PIALA OSCAR

Roma dan The Favourite jadi favorit Oscar 2019

Adegan dari Roma (kanan) dan The Favourite menampilkan aktris Yalitza Aparicio dan Olivia Colman
Adegan dari Roma (kanan) dan The Favourite menampilkan aktris Yalitza Aparicio dan Olivia Colman | Netflix, Fox Searchlight Pictures

Para nomine untuk Academy Awards ke-91 telah diumumkan pada Selasa malam (22/1/2019) WIB. Film Roma dan The Favourite menyumbang nomine terbanyak, masing-masing 10 buah sehingga menjadi unggulan juara.

Dua film ini akan bertempur dalam nyaris semua kategori penting. Yaitu Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Naskah Orisinal Terbaik, Aktris Terbaik, dan Aktris Pendukung Terbaik. Dua film ini tidak masuk nomine Aktor dan Aktor Pendukung Terbaik, sebab Roma dan The Favourite adalah film yang berisi tentang perempuan.

Roma adalah kisah humanisme yang terinspirasi dari masa kecil sutradaranya, Alfonso Cuaron. Berlatar Meksiko pada 1970-an, film berformat hitam putih ini mengisahkan Cleo (Yalitza Aparicio), perempuan asisten rumah tangga yang bekerja untuk Sofia (Marina de Tavira) dan keluarganya di wilayah Roma, kota di Meksiko bukan di Italia.

Sementara The Favourite berlatar Kerajaan Inggris pada awal abad ke-18. Ratu Anne (Olivia Colman) naik takhta meski dirinya perempuan muda nan rapuh.

Ia didampingi temannya, Lady Sarah (Rachel Weisz), dan Abigail (Emma Stone), pelayan baru yang berambisi menjadi favorit sang Ratu.

Aparicio dan Colman menjadi nomine Aktris Terbaik. Sementara De Tavira, Weisz, dan Stone akan bersaing untuk menjadi Aktris Pendukung Terbaik.

Meski berkisah tentang para perempuan seperti halnya Roma, The Favourite juga digarap lelaki sutradara. The Favourite dibesut oleh Yorgos Lanthimos, sineas asal Yunani yang pernah dinominasikan sebagai Penulis Naskah Orisinal Terbaik lewat The Lobster (2015).

Nama Cuaron sebagai sutradara Roma bisa dibilang jauh lebih mentereng. Lelaki asli Meksiko ini memenangi dua Oscar lewat Gravity (2013) pada kategori Sutradara dan Penyunting Terbaik.

Berkat Roma, Cuaron bahkan dinominasikan dalam empat kategori sekaligus. Masing-masing Sutradara Terbaik, Film Terbaik (bersama Gabriela Rodriguez), Naskah Orisinal Terbaik, dan Sinematografi Terbaik.

Maklum, ia bertindak sekaligus sebagai sutradara, produser, penulis naskah, dan penata kamera dalam film yang menggunakan bahasa Spanyol dan bahasa Mixtec (dengan teks Spanyol) sebagai lisan utama ini.

Roma juga menyamai prestasi Crouching Tiger, Hidden Dragon (2000) yang dinominasikan dalam 10 kategori dan memecahkan rekor sebagai film berbahasa non-Inggris dengan jumlah nomine terbanyak, termasuk kategori Film Terbaik.

Meski begitu, bisa jadi Roma juga mengulang kegagalan film berbahasa Mandarin itu yang cuma memenangi Film Berbahasa Asing Terbaik, tapi gagal menjadi Film Terbaik. Apalagi selain faktor bahasa, Roma punya penghalang lain berupa pemutarannya nyaris eksklusif hanya melalui platform pengaliran video Netflix -- bukan bioskop tradisional.

Kandidat Film Terbaik Oscar 2019 melibatatkan enam film lainnya. Jumlah ini hampir mengulang Oscar tahun lalu ketika menampilkan sembilan kandidat Film Terbaik.

Roma dan The Favourite akan bersaing dengan Black Panther, BlacKkKlansman, Bohemian Rhapsody, Green Book, A Star is Born, dan Vice.

Bohemian Rhapsody dan Green Book mungkin akan jadi pengganjal terbesar untuk Roma dan The Favourite. Kebetulan, keduanya menghadirkan kejutan dalam ajang Golden Globe ke-76 yang digelar pada Desember 2018.

Bohemian Rhapsody yang mengisahkan vokalis Queen Freddie Mercury menjadi Film Drama Terbaik, sementara Green Book yang berkisah soal persahabatan dua lelaki beda ras dan latar belakang menjadi Film Musikal/Komedi Terbaik.

Judul-judul lain juga tak bisa dianggap remeh. Black Panther adalah film superhero pertama yang menjadi nomine Film Terbaik. Kisah BlacKkKlansman tentang juga menjadi nilai plus bagi para juri Oscar karena berkisah tentang rasialisme yang dipandang relevan saat ini.

Relevansi juga ada dalam Vice, yang menelanjangi dunia politik AS lewat penampilan Christian Bale sebagai Dick Cheney, Wapres AS periode 2000-2008.

Sementara, A Star is Born adalah formula klasik film pemenang Oscar — beraroma musikal, kisah tentang mimpi seorang calon bintang dibumbui akting bagus dari aktor-aktris utama sebagai motor penggeraknya.

Siapa pemenangnya baru terungkap dalam malam pengumuman Oscar 2019 yang digelar di Los Angeles, AS, Minggu, 24 Februari, waktu setempat.

Persaingan lainnya

Dalam malam pengumuman nomine, ada beberapa hal menarik selain persaingan yang akan muncul antara Roma dan The Favourite. Misalnya pada kategori Aktris Utama Terbaik antara Glenn Close (dari film The Wife) melawan Lady Gaga (A Star is Born).

Persaingan mereka bakal unik. Usia mereka terpaut jauh; Close sudah 71 sementara Gaga baru 32.

Close sudah enam kali menjadi nomine -- tiga di antaranya dalam Aktris Utama Terbaik — meski tak pernah memenanginya. Sementara ini nomine pertama bagi Lady Gaga yang sejatinya berprofesi sebagai penyanyi.

Jadi, Close adalah aktris kawakan nan disegani di Hollywood, sedangkan Gaga adalah pendatang baru karena ia baru aktif menjadi aktris dalam dua-tiga tahun belakangan. Bahkan, A Star is Born adalah film layar lebar pertama yang menampilkannya sebagai aktris utama.

Dalam Golden Globe, Close mengalahkan Gaga. Kini dalam Oscar mereka akan bersaing melawan Yalitza Aparicio (Roma), Olivia Colman (The Favourite), dan Melissa McCarthy (Can You Ever Forgive Me?).

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR