KONSER

Sihir Guns N' Roses di Gelora Bung Karno

Axl Rose dalam konser Guns N' Roses di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta (8/11/2018).
Axl Rose dalam konser Guns N' Roses di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta (8/11/2018). | Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

Koor dari puluhan ribu manusia bergema di sudut-sudut Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada Kamis malam (8/11/2018). Mereka mengikuti pekikan vokal Axl Rose yang beraksi di atas panggung bersama band-nya, Guns N’ Roses (GNR).

It's good to be back. Its good to see you again. Thank you for coming now!” ujar Axl di pertengahan konser. Perhelatan yang menjadi bagian dari tur Not in This Lifetime ini merupakan kali kedua bagi GNR manggung di Jakarta setelah 2012 dalam rangka tur Appetite for Democracy.

Suara sang vokalis sudah tak seperti dulu, terutama jika dibandingkan dalam masa kejayaannya pada akhir 1980-an dan awal 1990-an. Beberapa penonton pun berkomentar miring.

"Suaranya sudah payah, kayak Ahmad Albar," ujar seorang penonton. Rekannya menyahut, “Yah, sudah tua, bro!”

Usia Axl sudah 56 tahun. Namun, ia masih energik. Beberapa kali ia berlarian. Dari ujung panggung, ia lari menuju rekan-rekan segrupnya malam itu; Duff McKagan (bass), Slash (lead guitar), Dizzy Reed (keyboard), Richard Fortus (gitar), Frank Ferrer (drum), dan Melissa Reese (keyboard).

Dalam lagu pertama "It’s So Easy" yang dimulai pada pukul 20.13 WIB -- molor dari jadwal awal pukul 20.00 WIB, Axl melakukan gerakan khasnya, mengacungkan jari tengah. Selain aksi teatrikal itu, penyanyi bernama asli William Bruce Rose Jr. ini relatif jarang berinteraksi dengan penonton.

Satu lagi kalimat Axl yang agak panjang kepada hadirin adalah saat dia memperkenalkan satu persatu para anggota band, diakhiri dengan, "This is the quiet and shy, Slash!"

Gitaris bernama Saul Hudson itu adalah bintang konser GNR di Jakarta. Maklum, Slash tak hadir pada konser pertama di Jakarta (2012).

Ketika itu, Slash keluar dari GNR pada 1996 karena pertikaian internal dengan anggota band, termasuk Axl. Slash kembali bergabung pada 2016 bersama McKagan, personel awal lain GNR.

Saat konser Slash mengenakan kaus hitam tanpa lengan bergambar dinosaurus. Tapi tak seperti makhluk purba yang telah punah itu, masa kejayaan Slash belum lewat.

Beberapa kali Slash memamerkan kemampuannya ketika melakukan solo. Salah satunya saat sayatan gitarnya meng-cover lagu "Speak Softly, Love", lagu tema film The Godfather (1972).

Suasana konser menggila saat GNR memainkan lagu terpopulernya, "November Rain". Saat Slash melakukan solo di bagian terakhir, penonton makin tak karuan. Ada yang melakukan headbanging sambil menghentak-hentakkan kaki. Ada satu penonton yang melakukan gerakan menyembah, memberi pujian setinggi langit kepada sang dewa gitar.

Sebetulnya, tak semua penonton terbilang antusias. Sebagian dari mereka yang berada di bagian terdekat dengan pintu gerbang terlihat lebih sibuk dengan ponselnya.

Beberapa lagu sebelum konser usai, sejumlah besar penonton pulang. Ada beberapa faktor penyebab; pertama langit mendung. Beberapa kali kilat menyambar.

Saat awal dan akhir konser, gerimis mulai turun dan muncul komentar bahwa ini bukti keberhasilan pawang hujan. Sayangnya, hujan justru tidak turun saat GNR memainkan "November Rain".

Faktor kedua adalah durasi konser yang sangat panjang, nyaris mencapai tiga jam. Total, GNR memainkan 25 lagu dalam acara yang dipromotori UnUsUaL Entertainment dan TEM ini.

Meski ada yang kurang antusias, sebagian besar penonton rupanya tetap mencintai Axl dan kawan-kawan.

Setelah lagu "Night Train", panggung digelapkan dan hadirin meminta encore yang "dituruti" oleh GNR. "Night Train" memang bukan lagu terakhir karena menurut setlist yang diperoleh Beritagar.id sebelum konser, lagu paling akhir adalah "Paradise City".

Dalam bagian akhir lagu tersebut, Slash memainkan gitar di belakang punggungnya, diiringi tembakan confetti dari panitia; pertanda konser benar-benar telah usai pada pukul 23.08 WIB.

BACA JUGA