FILM INDONESIA

Prisia Nasution mengebut persiapan untuk film Lorong

Penampilan Prisia Nasution saat menghadiri gala premiere film Lorong di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan (9/9/2019)
Penampilan Prisia Nasution saat menghadiri gala premiere film Lorong di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan (9/9/2019) | Andi Baso Djaya/Beritagar.id

Film Lorong yang dibintangi Prisia Nasution tayang perdana di bioskop mulai hari ini (12/9/2019).

Dalam film produksi MVP Pictures tersebut, Pia --demikian panggilan akrabnya-- memerankan tokoh Mayang, istri Reza yang diperankan Winky Wiryawan (45).

Mayang diceritakan dilanda frustasi saat mengetahui kabar bayi yang baru saja dilahirkannya meninggal dunia. Sering pula berhalusinasi.

Ia tak terima begitu saja dengan pemberitahuan tim dokter yang menangani bedah sesarnya saat melahirkan. Juga pernyataan Reza yang mengonfirmasi info dari tim dokter yang dikepalai dr. Vera (Nova Eliza).

Jadilah kemudian Mayang seorang diri menggeledah seisi rumah sakit. Mencari kebenaran tentang keadaan bayinya.

Meskipun dengan demikian ia harus berlarian menghindari kejaran para petugas rumah sakit, menghadapi teror hantu, dan bekas operasi di perutnya yang belum sembuh benar kembali mengalami pendarahan.

Bisa dibilang film arahan Hestu Saputra itu bertumpu pada performa Pia. Sebab hampir sepanjang durasi film tokoh ini yang dihadirkan dalam layar. Mulai dari pergolakan emosinya yang naik turun, ekspresi ketakutannya, chemistry sebagai pasutri bersama Winky, hingga aksinya berlarian mengelilingi rumah sakit.

Semua ditampilkannya secara maksimal meski dengan waktu yang terbilang minim sebab ia bergabung belakangan dalam proyek ini.

Kepada Beritagar.id yang menemuinya usai gala premiere film ini di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan (9/9/2019), Pia mengamini jika Mayang merupakan salah satu tokoh tersulit yang pernah diperankannya dalam film.

"Soalnya ini film horor yang titikberatnya penggalian emosi dan psikologis. Makanya memerankan karakter Mayang ini dari luar dan dalam sangat menguras emosi dan energi," ungkapnya.

Agar tetap bisa menghadirkan emosi yang konstan dalam setiap adegan, meskipun pengambilan gambar tidak dilakukan runut atau mengalami jeda, Pia melakukan proses pematangan saat tahap reading.

Proses membedah naskah dan pendalaman karakter dilakukan Pia selama dua pekan. "Itu saya lakukan intens. Dari pagi sampai malam. Soalnya saya telat bergabung kan. Jadi harus mengejar ketertinggalan dari pemain-pemain lain yang sudah lebih dahulu joint," sambungnya.

Sembari melakukan reading, aktris berusia 35 itu melakukan riset terkait perannya sebagai ibu yang baru saja menjalani bedah sesar.

"Kebetulan banget waktu itu teman saya baru saja melahirkan lewat operasi sesar juga. Dari dia saya banyak belajar, semisal cara berjalannya hingga posisi paling cepat," jelas Pia.

Lalu untuk menampilkan sisi emosional Mayang yang dinyatakan kehilangan bayinya, Pia melakukan banyak diskusi dengan sutradara dan para pemain lain.

"Sejak awal kami bikin grafik emosi dan rasa sakit yang dirasakan Mayang. Sehingga saya bisa mengukur pada takaran berapa saya mengeluarkan itu semua dalam tiap-tiap adegan," pungkasnya.

LORONG - Official Trailer | 12 September 2019 Di Bioskop /MVP Pictures ID
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR