Pesona Chelsea Islan dan Pevita Pearce di mata Garin Nugroho

Garin Nugroho (tengah) saat konfrensi pers film Aach Aku Jatuh Cinta di XXI Plaza Indonesia, Jakarta Pusat (29/1/2016)
Garin Nugroho (tengah) saat konfrensi pers film Aach Aku Jatuh Cinta di XXI Plaza Indonesia, Jakarta Pusat (29/1/2016)
© Teresia May/Antara Foto

Selain memiliki wajah dan akting yang tak perlu diragukan kecemerlangannya, Chelsea Islan (20) dan Pevita Pearce (23) punya segudang pesona lain. Sutradara Garin Nugroho mengakui hal tersebut dan jadi alasan menggamit mereka dalam film.

Garin (54) merasa beruntung bisa mendapatkan dua aktris muda itu dalam film yang diarahkannya. Chelsea ia percaya memerankan Stella dalam Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015), sementara Pevita mendampingi Chicco Jerikho di film Aach... Aku Jatuh Cinta yang tayang perdana mulai 4 Februari 2016.

Saat dimintai komentar mengenai apa saja daya pikat yang dimiliki Chelsea maupun Pevita, Garin menjawab bahwa keduanya punya perbedaan.

"Chelsea itu kokoh, cerdas, punya semacam semangat hidup yang tinggi. Kecantikannya lebih puitik di wajahnya. Pevita serba paradoks. Lemah tapi juga kuat, gamang tapi memiliki kekuataan menarik hati orang, cerdas tapi juga spontan. Jadi, keduanya punya kekuatan dan kelemahan masing-masing," ungkap sineas kelahiran Yogyakarta itu kepada Muvila (29/1/2016).

Tampil dalam film peraih gelar "Best Director" di ajang Festival of the Three Continents lewat film Bulan Tertusuk Ilalang (1994) adalah sebuah kebanggaan tersendiri. Tidak heran jika keduanya sangat antusias dan langsung mengiyakan saat ditawari bermain dalam film yang diarahkan oleh Garin.

"Gimana coba enggak jatuh cinta kalau sutradaranya Garin Nugroho? Pas awal ditawarin (main di film Aach... Aku Jatuh Cinta) saya enggak pakai mikir, apalagi memang dia (Garin) sutradara yang legendaris dan hebat," kata Pev, sapaan akrab Pevita, dilansir Okezone.

Nama besar Garin yang pernah menghantarkan film besutannya, Puisi Tak Terkuburkan (1999), membawa pulang trofi Silver Video Leopard dalam Festival del Film Locarno di Swiss awalnya membuat Pev khawatir. Dalam benaknya, Garin adalah tipikal sutradara yang serba serius.

"Ternyata pas diajak main film bareng, orangnya kacau karena tidak bisa diprediksi. Penuh kejutan. Tidak menggurui, tapi mengedukasi. Akting saya bisa berkembang," pungkas Pev yang mengawali karier dalam film Denias, Senandung di Atas Awan (2006).

Chelsea Islan (kiri) dan Pevita Pearce punya daya pikat tersendiri di mata Garin Nugroho
Chelsea Islan (kiri) dan Pevita Pearce punya daya pikat tersendiri di mata Garin Nugroho
© Nurdiansah/Tempo
MUAT LAGI
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.