Prisia Nasution cedera serius saat syuting Pesantren Impian

Prisia Nasution alami cedera terberat dalam kariernya sebagai aktris dalam film Pesantren Impian
Prisia Nasution alami cedera terberat dalam kariernya sebagai aktris dalam film Pesantren Impian | Nurdiansah/Tempo

Selalu ada kenangan yang membekas setiap menjalani sebuah peristiwa. Prisia Nasution (31) merasakan itu saat membintangi film Pesantren Impian (produksi MD Pictures), satu dari 13 film Indonesia yang tayang sepanjang Maret 2016.

Pengalaman bermain dalam film yang tayang di bioskop mulai hari ini (3/3/2016) tersebut tampaknya tidak akan pernah dilupakan Phia, sapaan akrab Prisia. Pasalnya, untuk pertama kalinya sepanjang berkarier sebagai aktor layar lebar sejak Sang Penari (2011), mantan atlet pencak silat itu mengalami cedera serius.

Dalam laman 21 Cineplex (1/3/2016), Phia menuturkan bahwa kejadiannya terjadi saat dirinya yang berperan sebagai Eni melakukan syuting adegan di atap rumah bersama Fachry Albar (Umar). Saat sedang mondar-mandir berakting, salah satu bagian plafon rumah mendadak amblas. Dengan serta-merta aktris yang mengawali karier sebagai model ini terporosok dan jatuh dari ketinggian sekitar tiga meter.

Tak hanya tertimpa reruntuhan plafon, lengan bagian atas Phia juga robek. Belakangan setelah menjalani pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging, diketahui bahwa tendonnya ikutan sobek.

"Kata dokter, kalau otot yang sobek bisa pulih dengan sendirinya. Tapi, kalau tendon yang sobek, harus dijahit dan dipasangi pin menyambung ke tulang agar bisa balik ke posisi semula. Ini cedera paling parah sepanjang karier," ungkap Phia dilansir Tabloid Bintang.

Meski Ifa Isfansyah selaku sutradara sudah memberinya opsi rehat sejenak untuk dirawat, peraih gelar aktris utama terbaik FFI 2011 itu tetap ngotot melanjutkan syuting.

"Kalau saya istirahat, ongkos produksi juga bertambah. Pasti merugikan banyak pihak. Ya sudah harus diteruskan sampai selesai, walaupun saya bergerak dengan terbatas," sahut Phia.

Pun demikian, bermain dalam film adaptasi novel berjudul sama karya Asma Nadia ini tetap sebuah pengalaman menyenangkan bagi Phia. Selain karena kembali dipertemukan dengan Ifa yang mengarahkannya dalam film Sang Penari, genre religi thriller yang dikandung Pesantren Impian juga merupakan suguhan baru dalam ranah film Indonesia.

"Film ini temanya menarik. Genrenya religi tapi ada thriller juga. Jadi bukan seperti film umumnya yang ada sekarang," terangnya dikutip Bintang.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR