisa. Tapi jadi tenang setelah dikasih wejangan sama kak Arie. Dia punya dampak besar dalam karakter Abe," ujar pria bertinggi 175cm ini, menyebut nama Arie Kriting yang juga bermain sebagai orang Sumba dalam film ini.

Kebetulan, Arie juga berfungsi sebagai pemoles naskah Susah Sinyal, terutama bagian komedi.

Setelah itu, Refal memiliki tantangan berupa logat Indonesia Timur yang harus ia pelajari. "Accent coach gue orang Sumba asli, diajari bagaimana jari orang sana, sikapnya, lalu (orang Sumba) yang ke-Jakarta-an itu seperti apa," ungkap aktor berusia 24 ini.

Yang ia maksud adalah karakter Abe sering menghadapi perilaku para tamu hotel yang sebagian orang Jakarta. "Jadi enggak Sumba banget."

Masalah kulit sebenarnya tidak begitu sulit bagi Refal. "Awal-awal datang gue disuruh berjemur dua hari, sampai gosong. Habis itu ditambahkan (riasan) lagi. Jadi dikasih bedak sampai terkelupas begitu. Untung baliknya cepat sih," ujar Refal sambil tertawa.

Tantangan-tantangan itu tidak membuat Refal murung saat syuting. Ada beberapa faktor, pertama lanskap Sumba yang benar-benar indah. "Outstanding , Sumba bagus banget! Dari awal gue sudah excited banget. Dan memang susah sinyal juga. Kami sampai ke airport, langsung enggak ada sinyal," jelas pria yang mengawali karier sebagai model ini.

Seperti kisah filmnya, kesulitan mencari sinyal itu malah menambah rasa kekeluargaan dalam tim Susah Sinyal. "Dari semua film gue, ini yang paling berkesan banyak. Kekeluargaan benar-benar solid. Gue baru ngerasain yang namanya pas selesai syuting, sedihnya tuh sedih banget."

Contoh solidnya tim Susah Sinyal adalah saat ada tantangan dari segi logistik. "Sebenarnya banyak medan menuju lokasi yang susah. Ada yang selip, nyangkut. Setiap ada kendala itu semua bantu bareng-bareng," ungkap Refal.

Aktor Critical Eleven (2017) ini juga memuji sang sutradara, Ernest Prakasa. Meski Ernest orang yang perfeksionis, tapi ternyata dia orang yang menyenangkan.

"Perfeksionis banget, tapi masih banyak hal yang kita enggak mikirin tapi dia terpikir. Dia sangat detail, sehingga kita yang pemain merasa harus lebih detail lagi. Tapi diajukan dengan cara yang asyik. Setelah syuting juga dia fun banget," tutup Refal.

Susah Sinyal mengisahkan Ellen (Adinia Wirasti), pengacara sukses sekaligus orangtua tunggal yang sibuk. Ia jarang meluangkan waktu untuk anak tunggalnya, Kiara (Aurora Ribero). Mereka tidak dekat

Saat nenek (Niniek L. Kariem) meninggal, Kiara terguncang dan disarankan gurunya untuk berlibur bersama sang ibu. Mereka pun pergi ke Sumba. Namun begitu pulang, Ellen kembali tenggelam dalam kesibukan bersama rekannya Iwan (Ernest). Kiara yang kesal memutuskan kembali ke Sumba, sendirian.

Susah Sinyal tayang untuk publik mulai Kamis, 21 Desember.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR