FILM INDONESIA

Preman Pensiun sukses guncang bioskop

Salah satu adegan dalam film Preman Pensiun
Salah satu adegan dalam film Preman Pensiun | MNC Pictures

Film Preman Pensiun berhasil mengguncang bioskop Indonesia. Dilansir dari Medcom.id, Selasa (22/1/2019), selama empat hari pertama penayangannya (17-20 Januari 2019), film garapan sutradara Aris Nugraha itu berhasil mendatangkan 352 ribu penonton.

Pencapaian itu bikin Preman Pensiun menjadi film Indonesia terlaris sepanjang akhir pekan lalu. Tentu saja sejumlah pemainnya menyambut gembira.

Misalnya, aktor utama Epy Kusnandar. Pemeran Muslihat si mantan preman ini sengaja nonton di kursi barisan paling depan saat nonton bareng Preman Pensiun di Garut, Jawa Barat, pada hari pertama pemutaran film ini.

“Saya ingin melihat reaksi penonton menyaksikan film Preman Pensiun," ujar Epy kepada Liputan 6 (20/1) Menurut aktor berdarah Sunda ini, penonton justru mengkritik durasi 94 menit yang dirasa terlalu pendek.

"Kalau bisa dibilang kritik ya enggak apa-apa. Penonton banyak memberikan respons spontan. Katanya filmnya kurang lama. Mungkin karena mereka terlalu menikmati film Preman Pensiun ya, sehingga enggak terasa, sudah selesai," ujar Epy yang tak menduga film ini bakal sukses dan disukai banyak orang.

"Bikin saya terpaku, ternganga, speechless. Harus bagaimana mengungkapkannya. Saya melihat penonton begitu rindu dengan Preman Pensiun dan tak sabar ingin menonton Preman Pensiun dalam bentuk film layar lebar. Benar-benar enggak nyangka," urai Epy.

Muhammad Jamasari, pemeran Gobang, juga jadi sasaran protes. Rupanya banyak yang tak kebagian tiket.

"Banyak yang protes, di beberapa kota tiketnya habis. Bahkan ada suara teman-teman di Tasikmalaya dan Sumedang bertanya, kenapa bioskop di tempat mereka belum diputar," ungkap Jamasari pada Tribun News (17/1).

Soraya Rasyid juga terkejut filmnya laris. Pemeran Imas ini sempat ragu karena ada persaingan dari film-film lain Indonesia dan Hollywood. Pada saat Preman Pensiun dirilis, bioskop juga menayangkan Keluarga Cemara, DreadOut, dan Glass.

"Waktu nobar di Garut, lihat penonton yang membludak, aku sempat bilang kalau besok pasti layarnya ditambah. Apalagi aku dengar, di sejumlah bioskop, tiket Preman Pensiun juga sold out," ujar Soraya kepada Brilio.net (21/1). "Ternyata Preman Pensiun punya massa sendiri juga, punya penggemar yang banyak.”

Tiket yang terjual habis bikin jumlah layar Preman Pensiun sekitar 130 pada hari pertama, ditambah menjadi 266 layar.

Rupanya kesuksesan sinetronnya juga berperan dalam kepopuleran Preman Pensiun. Dirilis perdana pada Januari 2015, serial ini terdiri dari 120 episode yang tayang hingga Januari 2016. Ada juga sebuah FTV berjudul Preman Pensiun: Sang Juara yang tayang pada Agustus 2015.

Kisahnya tentang Bahar (almarhum Didi Petet), mantan preman yang bertobat setelah kematian istrinya. Muslihat (Epy Kusnandar) tak terima, karena keputusan itu bisa menghancurkan kekuasaan mereka. Pada kisah FTV, Muslihat dikisahkan ikut pensiun sebagai preman dan menjadi pebisnis kecimpring.

Sinetron Preman Pensiun menjadi salah satu karya terakhir Didi Petet sebelum meninggal pada Mei 2015. Didi sempat tampil dalam awal film Preman Pensiun, meski hanya cuplikan dari adegan sinetronnya.

"Terima kasih atas apresiasi dan rasa rindu penonton Preman Pensiun untuk Bapak. Mohon doanya saja untuk almarhum," ujar Getar Jagatraya, putra pertama almarhum, kepada Dream.co.id (21/1). "Bapak sering cerita tentang proses produksinya yang kekeluargaan," lanjut Getar.

Film Preman Pensiun adalah kelanjutan kisah sinetronnya. Setelah pensiun sebagai preman, Muslihat didera cobaan. Bisnis kecimpring yang sudah ia jalani selama tiga tahun bermasalah, penjualannya menurun.

Anak perempuan satu-satunya, Safira (Safira Maharani), sudah tumbuh remaja dan mulai didatangi lelaki. Satu lagi masalah yang paling besar: masalah di antara mantan anak buah Muslihat saat ia masih jadi preman.

OFFICIAL TRAILER FILM PREMAN PENSIUN (2019) | SEDANG TAYANG DI BIOSKOP /MNCP Movie
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR