Rahasia kesuksesan Ed Sheeran dalam album Divide

Penyanyi Ed Sheeran tampil dalam sebuah acara televisi di Milan, Italia (12/3/2017)
Penyanyi Ed Sheeran tampil dalam sebuah acara televisi di Milan, Italia (12/3/2017) | Antonio Calanni /AP Photo

Penyanyi Ed Sheeran sungguh luar biasa. Album / (selanjutnya disebut "Divide" alias tanda pembagi dalam matematika) baru dirilis pada 3 Maret 2017, tapi sudah sukses besar.

Bayangkan saja, dalam waktu tiga hari, album ketiga Sheeran ini berhasil terjual sebanyak 432 ribu kopi dan langsung menjadi album terlaris di Inggris, dilansir dari Daily Mail (7/3). Di Amerika Serikat, 451 ribu kopi Divide terjual pada pekan perdananya, seperti dikabarkan Guardian (13/3).

Setelah itu, sembilan dari 16 lagu pada album Divide ada di 10 besar tangga lagu teratas di Inggris. Tujuh lagu sisanya mengisi posisi 11-20 di negeri Ratu Elizabeth itu. Di Australia, 16 lagu dari Divide mengisi 40 besar --pertama kalinya ada musisi yang punya lebih dari 14 lagu di 100 teratas pada waktu bersamaan.

Dilansir dari BBC (10/3/2017), Sheeran juga menguasai dunia pengaliran musik. Di Spotify, lagu-lagu dari Divide sudah dialirkan lebih dari 273 juta kali setelah lima hari dirilis. Rekor ini mengalahkan album Starboy (2016) dari The Weeknd, yang dialirkan 223 juta kali --itupun butuh waktu tujuh hari.

Spotify juga mengungkap bahwa 16 lagu dari Divide adalah 16 lagu terbanyak dialirkan di Inggris pekan lalu --dipimpin oleh lagu "Galway Girl" yang diputar lebih dari sejuta kali perharinya.

YouTube pun ia kuasai. Dilansir dari Variety (7/3/2017), seluruh materi Divide yang ia unggah --entah video klip, lirik, atau sekadar trek audio-- sudah dilihat lebih dari semiliar kali. Lagu tunggal jagoannya, "Shape of You" sudah mengundang total views lebih dari 700 juta kali.

Adele adalah satu-satunya yang menjual lebih banyak album dariku

Ed Sheeran

Saat berita ini dibuat, video lirik "Shape of You" sudah ditonton 431 juta kali, sementara videoklipnya dilihat 361 juta kali. Video lirik dirilis 5 Januari, klipnya menyusul pada tanggal 30 di bulan yang sama.

Salah satu faktor yang membuat Sheeran mampu memecahkan rekor demi rekor barangkali adalah ambisi yang luar biasa besar. Ia ingin mengalahkan Adele, sesama penyanyi pop Inggris. Bagi Ed, wanita penyanyi itu adalah semacam tolak ukur untuk kesuksesan berskala global yang ia harapkan.

"Adele adalah satu-satunya orang yang menjual album lebih banyak dariku dalam jangka waktu 10 tahun belakangan ini," ujar pria 26 tahun ini kepada GQ (2/2). "Dia satu-satunya orang yang harus kukejar penjualannya. Ini bakal susah, sebab album terakhirnya laris 20 juta kopi."

Angka itu adalah target yang ingin dicapai oleh Sheeran. Album sebelumnya bertajuk x ("Multiply" --perkalian-- dirilis pada 2014) laku 14 juta kopi. "Saya tahu musik bukan saja mengenai kompetisi karena kami semua ada di jalur masing-masing, tapi ketika sebuah produk kreatif dirilis, di sana ada sebuah perlombaan hingga garis finish."

"Saya menyukai album saya. Inilah album terbaik yang dapat saya buat, hal kreatif terbaik, jadi mengapa tak ingin menang? Mengapa tak ingin menjual 20 juta kopi? (Saya ambisius) karena saya tak pernah memenangi apapun sewaktu kecil."

Selanjutnya, pria bernama lengkap Edward Christopher Sheeran ini menyamakan dirinya dengan Taylor Swift, penyanyi pop-country kenamaan asal Amerika Serikat. "Taylor adalah seseorang yang dipermalukan pada masa remajanya. Kini, ia dapat kesempatan menang, dan ia terus-menerus menang."

Masa remaja hingga dewasa adalah momen penuh kesibukan bagi Ed Sheeran. Baru tahun lalu ia bisa beristirahat. Pria berdarah Irlandia ini menghabiskan berbulan-bulan untuk jalan-jalan ke Jepang, Australia, Selandia Baru, Ghana, dan Islandia.

Ed kecil melewati masa SD di sekolah swasta. Saat itu, ia sudah jago gitar dan bernyanyi. Namun secara keseluruhan ia tak menyukai masa kecilnya. "Saya adalah anak dengan penampilan aneh."

Pada umur 11, John Sheeran --ayah Ed-- mengajaknya menonton konser penyanyi Damien Rice di Irlandia. Ed pun tergila-gila dengan penyanyi Irlandia itu. Ayahnya pun menyatakan, jika Ed benar-benar menyukai musik, ia harus serius dengan musik. Ed pun mulai melakukan pertunjukan musik setiap pekan.

Saat umurnya 16, Ed Sheeran sudah menjadi seorang musisi yang merasa bahwa sebuah hari terbuang percuma, jika ia tidak latihan, konser, atau menulis lagu. "Ayah berpikir saya malas, sehingga saya ingin membuktikan sebaliknya."

Sejak saat itu, dimulailah kerja ultra keras Ed Sheeran, hingga akhirnya ia bisa tenar seperti sekarang.

Ed Sheeran - Shape of You [Official Video] /Ed Sheeran
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR