FILM HOLLYWOOD

Spielberg anggap Netflix tak pantas masuk Oscar

Sineas Steven Spielberg berpose saat menghadiri peluncuran film Ready Player One di Los Angeles, Amerika Serikat (26/3/2018).
Sineas Steven Spielberg berpose saat menghadiri peluncuran film Ready Player One di Los Angeles, Amerika Serikat (26/3/2018). | Nina Prommer /EPA-EFE

Sineas senior Steven Spielberg kembali menyatakan perlawanan terhadap Netflix. Ia menganggap film-film buatan platform pengaliran film (streaming) manasuka itu tak pantas bersaing dengan film-film bioskop dalam ajang Academy Awards (Piala Oscar).

"Steven memiliki pandangan kuat terhadap perbedaan antara pengaliran film dan bioskop," ujar seorang juru bicara Amblin, perusahaan milik Spielberg, kepada Indiewire, Kamis (28/2/2019). "Dia bakal senang jika yang lain mau bergabung dengannya dalam pertemuan para Board of Governor."

Board of Governor adalah kelompok petinggi cabang industri perfilman dalam Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS). Spielberg menjadi ketua pada cabang penyutradaraan.

Lelaki di balik film-film fiksi ilmiah legendaris seperti Jaws (1975), Close Encounters of The Third Kind (1977), dan Jurassic Park (1993) itu memang sudah lama kontra pada layanan pengaliran video.

"Sekali (film) Anda berkomitmen pada format televisi, film Anda adalah film televisi," ujar Spielberg pada Maret 2018. “Jika filmnya bagus, film itu pantas mendapatkan Piala Emmy, bukan Oscar.

"Saya tak percaya film yang tayang hanya di beberapa layar, dalam waktu kurang dari seminggu, pantas menjadi nomine Academy Award."

Pada Oscar teranyar, hal itu memang terjadi. Roma, film orisinal Netflix, mendapat tiga Oscar untuk kategori Film Berbahasa Asing Terbaik, Sutradara Terbaik, dan Sinematografi Terbaik. Film garapan sutradara Alfonso Cuaron ini bahkan jadi nomine Film Terbaik.

Syarat masuk nominasi Oscar adalah sebuah film harus tayang di bioskop dalam kurun waktu tertentu. Sementara Roma hanya tayang perdana selama tiga pekan dengan jumlah bioskop yang terbatas.

Selain mengakali syarat, ada beberapa hal lain yang jadi keluhan sejumlah studio besar Hollywood kepada AMPAS terkait masalah Roma.

Netflix dianggap menghamburkan uang terlampau besar untuk mengongkosi Roma masuk Oscar. Kemudian Netflix pun seolah menutupi karena enggan melaporkan penghasilan mereka dari setiap filmnya.

Netflix juga merilis Roma di layanannya tak sampai 90 hari setelah penayangan di bioskop. Untuk merilis format televisi dari sebuah film, baik itu keping DVD, Bluray, atau format digital, sebuah film harus menunggu 90 hari sejak filmnya tayang perdana di bioskop.

Industri film Hollywood memang tengah berada di persimpangan jalan. Pengaliran video semakin ramai. Bahkan beberapa studio besar seperti Disney dan Warner juga tengah menyiapkan layanan serupa Netflix.

Tahun depan, ada beberapa film Netflix yang kemungkinan besar mengikuti jejak Roma untuk meramaikan Oscar. Salah satunya adalah The Irishman, kisah kehidupan mafia Jimmy Hoffa yang akan disutradarai oleh Martin Scorsese, sineas pemenang Sutradara Terbaik lewat The Wolf of Wall Street (2013).

Kisah dari buku "I Heard You Paint Houses" karya Charles Brandt itu diadaptasi menjadi naskah oleh Steve Zaillian, yang juga pernah memenangi Oscar lewat Schindler’s List (1994). Film ini juga dipenuhi para aktor yang pernah memenangi Oscar seperti Al Pacino, Robert De Niro, dan Joe Pesci.

Tanggapan Netflix

Melalui jejaring sosial Twitter, Netflix menanggapi pendapat Spielberg. Mereka memang tak menyebutkan nama sang sutradara, tapi cuitan yang dirilis pada Senin (4/3) itu jelas menyentuh isu bioskop vs Netflix yang dibahas Spielberg.

"Kami mencintai bioskop," cuit Netflix. "Namun kami juga mencintai akses untuk orang yang tak selalu mampu membeli tiket bioskop atau tinggal di kota tanpa bioskop."

“(Kami suka) membiarkan setiap orang, di manapun menikmati film terbaru dalam satu waktu secara berbarengan. (Kami suka) memberi jalan kepada sineas untuk membagikan karya seni mereka. Hal-hal ini tidak saling eksklusif.”

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR