Star Wars: The Force Awakens seharga 181 kali The Raid

Sutradara J.J. Abrams (kedua dari kanan) bersama para pemain Star Wars The Force Awakens di Tokyo, Jepang (11/12/2015)
Sutradara J.J. Abrams (kedua dari kanan) bersama para pemain Star Wars The Force Awakens di Tokyo, Jepang (11/12/2015) | Kiyoshi Ota/EPA

Film Star Wars: The Force Awakens akan mulai tayang di bioskop Indonesia sekitar tiga hari lagi alias Jumat, 18 Desember 2015. Dengan melihat beberapa versi cuplikan film yang telah dirilis melalui YouTube, kita dapat menyimpulkan bahwa bagian ketujuh dari saga Star Wars itu memakan biaya fantastis. Bahkan setara dengan 181 kali pembuatan film The Raid (2011).

Menurut penuturan Alan F. Horn (72), Direktur Walt Disney Studios, ongkos yang harus dikeluarkan untuk memenuhi visi sutradara J.J. Abrams dalam menggarap film tersebut berada dalam kisaran USD175 juta (Rp2,4 triliun) hingga USD200 juta (Rp2,8 triliun).

Jika kita mengambil batas teratas seperti yang diungkapkan Horn tadi kepada The Guardian (23/4/2015), lantas mencocokkannya dengan ucapan Ario Sagantoro kepada Liputan6.com (20/12/2012), dana yang dialokasikan untuk Star Wars: The Force Awakens cukup untuk membuat 181 film The Raid. Itupun masih ada sisa USD900 ribu.

Ario, produser di Merantau Films yang memproduksi The Raid, mengatakan bahwa pihaknya harus merogoh kocek USD1,1 juta (Rp15,4 miliar).

Mengapa kami mengambil perbandingan antara Star Wars: The Force Awakens dengan The Raid? Tak lain dan tak bukan karena Iko Uwais, Yayan Ruhian, dan Cecep Arif Rahman--tiga alumni film tersebut--ikut bermain sebagai anggota geng Kanjiklub, sebuah organisasi kriminal elit dalam semesta Star Wars.

Disney Examiner coba merinci ke mana saja larinya ongkos pembuatan The Force Awakens. Tentu saja angka-angka ini tidak mencerminkan biaya produksi sebenarnya. Berikut hasilnya.

  • Bayar sewa lokasi (di Abu Dhabi, Islandia, Skotlandia, London) = USD17 juta
  • Pembuatan properti (pesawat X-Wings dan Millenium Falcon) = USD26 juta
  • Kostum (Chewbacca, R2-D2, C3-P0) = USD18 juta
  • Pemain (mulai dari Harrison Ford, Mark Hamill, Carrie Fisher) = USD40 juta
  • Produksi syuting (kamera IMAX dan 35 mm, lampu, pascaproduksi, katering) = USD25 juta
  • Kreatif (sutradara Abrams, produser Kennedy, penulis skenario Lawrence Kasdan) = USD30 juta
  • Musik (komposer John Williams, sewa studio rekaman, orkestra) = USD22 juta
  • Lain-lain (asuransi, promosi dan pemasaran) = USD23 juta

Total = USD201 juta

Meski bukan pengalaman pertama diserahi tanggung jawab menggarap film berbiaya besar, Abrams tetap saja ketir-ketir. Sebelumnya dalam Star Trek Into Darkness (2013), ongkosnya USD190 juta.

Itu diungkapkan sineas Steven Spielberg, yang dilansir Business Insider. "Dia sangat cemas. Karena ada banyak tekanan tertuju padanya agar bisa mengembalikan uang yang telah dikeluarkan Disney ketika membeli waralaba ini dari George Lucas."

Catatan redaksi: Indonesia sebelumnya dikabarkan akan mendapat jatah menayangkan film ini pada 16 Desember 2015. Namun, situs resmi Star Wars kemudian mengumumkan bahwa perilisan di seluruh dunia akan berlangsung mulai 18 Desember.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR