FILM HOLLYWOOD

Sanjung puji untuk film Joker

Joaquin Phoenix menandatangani poster film Joker saat melintasi karpet merah dalam ajang Venice Film Festival di Italia (31/8/2019)
Joaquin Phoenix menandatangani poster film Joker saat melintasi karpet merah dalam ajang Venice Film Festival di Italia (31/8/2019) | Ettore Ferrari/EPA

Aplaus sepanjang delapan menit didapatkan Joker kelar diputar dalam ajang Venice Film Festival (31/8/2019). Menyitir deadline.com, para penonton juga meneriakkan kata “bravo” berulang kali sebagai bentuk sanjungan lain.

Venice, salah satu kota di Italia, mengadakan film festival berkelas internasional sejak 1932, alias tertua di dunia yang sampai hari ini masih rutin berjalan.

Reputasinya sebagai festival film paling bergengsi di dunia hanya disamai oleh Cannes Film Festival, Berlin International Film Festival, Sundance Film Festival, dan Toronto International Film Festival. Lima festival film tersebut mendapat julukan “Big Five”.

Berbagai sanjung puji juga datang dari para kritikus film yang oleh Rotten Tomatoes mendapat cap sebagai “top critics”.

Semisal David Rooney dari Hollywood Reporter yang menulis bahwa Joaquin Phoenix adalah kekuatan utama film Joker. Membuatnya menjadi entri berbeda dibandingkan film-film adaptasi komik lain yang pernah ada di Hollywood.

Owen Gleiberman sebagai Chief Film Critic di Variety tak kurang juga menyanjung performa akting Phoenix memerankan Joker.

“Ia tampil mencengangkan dari seorang sakit jiwa lalu bertransformasi menjadi badut pembunuh bernama Joker. Sebuah drama tentang moralitas yang memesona,” tulis Gleiberman.

Justin Chang dari Los Angeles Times menyebut Joker adalah kisah yang gelap, penuh perenungan, dan dapat diterima secara psikologis. Oleh karenanya berhasil memberikan nyawa pada karakter kartun yang sosiopat ini.

Konsesus dari para kritikus film menyebut bahwa Joker yang diarahkan Todd Phillips ibarat The Dark Knight-nya Cristopher Nolan. Berani melangkah keluar dari film-film bergenre pahlawan super lainnya. Seolah bukan film yang tokoh utamanya diadaptasi dari komik.

Alhasil banyak yang menjagokan Phoenix sebagai kandidat kuat peraih gelar “Aktor Terbaik” dalam ajang Academy Awards yang berlangsung 9 Februari 2020.

Cara Phoenix membawakan karakter Joker bahkan disebut-sebut melebihi beberapa aktor pendahulunya yang pernah memerankan tokoh ikonis yang menjadi musuh Batman ini. Termasuk penampilan gemilang mendiang Heath Ledger ketika berperan sebagai Joker dalam film The Dark Knight.

Phoenix berhasil memberikan pencapaian luar biasa yang membuat penonton tercengang. “Kedalaman fisik dan emosionalnya menakjubkan. Salah satu mahakarya dari genre superhero, dan salah satu pencapaian terbesar tahun ini,” tulis Mark Hughes dalam laman web Forbes.

Dalam sesi tanya jawab dengan jurnalis di Venice Film Festival, aktor yang sudah tiga kali menjadi nomine aktor terbaik di Academy Awards itu mengungkap alasannya menerima peran sebagai Joker.

“Karakternya sungguh tidak bisa diprediksi. Apa yang terjadi pada dirinya hari ini, berubah drastis keesokan harinya. Semakin hari semakin berbeda. Terus berkembang. Saya tidak pernah memiliki pengalaman seperti itu. Dan bagi saya itu sangat mengasyikkan untuk dimainkan,” ungkap Phoenix.

Film yang didistribusikan Warner Bros. Pictures ini dijadwalkan tayang secara umum di pasar domestik Amerika Serikat mulai 4 Oktober 2019. Penonton film di Indonesia beruntung bisa menyaksikannya dua hari lebih cepat melalui jaringan bioskop tanah air.

Sebelum tayang umum, film yang juga digawangi Robert De Niro, Zazie Beetz, Frances Conroy, Brett Cullen, dan Alfred Pennyworth ini sekali lagi akan tayang di festival film bergengsi, tepatnya di Toronto International Film Festival, yang juga mengundang film Gundala.

Film Joker mengisi slot “Gala Presentations” dijadwalkan tayang tiga kali, masing-masing di Roy Thomson Hall (9/9), Visa Screening Room di Princess of Wales Theatre (10/9), dan Scotiabank Theatre (13/9).

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR