Reuni Denny Sumargo dan Shandy Aulia dalam The Doll

Tangkapan layar adegan Denny Sumargo (kiri) dan Shandy Aulia dalam film The Doll.
Tangkapan layar adegan Denny Sumargo (kiri) dan Shandy Aulia dalam film The Doll. | youtube.com/user/hitmakerstudios1

Shandy Aulia dan Denny Sumargo kembali dipersatukan dalam film horor bertajuk The Doll yang tayang mulai hari ini (27/10/2016). Sebelumnya mereka pernah bermain bersama lewat 308 dan Mall Klender yang sama mengumbar suasana seram untuk penonton.

Dalam reuni kali ini, untuk pertama kalinya mereka dipasangkan sebagai suami istri (pasutri). Shandy berlakon sebagai Anya, istri yang mengisi keseharian dengan berjualan boneka. Denny yang mantan pebasket itu menjadi Daniel, pekerja di perusahaan kontraktor real estate.

Dalam film 308 yang sempat menembus Screamfest Horror Film Festival 2013 di Amerika Serikat, karakter mereka hanya sebatas berpacaran.

Sementara dalam Mall Klender, Shandy yang menjadi Mila dan Denny sebagai Panji adalah sobat kental yang menguji nyali dengan melakukan aktivitas supernatural di berbagai tempat.

Karena status peran pasutri tersebut, Denny (35) dan Shandy (29) membangun kembali ikatan emosional dengan cara berbeda dari sebelumnya. Harus terlihat lebih mesra laiknya pasangan penganti baru kebanyakan.

Denny yang coba mengambil inisiatif sempat bikin Shandy risih. Betapa tidak, selama proses reading berlangsung, aktor kelahiran Luwuk, Sulawesi Tengah, itu tidak sungkan memeluk setiap kali bertemu.

"Awalnya dia risih, tapi lama-lama biasa. Menurut saya, pelukan itu membangun kemesraan," kilah Denny kepada bintang.com (25/10).

Menjadikan boneka sebagai objek keseraman dalam film memunculkan tudingan bahwa produksi Hitmaker Studio itu meniru Annabelle. Shandy terang membantah. Menurutnya itu adalah faktor kebetulan saja.

"Alur cerita, karakter, dan twist-nya berbeda total. Justru ini dari legenda urban orang Indonesia. Jadi bukan karena ada Annabelle terus kita bikin-bikin ceritanya," terang Shandy yang menikahi David Herbowo sejak 2011 dilansir Liputan6.com.

Legenda urban yang dimaksud konon berawal dari peristiwa seorang gadis kecil bernama Uci yang tewas tertabrak mobil di Jalan Siliwangi, Bandung. Karena arwahnya sering gentayangan, masyarakat sekitar sepakat menggantung sebuah boneka di atas pohon tempat sang anak tewas tertabrak.

Versi film sedikit mengalami perubahan. Sang gadis kecil dikisahkan tewas karena ulah para perampok. Ia bersimbah darah dengan boneka bernama Ghawiah dalam genggamannya. Agar tidak mengganggu masyarakat sekitar, boneka itu digantung pada sebuah pohon.

Daniel dan Anya yang baru pindah ke Bandung dari Jakarta tidak mengetahui kisah legenda urban tersebut. Alih-alih mengikuti saran para bawahannya, Daniel tetap kukuh menebang pohon tempat digantungnya Ghawiah. Alhasil jadilah pasutri baru ini mendapat teror.

Menurut Dewi Yulia Razif, Casting Director Hitmaker Studio, syuting The Doll berlangsung selama hampir dua bulan. "Sebanyak 45 persen pengambilan gambar di Kota Bandung, sisanya di Jakarta. Selain diputar di Indonesia, film ini juga akan tayang di Malaysia dan Brunei Darussalam," tutur Dewi.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR