Si Unyil baru akan disajikan dalam animasi 3D

Pengambilan gambar film Si Unyil di Studio Pusat Produksi Film Negara, Jakarta (1981)
Pengambilan gambar film Si Unyil di Studio Pusat Produksi Film Negara, Jakarta (1981) | Eddy Herwanto/Tempo

Serial televisi Si Unyil, yang populer pada dekade 1980-an, akan kembali tayang dengan sentuhan teknologi anyar. Hasil kreasi Suyadi (1932-2015), alias Pak Raden, itu pada awalnya disajikan dalam bentuk pertunjukan boneka (puppet show), namun versi terbaru bakal hadir dalam bentuk animasi tiga dimensi (3D) dengan sedikit penambahan judul menjadi Petualangan Si Unyil.

"Sebagai bagian dari generasi yang tumbuh dan besar bersama Si Unyil, saya mengharapkan serial animasi Petualangan Si Unyil bisa menjadi contoh untuk anak-anak Indonesia yang telah kehilangan role model," kata Direktur Utama Produksi Film Negara (PFN), Shelvy Arifin, dikutip Republika, Rabu (17/2/2016).

Produksi Petualangan Si Unyil ini juga menjadi awal kerja sama antara dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PFN dan PT Telkom Indonesia.

"Petualangan Si Unyil dalam format animasi 3D ini diselenggarakan oleh Kementerian BUMN. Ini sebagai bentuk sinergi antar BUMN, khususnya Telkom dan PFN," jelas Direktur Innovation and Strategic Portfolio Telkom Indra Utoyo dilansir Jawa Pos.

Penandatanganan kerja sama antara PFN dengan PT Telkom dalam pembuatan serial animasi 3D Petualangan Si Unyil di kantor Kementerian BUMN, Jakarta (17/2/2016)
Penandatanganan kerja sama antara PFN dengan PT Telkom dalam pembuatan serial animasi 3D Petualangan Si Unyil di kantor Kementerian BUMN, Jakarta (17/2/2016) | Muhammad Adimaja/Antara Foto

Proses pembuatannya melibatkan sejumlah produsen film animasi dan animator yang tergabung dalam AINAKI (Asosiasi Industri Animasi dan Konten Indonesia). Kolektif pembuat konten animasi yang berdiri sejak 2004 itu terdiri dari Castle Production, TPI Animation Studio, Rumah Animasi Indonesia, Digital Global Maxinema, dan Manimonki Studios.

Bersama-sama mereka telah melahirkan beberapa serial animasi, antara lain Songgo Rubuh (Digital Global Maxinema), Sumahan Super Hero (TPI Animation), serta Kabayan (Castle Production).

Daryl Wilson mewakili AINAKI mengaku tertantang mengerjakan proyek ini. Pasalnya dalam industri animasi Indonesia, mereka belum memiliki satu tokoh terkenal yang bisa diangkat dan langsung diterima oleh pasar. Petualangan Si Unyil diharapkan mampu "memecahkan telur" tersebut.

Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Ricky Josep Pesik kepada Antaranews mengaku sangat mendukung proyek ini. Petualangan Si Unyil dalam format 3D disebutnya akan memberikan efek positif pada perkembangan bisnis sektor kreatif.

Pasalnya, bukan hanya bisnis animasi yang nantinya mendapat faedah, tapi juga mencakup sektor bisnis konten berbasis Information Technology (IT) alias teknologi informasi.

Serial yang total biaya produksinya mencapai Rp6,5 miliar-Rp7,8 miliar bercerita tentang persahabatan dan keriangan dunia anak-anak. Untuk musim pertama telah disiapkan 13 episode dengan durasi masing-masing sekitar 22 menit. Episode perdana dijadwalkan tayang mulai 17 Agustus 2016.

Untuk sementara serial animasi ini hanya tayang di televisi berbayar Usee TV yang terintegrasi dengan jaringan televisi satelit Telkom, IndiHome. Pun demikian, PFN berusaha menjajaki kerja sama dengan beberapa stasiun televisi nasional agar serial ini dapat dinikmati lebih banyak penonton.

"Petualangan Si Unyil akan diproduksi sampai tiga musim penayangan. Satu season ditargetkan tayang dalam waktu setahun. Dalam waktu tiga tahun kami juga berencana membuat versi layar lebarnya," pungkas Shelvy.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR