Perusahaan Tiongkok melanjutkan warisan Akira Kurosawa

Salah satu adegan dalam film Shicinin no Samurai (1954) karya Akira Kurosawa.
Salah satu adegan dalam film Shicinin no Samurai (1954) karya Akira Kurosawa.
© Criterion Collection

Akira Kurosawa (1910-1998) adalah salah satu sineas terbaik yang pernah ada di dunia. Hampir 20 tahun setelah kematiannya, salah satu warisan terakhir pria asal Jepang itu akan dibangkitkan kembali.

Dilansir dari Hollywood Reporter (18/5/2017), beberapa skenario karya Kurosawa akan diangkat ke layar lebar oleh perusahaan Tiongkok bernama Jinke Entertainment.

Mereka mendapatkan hak untuk memfilmkan sembilan skenario tulisan Kurosawa dari Kurosawa Production Co., sebuah perusahaan asal Tokyo yang didedikasikan untuk mempromosikan dan melindungi karya sineas legendaris itu.

Sementara Zhejiang Jinke Entertainment Culture Co. LTD. adalah sebuah perusahaan materi kimia. Namun akhir-akhir ini mereka terlibat dalam distribusi dan pengembangan game untuk perangkat mobile.

Akuisisi karya Kurosawa ini diumumkan di Cannes oleh Takayuki Kato, cucu Akira Kurosawa yang kini memimpin Kurosawa Production. "Kami tak sabar untuk memberi kesempatan pada jutaan penggemar di seluruh dunia untuk merasakan karya agung Akira Kurosawa," ujar Kato.

Zhang Zhengfeng, petinggi Jinke menambahkan bahwa pihaknya ingin mengulang kesuksesan yang telah mereka dapat dalam ranah game mobile.

"Dengan rendah hati, proyek film perdana kami berasal dari salah satu sutradara paling dihormati. Kami akan menghormatinya dengan menciptakan produk berkualitas tinggi dari proyek film terakhirnya."

Adapun naskah yang sedang diangkat memiliki judul sementara Silvering Spear, sebuah kisah samurai dengan set waktu periode Sengoku (1467-1603), sebuah masa ketika Jepang terus dilanda konflik militer, politik, dan sosial. Inilah sinopsisnya:

Seorang samurai bernama Ishigaki Jyube mendemonstrasikan kemampuan luar biasa dalam gejolak era Sengoku di Jepang. Ia mencari cara untuk memanfaatkan talentanya, tanpa menggunakannya untuk kepentingan sendiri.

Jyube ingin menjadi pemimpin yang membawa kedamaian. Untuk itu, ia menolak menggunakan talentanya sebagai alat mencari nafkah. Namun ketika situasi di Jepang memburuk, kapak milik Jyube akhirnya menemukan kegunaannya, ketika ia ditipu dan dimanipulasi sekelompok bandit.

Pengambilan gambar Silvering Spear dijadwalkan untuk dilakukan tahun depan. Kru dan para pemain akan diumumkan dalam waktu dekat.

Proyek pertama ini akan menjadi film berbahasa Mandarin. Namun Jinke tak menutup kemungkinan untuk mengadaptasi naskah Kurosawa lainnya ke dalam bahasa berbeda, tergantung pada pihak produksi yang bekerja sama dengan mereka.

Sekilas mengenai Akira Kurosawa

Kurosawa lahir di Shinagawa, Tokyo pada 23 Maret 1910 sebagai anak terakhir dari delapan bersaudara. Ayahnya, Isamu Kurosawa adalah anggota keluarga samurai dari Provinsi Akita, sementara ibunya pedagang.

Dalam masa mudanya, Akira sempat punya keinginan untuk jadi pelukis. Namun pada 1935 studio film Photo Chemical Laboratories --kelak menjadi Toho-- mencari asisten sutradara. Tahun berikutnya, Kurosawa menjadi astrada Kajiro Yamamoto dan beberapa sutradara lain.

Pada 1943, ia menggarap film perdananya, Sanshiro Sugata. Delapan tahun kemudian ia menyutradarai Rashomon (1951). Menurut Rotten Tomatoes, film ini menjadi karya pertama sineas Jepang pasca Perang Dunia, yang dilirik oleh penonton Barat.

Setelah itu, Kurosawa membuat karyanya yang paling legendaris, Shichinin no Samurai alias The Seven Samurai. Gaya penceritaan, teknik pengambilan gambar, dan karakterisasi film ini banyak menginspirasi film-film Hollywood, menjadikannya cetak biru untuk film aksi dari negeri Paman Sam.

Film ini, bersama film Kurosawa lain The Hidden Fortress, menginspirasi George Lucas untuk membuat Star Wars (1977).

Kritikus Michael Jeck menyatakan, Seven Samurai adalah film pertama yang mengisahkan pembentukan sebuah kelompok untuk melakukan sebuah misi berbahaya. Gagasan yang hingga kini masih digunakan para sineas, dari Marvel's The Avengers (2012), The Hateful Eight (2015), hingga Justice League yang akan tayang akhir tahun ini.

Pada 6 September 1998, Kurosawa menghembuskan nafas untuk terakhir kalinya karena penyakit stroke. Ia meninggal di kota kelahirannya, Tokyo.

Three Reasons: Seven Samurai
© criterioncollection
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.