Prisia Nasution laris membintangi film mistik

Tangkapan layar cuplikan film Membabi Buta yang dibintangi Prisia Nasution
Tangkapan layar cuplikan film Membabi Buta yang dibintangi Prisia Nasution | Akun Stroworld di YouTube

Berselang sepekan setelah The Curse meluncur di jaringan bioskop, Prisia Nasution muncul lagi membintangi film Membabi Buta. Walau beda genre, kedua film tersebut sama-sama mengumbar unsur mistik.

"Habis jadi pengacara depresi, sekarang asisten rumah tangga yang kena teror. Saya lagi laris peran-peran mistis, nih. Ternyata karakter-karakternya sangat menantang," ujar Phia, sapaan akrab Prisia, dalam jumpa pers film Membabi Buta di daerah Kemang, Jakarta Selatan (2/5/2017).

Peraih Piala Citra di Festival Film Indonesia 2011 lewat film Sang Penari itu berseloroh, "Sebenarnya syutingnya beda waktu, bahkan beda tahun. Enggak tahu kenapa rilis beruntun seperti ini. Kesannya saya sangat laris."

Dalam film The Curse yang mencampurkan horor dan thriller, aktris berusia 32 itu memerankan tokoh pengacara bernama Shelina. Dalam bertugas, ia kerap memenangi kasus pembunuhan yang membelit kliennya.

Beberapa arwah yang menjadi korban kejahatan para kliennya kemudian terus datang menghantui sebagai bentuk balas dendam. Hal itu membuat Shelina depresi.

Menurut catatan situs web filmindonesia.or.id (3/5), sejak tayang perdana 27 April, The Curse yang diproduksi Triple A Films sudah meraup 50.174 penonton.

Berpindah ke set film Membabi Buta produksi SAS Film, Prisia menjadi asisten rumah tangga. Ia menyanggupi lowongan bekerja di rumah dua orang perempuan kakak beradik, Sundari (diperankan Ivanka Suwandy) dan Sulasmi (Lenny Charlotte), yang sangat misterius.

Phia yang berlakon sebagai Mariatin pada awalnya sempat menaruh curiga. Pun demikian ia bersedia memenuhi tawaran pekerjaan tersebut karena sikap ramah Sundari terhadap Asti (Aureli Ramdhani), putri semata wayang Mariatin.

Lama-kelamaan kekhawatiran Mariatin terbukti. Rumah tempatnya bekerja, juga kakak beradik yang jadi penghuninya, menyimpan misteri. Kerap ia mendengar jeritan perempuan yang sedang mendapat siksaan.

Setiap kali menanyakan tentang asal-usul jeritan perempuan tersebut, Mariatin kerap menerima ancaman Sundari.

Tidak tahan dengan kondisi menakutkan yang mengancamnya, ia merancang usaha melarikan diri. Sebuah usaha yang tak gampang karena mendapat perlawanan dari Sundari dan Sulasmi.

Joel Fadly selaku sutradara menuturkan bahwa ide cerita Membabi Buta terinspirasi kisah nyata dua orang nenek yang hidup di wilayah Banyuwangi, Jawa Timur.

"Selain sebagai hiburan kami ingin menyampaikan misi bahwa seseorang yang terlalu banyak mendapat tekanan akhirnya bisa membabi-buta," terang Joel dilansir laman Antara News.

Devi Monica dari SAS Film mengungkapkan, karena memuat banyak adegan brutal penuh darah, Lembaga Sensor Film (LSF) memberikan stempel "tontonan 21 tahun ke atas" untuk Membabi Buta.

Alhasil mereka membidik penonton dewasa sesuai klasifikasi umur yang diperbolehkan LSF. Faktor tersebut sebenarnya membuat pangsa pasar film ini jadi mengecil.

Namun pihak SAS Film mencoba optimistis. "Saat ini kami mendapat jatah 35 layar pemutaran di bioskop. Semoga bisa meningkat jadi 60 layar," tutup Devi.

MEMBABI BUTA TRAILER #1 - DI BIOSKOP 4 MEI 2017 /Stroworld
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR