FILM HOLLYWOOD

Sony dan Marvel rujuk lagi menggarap Spider-Man 3

Tom Holland akhirnya bisa kembali beraksi sebagai Spider-Man dalam MCU
Tom Holland akhirnya bisa kembali beraksi sebagai Spider-Man dalam MCU | Etienne Laurent/EPA

Cukup sebulan saja Sony Pictures dan Marvel Studios menyatakan pecah kongsi dalam menggarap film Spider-Man 3. Dilaporkan Hollywood Reporter (27/9/2019), dua studio film raksasa tersebut sudah rujuk kembali.

Dengan demikian, tentu saja Kevin Feige, bos Marvel Studios, kembali menduduki kursi produser berdampingan dengan Amy Pascal. Pun dengan Jon Watts yang dikabarkan kembali menjadi sutradara meskipun sebelumnya sempat dinyatakan hengkang.

“Saya mewakili Marvel Studios senang karena kesepakatan terbaru ini membuat perjalanan Spidey bersama Marvel Cinematic Universe terus berlanjut,” kata Feige.

Pascal tak kalah gembira. “Ini kesepakatan luar biasa. Akhirnya kami bisa bekerja sama lagi melanjutkan perjalanan Peter Parker yang sejak Far From Home telah berubah secara dramatis,” ujarnya dilansir dalam laman Variety.

Seperti halnya penyebab keretakan kerja sama mereka sebelumnya, faktor yang membuat dua perusahaan ini kembali bergandengan tangan juga tak jauh dari urusan keuangan.

Faktor yang kemudian menjadi pembahasan utama saat kedua belah pihak melakukan negosiasi baru yang berlangsung Kamis (26/9) malam waktu setempat.

Mereka yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah Feige, Tom Rothman (Chairman Sony Pictures), serta Alan Horn dan Alan Bergman selaku Co-Chairman Walt Disney Studios.

Hasil dari negosiasi tersebut menyepakati pembagian yang lebih besar untuk Marvel dibandingkan dua film solo Spider-Man terdahulu.

Dalam kontrak sebelumnya yang berlaku untuk film Homecoming (2017) dan Far from Home (2019), Marvel hanya mengantongi 5% first-dolar gross alias profit bruto pertama yang diterima Sony --ini berbeda dengan skema pendapatan kotor hasil dari box office yang jumlahnya masih harus dibagi dua dengan ekshibitor.

Besaran tersebut yang kemudian membuat pihak Marvel, juga Disney sebagai perusahaan induk, berupaya untuk merundingkannya kembali agar pembagian untuk mereka menjadi lebih tinggi.

Terkait kenaikan persentase yang diinginkan pihak Marvel dan Disney, ada dua versi laporan yang beredar di media massa.

Pertama skema pembagian keuntungan sama rata alias 50:50. Versi lain menyebutkan hanya 30%.

Berapa pun angka tersebut, Sony melalui dua pejabat terasnya, Rothman dan Tony Vinciquerra (Direktur Utama Sony Pictures), menyatakan tidak bersedia mengabulkan.

Lantaran tidak menemukan titik temu, Sony dan Marvel memutuskan pisah jalan. Film Spider-Man 3 tetap akan diproduksi sendiri oleh Sony tanpa campur tangan Feige. Imbasnya, Spidey terdepak dari jagat sinematiknya Marvel.

Ternyata itu hanya berlangsung sementara. Entah siapa yang duluan memulai, proses negosiasi ulang kembali berlangsung.

Nota kesepakatan baru yang telah mereka teken mewajibkan Sony membagi sekitar 25% dari laba kotor pertama yang mereka terima hasil perilisan Spider-Man 3. Film tersebut dijadwalkan tayang 16 Juli 2021.

Sebaliknya, aksi sang laba-laba merah kembali dapat disaksikan dalam satu film MCU lagi. Tidak dijelaskan film MCU mana yang nantinya akan menghadirkan Spidey.

Disebutkan juga bahwa Marvel akan menanggung seperempat dari total ongkos produksi film. Dari sisi merchandising, tak ada yang berubah. Marvel tetap memegang kendali penuh.

"Spider-Man adalah ikon yang kisahnya melintasi segala usia di seluruh dunia. Dia juga menjadi satu-satunya pahlawan super yang memiliki kekuatan untuk melintasi alam semesta sinematik. Kalian tidak akan pernah tahu kejutan apa yang mungkin terjadi di masa depan,” pungkas Fiege yang memancing rasa penasaran.

View this post on Instagram

😏

A post shared by Tom Holland (@tomholland2013) on

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR