Makna kemenangan di Asia-Pacific Film Festival bagi Reza Rahadian

Reza Rahadian (kiri) dan BJ Habibie dalam acara syukuran kemenangan film Rudy Habibie di Restorante de Valentino, Jakarta Selatan (8/8/2017)
Reza Rahadian (kiri) dan BJ Habibie dalam acara syukuran kemenangan film Rudy Habibie di Restorante de Valentino, Jakarta Selatan (8/8/2017) | Andi Baso Djaya/Beritagar.id

Menjadi aktor yang kerap merebut penghargaan di berbagai ajang festival film tidak membuat Reza Rahadian (30) jemawa. Prestasi terbarunya adalah menang di kategori "Best Actor" dalam 57th Asia-Pacific Film Festival (APFF) yang berlangsung di Pnom Penh, Kamboja, 28-30 Juli 2017.

Penghargaan yang baru pertama kali diperoleh Reza, juga oleh aktor Indonesia, diberikan menyusul akting memikatnya dalam film Rudy Habibie (2016).

Dalam acara syukuran kemenangan tersebut yang diselenggarakan MD Pictures di Restorante de Valentino, Setia Budi Selatan, Jakarta Selatan (8/8), pria yang menyandang nama marga Matulessy itu mendedikasikannya untuk masyarakat film Indonesia.

"Semoga masyarakat bisa ikut berbahagia atas apa yang telah kami capai ini," kata Reza sambil menatap ke arah Tya Subiakto yang duduk tak jauh di sampingnya. Tya (38) juga kebagian piala sebagai "Best Music".

Film Rudy Habibie total mengantongi empat nomine dalam acara penghargaan yang diinisiasi oleh Badan Direktur Federasi Produser Film di Asia-Pasifik tersebut.

Dua kategori lainnya adalah "Best Film" (dimenangkan Unnamed dari Bangladesh) dan "Best Art Director" (Anelia Bozinovska dari film Life Class asal Australia).

"Saya bersyukur mendapatkan apresiasi dari APFF lewat salah satu film yang menjadi momentum bersejarah dalam kehidupan saya selama melakukan proses berkarier, berkarya, dan berkreativitas," kata Reza menjawab pertanyaan Beritagar.id soal arti kemenangannya kali ini.

Bagi Reza yang telah mengantongi empat Piala Citra dari Festival Film Indonesia, memenangkan sebuah penghargaan bukan akhir dari segalanya. Justru ia terlecut merespons prestasi tersebut dengan memberi penampilan yang lebih baik.

Salah satu nilai yang ia tanam dalam dirinya adalah tidak pernah merasa cepat puas. Pasalnya aktor merupakan sebuah profesi yang menutut untuk terus menerus belajar melengkapi diri.

"Dalam seni peran, proses belajarnya enggak ada habisnya. Selalu ada kehidupan-kehidupan baru yang bisa kita potret dalam sebuah film. Sehingga menjadikan aktor perlu untuk selalu belajar seperti halnya ketika saya mendalami peran saya sebagai BJ Habibie," tambahnya.

Aktor kelahiran Bogor, 5 Maret 1987, yang telah bermain dalam lebih dari 40 film itu menganggap bahwa setiap peran adalah ladang pembelajaran.

"Hal-hal baru yang ditawarkan setiap film membuat saya otomatis juga belajar banyak hal baru. Oleh karena itu, saya menganggap setiap peran tersebut sudah menjadi bagian dari saya sebagai seorang aktor," kata narator versi Bahasa Indonesia dari film dokumenter Banda: the Dark Forgotten Trail ini.

"Semoga ke depan saya bisa terus memberikan kemampuan terbaik dan memberikan penampilan yang prima sehingga masyarakat film Indonesia bisa menikmatinya," pungkasnya.

Tya yang duduk tak jauh dari posisi Reza ikut menambahkan bahwa kemenangan mereka dalam ajang internasional ini merupakan kado ulang tahun ke-72 Republik Indonesia.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR