Sosok Mama di balik kesuksesan Yabes Roni

Mama Yabes Sepriana Malaifani
Mama Yabes Sepriana Malaifani | Swastika Nohara

Orang bijak berujar, selalu ada sosok perempuan kuat di balik kesuksesan seorang lelaki. Itu terjadi pada Yabes Roni Malaifani, pemain timnas U19 Indonesia asal Kalabahi, Pulau Alor, NTT. Keberhasilan pemain berusia 19 tahun ini tak lepas dari peran ibunda bernama Sepriana Malaifani.

Tim periset Garuda 19, film yang akan rilis pada 9 Oktober nanti, menemui Mama Yabes -- sebutan akrabnya -- di Desa Moru, Kalabahi, pada awal 2014. Dari Mama diketahui Yabes, yang telah ditinggal meninggal ayahnya saat berusia empat tahun, menyenangi sepak bola sejak kecil. Itu sebabnya Mama tak pernah mematikan cita-cita Yabes menjadi pemain sepak bola.

Mama ingat ketika Yabes, satu dari tiga bersaudara, minta dibelikan sepatu bola saat masih kelas 4 SD. Kala itu, harga sepatu bola Rp165 ribu setara dengan satu sak beras untuk makan satu keluarga selama dua bulan. Padahal uang pensiunan mendiang suaminya hanya Rp200 ribu per bulan.

"Kalau mama beli sepatu bola itu, kita tidak bisa beli beras. Apa kau mau selama dua bulan tidak makan nasi?" tanya Mama pada Yabes. Namun karena tekad Yabes begitu kuat, dia sanggup melupakan beras dan hanya bisa makan jagung, singkong, serta umbi-umbian selama dua bulan ke depan. Bagi Yabes, yang penting punya sepatu bola tercapai.

Kini Yabes sudah memiliki sepatu bernilai jauh lebih mahal layaknya pemain profesional. Adapun sepatu bola kenangan Yabes disimpan di SD Moru. Inilah tradisi menyumbang sepatu bola dari dan anak Alor ke SD Moru agar bisa digunakan secara bergantian.

Selama mengasuh Yabes, Mama punya dua pantangan yang tak boleh dilanggar. Yakni, dilarang merokok dan minum sopi atau moke -- tuak tradisional Alor. Bahkan diminta tolong membelikan rokok atau sopi ke warung oleh tetangganya pun dilarang oleh Mama. Pantangan ini nyaris tak pernah dilanggar Yabes.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR