Shia LaBaeouf kembali ke medan perang

Shia LaBeouf (kiri) dan Kate Mara saat pemutaran perdana film Man Down di ArcLight Cinemas Hollywood, Los Angeles (30-11-2016)
Shia LaBeouf (kiri) dan Kate Mara saat pemutaran perdana film Man Down di ArcLight Cinemas Hollywood, Los Angeles (30-11-2016)
© Chris Pizzello/AP Photo

Cukup lama akting Shia LaBaeouf absen menghiasi layar bioskop di Indonesia. Terakhir ia muncul sebagai Boyd Swan dalam film Fury (2014) yang berlatar Perang Dunia II.

Mulai hari ini (17/2/2017), para penggemar dapat kembali menyaksikan LaBaeouf lewat Man Down yang lagi-lagi berlatar perang.

Film garapan Dito Montiel (51) itu sebenarnya tayang sejak 2 Desember 2016 di Amerika Serikat. Jive Entertainment, salah satu importir film asing, kemudian memboyong film distribusi Lionsgate Premiere ini untuk mengisi layar di jaringan bioskop CGV Cinemas, Cinemaxx Theater, dan Platinum Cineplex.

Beritagar.id bersama beberapa media lain beruntung menyaksikan film tersebut di CGV Cinemas, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, sehari sebelum penayangan perdananya di Indonesia lantaran mendapat undangan.

Hasilnya, meski sama-sama mengambil setting perang, adegan peluru berdesing dan dentuman bom bukan jualan utama Man Down.

Beda dengan Fury arahan David Ayer yang memberikan lebih banyak porsi pada adegan tembak-tembakan.

Saat menghadiri acara bincang-bincang "Jimmy Kimmel Show", LaBaeouf (30) memang lebih senang mendeskripsikan Man Down sebagai film drama.

"Menyebut Man Down sebagai film perang sebenarnya kurang tepat. Ini tentang prajurit yang punya pengalaman traumatis setelah bertugas di medan perang. Sedikit mirip dengan Memento dan Coming Home," jelas LaBaeouf.

Dalam film Man Down yang berasal dari istilah kemiliteran untuk menjelaskan prajurit yang tersungkur, LaBaeouf memerankan tokoh Gabriel Drummer, anggota United States Marine Corps yang pulang ke rumah usai bertugas di Afganistan.

Sesampainya di rumah, Drummer yang mengalami post-traumatic stress disorder harus menerima kenyataan bahwa istri (diperankan Kate Mara) dan putra semata wayangnya (Charlie Shotwell) telah menghilang.

Bersama Devin Roberts (Jai Courtney), sesama prajurit yang bertugas di Afganistan, Drummer bertualang mencari keberadaan istri dan anaknya berdasarkan sedikit informasi dari Charles (Clifton Collins, Jr.).

Selama 90 menit, Montiel yang sebelumnya menyutradarai film The Son of No One (2011) dan Empire State (2013) mengajak penonton menelusuri kisah perjuangan Drummer dengan alur maju mundur.

Kate menyebut bahwa Man Down sangat relevan dengan kondisi sekarang. Oleh karena itu, ia tak ragu menyatakan kesediaan untuk ikut ambil bagian.

"Selain itu saya belum pernah memainkan karakter seperti ini sebelumnya. Alasan lain, sudah lama saya ingin bekerja sama dengan Shia dan Dito. Berkolaborasi dengan mereka sungguh pengalaman yang luar biasa," jelas Kate (33), kakak aktris Rooney Mara.

Naskah film yang ditulis Adam G. Simon juga membuat Kate jatuh hati. "Saya suka ide film ini yang menggambarkan bagaimana pengorbanan seorang istri merelakan suaminya pergi ke medan perang untuk menunaikan tugas negara. Hormat saya kepada para istri yang melakukannya," kata Kate dalam laman wwd.com (30/11/2016).

Menurut pengakuan Montiel kepada shockya.com, ketika naskah Man Down rampung, sosok LaBaeouf yang pernah ia arahkan dalam film A Guide to Recognizing Your Saints (2006) langsung terbayang sebagai pemeran paling pas untuk tokoh Drummer.

Beberapa jam setelah mengirimi LaBaeouf naskah via surel, sang aktor langsung membalas setuju terlibat. Respons nan cepat juga datang dari Kate dan Gary Oldman (pemeran Captain Peyton).

"Mereka semua adalah aktor hebat. Tentu saja ada rasa senang luar biasa ketika berhasil menyatukan mereka semua dalam satu film," pungkas Montiel.

Man Down (2016 Movie) – Official Clip
© Lionsgate Movies
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.