FILM INDONESIA

Proses Achmad Megantara dalam memerankan Taufiq Kiemas

Achmad Megantara menandatangani poster film Taufiq saat jumpa pers di Brewerkz Resto & Bar, Senayan City, Jakarta Selatan (1/2/2019)
Achmad Megantara menandatangani poster film Taufiq saat jumpa pers di Brewerkz Resto & Bar, Senayan City, Jakarta Selatan (1/2/2019) | Andi Baso Djaya/Beritagar.id

Ismail Basbeth kembali dengan film panjang terbarunya. Kali ini bukan interpretasi ulang Arini: Masih Ada Kereta yang Akan Lewat, tapi kisah hidup Taufiq Kiemas yang diperankan Achmad Megantara.

Diberi judul Taufiq: Lelaki yang Menantang Badai, film ini mengisahkan sosok Taufiq saat remaja dalam mengarungi gelombang kehidupan pada era 1960-an.

Putra pasangan Tjik Agus Kiemas (diperankan Ferry Salim) dan Hamzathoen Roesyda (Imelda Therinne) itu terseret dinamika sosial politik karena aktivitasnya di Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), onderbouw Partai Nasional Indonesia, pendukung utama Ir. Soekarno. Alhasil pemerintah Orde Baru dua kali memenjarakannya.

Keterlibatan di GMNI membawa Taufiq berkenalan dengan Panda Nababan (Ben Kasyafani), lalu Guntur Soekarnoputra (Zidni Hakim) yang kelak mengenalkannya kepada Megawati Soekarnoputri (Aghniny Haque).

Dalam jumpa pers peluncuran trailer dan poster film di Brewerkz Resto & Bar, Senayan City, Jakarta Selatan (1/2/2019), Ismail Basbeth selaku sutradara mengungkapkan, terpilihnya Megan sebagai pemeran Taufiq --juga para pemain lain-- adalah hasil keputusan bersama yang melibatkan beberapa pihak.

“Sebelumnya kami sudah menemukan beberapa kandidat. Namun, sebelum proses syuting dimulai kami sadar bahwa mereka yang terpilih ini usianya terlalu dewasa. Padahal kami meniatkan film ini sebagai film remaja. Akhirnya kami mengadakan casting ulang,” ungkap Mail, sapaan akrab sang sutradara.

“Prosesnya lumayan panjang sih. Gue baca buku-buku tentang beliau, ikut workshop sekitar sebulan, bedah naskah, mengulik apa saja yang terjadi pada era 60-an dan 70-an, dan yang terpenting memantapkan karakter Pak Taufiq,” ujar Megan kepada Beritagar.id yang menemuinya usai jumpa pers.

Beberapa kerabat mendiang Taufiq Kiemas juga menjadi narasumber bagi Megan. “Dari mereka semua gue dapat tambahan informasi untuk belajar lebih mengenali beliau,” lanjutnya.

Kebesaran hati Taufiq Kiemas dalam menghadapi seseorang dan mengikhlaskan setiap kejadian yang menimpanya jadi tantangan terbesar Megan. Pun demikian, dari situ ia mendapatkan banyak pelajaran berharga.

Ditangani Mail untuk pertama kalinya juga merupakan pengalaman menyenangkan bagi Megan.

“Karena Mas Mail itu memberikan gue keleluasaan dalam bermain. Hal yang sama gue berikan kepada Aghniny. Kebetulan gue memang bukan tipe pemain yang suka mendikte rekam main gue harus ini dan itu,” pungkasnya.

Megan, 22 tahun, mengawali karier sebagai pemeran Boy dalam Catatan Si Boy the Series (2016). Setelah itu merambah layar lebar dengan membintangi film EL (2018), 13: The Haunted (2018), dan Terimakasih Cinta (2019).

Dibandingkan Megan, filmografi Aghniny (21) masih lebih sedikit. Perempuan asal Semarang ini mengawali kiprahnya sebagai Rara Murni lewat film Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 (2018).

Sebelumnya ia merupakan atlet taekwondo. Pernah meraih perunggu saat berlaga di SEA Games 2013 kelas di bawah 46 kilogram. Cedera lutut menjadi sebab ia menepi sementara dari arena pertandingan, lalu menekuni dunia akting.

Beberapa pemain lain yang bergabung dalam film produksi Royal Pictures dan Matta Cinema bersama Max Pictures ini adalah Brandon Salim, Ray Sahetapy, Egy Fedly, Rukman Rosadi, dan Whani Darmawan.

Faktor utama yang membuat mereka terpilih karena dinilai memang pantas memerankan tokoh-tokoh dalam film ini. Bukan karena faktor lain di luar akting, seperti keterkenalan atau jumlah followers di media sosial.

Mail juga menggaransi bahwa filmnya ini tidak diarahkan sebagai propaganda politik, tapi tentang kisah hidup manusia.

“Jaminan pertamanya karena saya bukan kader partai tertentu dan tidak ingin membenturkan ideologi partai tertentu. Kalaupun ada peristiwa politik yang muncul, sifatnya hanya sebagai latar karena itu mengikat semuanya,” tegasnya.

Muhammad Yamin selaku produser dan penggagas film turut menambahkan, “Ini film drama yang mengangkat perjuangan hidup manusia sehingga menjadi pemimpin dan negarawan. Ada pula kisah asmaranya.”

Film Taufiq: Lelaki yang Menantang Badai direncanakan tayang mulai 14 Maret 2019.

Taufiq Lelaki Yang Menantang Badai /Official Film Taufiq
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR