FILM INDONESIA

Rapi Films membuat ulang Ratu Ilmu Hitam

Suasana peluncuran teaser poster dan film Ratu Ilmu Hitam di Kantor Rapi Films, Cikini, Jakarta Pusat (3/9/2019)
Suasana peluncuran teaser poster dan film Ratu Ilmu Hitam di Kantor Rapi Films, Cikini, Jakarta Pusat (3/9/2019) | Andi Baso Djaya/Beritagar.id

Mencetak sukses lewat versi ulang buat Pengabdi Setan (1980), membuat Rapi Films melakukan hal yang sama terhadap Ratu Ilmu Hitam (1981).

Laiknya Pengabdi Setan versi lawas, film Ratu Ilmu Hitam juga mendapat status cult horror classic dari para penonton. Artinya film tersebut memiliki basis penggemar fanatik dengan jumlah besar.

Status cult didapatkan dua film tersebut bukan hanya dari para penonton di dalam negeri, tapi juga mancanegara.

Musabab distribusinya menyeberang hingga ke luar negeri dalam bentuk kepingan DVD yang dijual oleh distributor seperti Mondo Macabro, Troma Team, ZDD, dan Video Asia.

Keping DVD kedua film tersebut juga bisa ditemukan melalui berbagai lapak daring di Amazon. Tampilannya ada yang versi asli, bahkan hasil restorasi, tapi tak sedikit juga berupa bootleg dengan kualitas gambar dan suara yang lebih rendah.

Jika publik di luar Indonesia mengenal Pengabdi Setan dengan judul Satan’s Slave, film Ratu Ilmu Hitam diberi tajuk The Queen of Black Magic saat didistribusikan ke pasar yang menggunakan Bahasa Inggris.

Masih ada nama Joko Anwar di balik proses pembuatan ulang dua film horor tersebut. Perbedaannya terjadi pada status atau tugas yang diembannya.

Joko menjabat sutradara sekaligus penulis skrip saat mengerjakan Pengabdi Setan (2017), sementara dalam produksi Ratu Ilmu Hitam ia hanya menulis skenario. Kendali penyutradaraan beralih kepada Kimo Stamboel.

Kimo dalam rentang kariernya dikenal sebagai bagian dari Mo Brothers yang menghasilkan Takut: Faces of Fear (2008), Rumah Dara (2010), Killers (2014), dan Headshot (2016).

Saat bersolo karier, Kimo menghasilkan film adaptasi dari permainan gim video DreadOut (2019).

Ketika jumpa pers peluncuran teaser dan poster film yang berlangsung di Kantor Rapi Films, kawasan Cikini, Jakarta Pusat (3/9/2019), Sunar Samtani selaku produser mengaku ide membuat ulang Ratu Ilmu Hitam tak bisa dilepaskan dari kesuksesan versi terbaru Pengabdi Setan saat rilis di pasar.

Sunil Samtani, ayah Sunar, menambahkan sekaligus mengharapkan kesuksesan serupa juga terjadi saat film ini rilis ke pasaran yang dijadwalkan akhir 2019.

Hingga saat ini Pengabdi Setan versi Joko masih tercatat sebagai film bergenre horor terlaris sepanjang masa di Indonesia. Jumlah penontonnya mencapai 4.206.103 orang. Berbagai distributor asing juga mengedarkannya di teritori masing-masing.

Kepada Beritagar.id yang mewawancarainya usai konferensi pers, Kimo mengaku bergabung dalam proyek ini setelah dihubungi Sunil.

"Gue langsung senang dan setuju waktu dikasih pilihan membuat ulang Ratu Ilmu Hitam. Soalnya film ini meninggalkan kesan mendalam waktu pertama kali menontonnya. Statusnya juga dianggap cult,” ungkap Kimo.

Penobatan sebagai cult movie, laiknya Pengabdi Setan, pada sisi lain ternyata meninggalkan beban tersendiri bagi Kimo. Beruntung ada Joko yang kehadirannya membantu dalam mengangkat beban tersebut.

Duet antara sineas ini juga yang menjadi alasan sebagian besar pemain untuk bergabung. "Alasan aku main film horor untuk pertama kalinya karena ada Om Kimo dan Om Joko," kata Zara JKT48.

Selain Zara, para pemain yang terlibat masih ada Ario Bayu, Hannah Al Rashid, Imelda Therinne, Miller Khan, Tanta Ginting, Salvita Decorte, Putri Ayudya, Yayu Unru, Ruth Marini, Ade Firman Hakim, Sheila Dara, Shenina Cinnamon, Giulio Parengkuan, Ari Irham, Gisselma, dan Muzakki Ramdhan.

Official Teaser "Ratu Ilmu Hitam" - Coming Soon /Rapi Films
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR