Reza Rahadian jadi aktor terbaik se-Asia Pasifik

Aktor Reza Rahadian saat ditemui di XXI Plaza Senayan, Jakarta (28/10/2016)
Aktor Reza Rahadian saat ditemui di XXI Plaza Senayan, Jakarta (28/10/2016) | Indra Rosalia /Beritagar.id

Aktor Reza Rahadian (30 tahun) bisa dibilang merupakan aktor masa kini yang paling sering tampil di layar lebar. Menurut FilmIndonesia.or.id, Reza muncul dalam 42 film.

Bandingkan dengan sesama aktor lain yang juga laris, Tora Sudiro (44), yang daftar filmografinya "hanya" 41 film. Padahal Tora yang sedang tersangkut kasus narkoba, memulai karier lebih awal dibanding Reza.

Pada 2016, Reza tampil dalam lima film. Sementara hingga Agustus 2017, ia sudah menghiasi empat film. Dengan tingkat produktivitas setinggi itu menjadi wajar bila sebagian orang mencibir kejar setoran.

Namun Reza membuktikan itu semua dengan prestasi. Lelaki bernama lengkap Reza Rahadian Matulessy ini sudah memperoleh empat piala Citra atau terpaut satu piala dari rekor Deddy Mizwar, kini Wakil Gubernur Jawa Barat.

Prestasi Reza kembali bertambah. Baru-baru ini Reza memenangi kategori Best Actor dari Festival Film Asia Pasifik (Asia Pacific Film Festival/APFF) 2017 yang digelar di Pnohm Penh, Kamboja (28-31 Juli). Gelar itu diperoleh berkat perannya sebagai Presiden Ketiga RI, BJ Habibie, dalam film {rudi habibie} (2016).

"Ini untuk Bangsa Indonesia, karena ini prestasi Indonesia. Ini adalah milik Bangsa Indonesia dalam arti saya mendedikasikan ini khususnya untuk masyarakat film, pecinta film Indonesia, dan aktor-aktor Indonesia," ucapnya kepada Kompas.com (4/8/2017).

Sejak diselenggarakan pada 1954, baru kali ini ada aktor Indonesia yang berjaya pada APFF. Berbeda dengan kategori aktor, menurut sepengetahuan Reza, Indonesia sedikitnya tiga kali memenangi kategori Best Actress.

Mereka adalah Christine Hakim, Ria Irawan, Widyawati (film Perempuan Berkalung Sorban), dan Prisia Nasution (film Sang Penari).

Namun sayang agak sulit untuk mencari daftar pemenang dan nomine penghargaan tahunan itu. Sejauh pengamatan Beritagar.id, APFF tidak memiliki situs dengan basis data lengkap seperti Academy Award dari Hollywood.

Sementara itu kemenangan Reza mendapat respons positif dari Habibie. Bahkan, klaim Reza, tokoh bangsa yang kini berusia 81 itu berencana menggelar syukuran khusus untuk merayakan pencapaian tersebut.

"... beliau bangga karena film ini di mana saya memerankan beliau. Jadi ya senang aja sih diapresiasi sama yang punya peran. Saya rasa enggak semua aktor punya kesempatan memerankan tokoh yang masih hidup dan punya kesempatan langsung bertemu. Ada, tapi tidak banyak. Ini kesempatan unik," ujar Reza.

Sebenarnya, memainkan tokoh Habibie bukan dilakukan Reza hanya dalam {rudi habibie} . Reza juga memerankan tokoh yang sama dalam Habibie dan Ainun (2012) dan menghadirkan Piala Citra baginya.

Namun bagi Reza, berakting dalam {rudi habibie} lebih berat dibanding pada Habibie dan Ainun. Penyebabnya adalah proses pendalaman karakter yang lebih rumit.

Untuk Habibie dan Ainun, Reza pernah melihat langsung seperti apa hubungan Habibie dan Ainun --sang istri-- sebelum mangkat pada 2010. Sementara dalam {rudi habibie} yang mengisahkan masa muda Habibie di Jerman, Reza cuma bisa mendengar ceritanya.

"Rekam visualnya tidak ada. Jadi ada interpretasi yang harus dibuat ulang oleh saya. Rekonstruksi sendiri untuk menghidupkan tokoh tersebut. Jadi, tantangannya lebih sulit malah," ungkap Reza.

Keberhasilan Reza pada APFF juga mendapat ucapan selamat dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Bahkan Ani, sapaan akrab ibu menteri, lewat akun Instagram-nya juga memberi selamat kepada Tya Subiakto Satrio yang memenangi Penata Musik Terbaik.

Saya senang sekali mendapatkan informasi tentang prestasi Indonesia dalam kancah Asia-Pacific Film Festival ke-57 yang diselenggarakan di Phnom Penh, Kamboja. Selamat kepada aktor Reza Rahadian yang meraih penghargaan sebagai Best Actor dan pemusik Tya Subiakto dengan penghargaan berupa Penata Musik Terbaik; keduanya diperoleh dari film Rudy Habibie. Saya ikut bangga dengan capaian-capaian dari anak-anak bangsa yang mengharumkan nama Indonesia. Teladan ini menginspirasi siapa saja untuk selalu mau berbuat dan berambisi mencapai reputasi dan prestasi terbaik yang dapat mengangkat nama baik dan martabat negara Indonesia yang sungguh kita cintai. Untuk Indonesia yang lebih baik dan bermartabat - selamat sekali lagi..!

A post shared by Sri Mulyani Indrawati (@smindrawati) on

Tya Subiakto belum pernah dapat Citra

Reza memang tidak sendiri. Racikan musik Tya, 38, untuk {rudi habibie} juga diakui APFF.

Berbeda dengan Reza, Tya justru belum pernah memenangi Piala Citra. Namun ia berprestasi di luar negeri. "Itu menjadi sebuah hal yang tidak masuk akal dan di luar dugaan sekali. Ini memang hadiah dari Tuhan," ungkapnya kepada Beritasatu.com.

Yang jelas kesuksesan ini adalah mimpinya sejak kecil. Tya menceritakan cita-citanya menjadi komposer muncul saat menonton film E.T dengan musik gubahan John William.

"...saya langsung mengatakan kepada mama saya, Someday I wanna be like him. Dari sanalah saya berkeras hati untuk menjalankan cita-cita saya ini," ungkap Tya.

Kariernya dalam mengisi musik film dimulai dari Sang Dewi (2007), drama yang dibintangi Volland Humonggio dan Sabai Morscheck.

Tahun berikutnya, sutradara kondang Hanung Bramantyo memercayakan urusan musik untuk film laris Ayat-Ayat Cinta kepada Tya. Hingga kini, Tya sudah mengisi musik untuk 56 film Indonesia, termasuk film terbaru Nyai Ahmad Dahlan yang akan tayang bulan ini.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR