FILM INDONESIA

Starvision menyemarakkan Iduladha lewat Wedding Agreement

Para pemain utama film Wedding Agreement saat konferensi pers di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan (25/7/2019)
Para pemain utama film Wedding Agreement saat konferensi pers di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan (25/7/2019) | Andi Baso Djaya/Beritagar.id

Rumah produksi Starvision kembali terdepan memanfaatkan momentum. Sebagai alternatif hiburan menyambut Iduladha, mereka akan merilis film berjudul Wedding Agreement.

Sebelumnya rumah produksi yang berdiri sejak 1995 itu sudah panen pemasukan saat memanfaatkan momen Idulfitri dan masa liburan sekolah tahun ini.

Film Ghost Writer yang tayang saat libur Lebaran dan Dua Garis Biru pada masa liburan sekolah meraih angka lebih dari sejuta penonton.

Perolehan Dua Garis Biru yang hingga sekarang masih tayang bahkan lebih fenomenal karena telah menembus lebih dari dua juta penonton.

Dalam materi promosi yang ditonjolkan saat jumpa pers film Wedding Agreement di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan (25/7/2019), rumah produksi pimpinan Chand Parwez Servia itu membubuhkan kalimat “Gebrakan Starvision menyambut Iduladha” untuk film ini.

“Mengapa demikian? Kami ingin turut menyemarakkan Iduladha di Indonesia yang perayaannya kurang dibandingkan Idulfitri. Padahal di beberapa negara justru sebaliknya. Makanya ada sebutan Idulakbar untuk Iduladha,” jelas Chand Parwez.

Walaupun temanya tentang pernikahan, tapi pesan yang ingin disampaikan film arahan Archie Hekagery ini terasa kontekstual karena membicarakan tentang penyerahan diri dan keikhlasan.

Dua sifat yang juga bisa ditemukan dalam kisah antara Nabi Ibrahim AS bersama putranya, Nabi Ismail AS.

Konteks berikutnya yang ditawarkan film adaptasi novel berjudul sama karya Eria Chuzaimiah alias Mia Chuz ini adalah soal proses pernikahan.

“Sekarang sedang berkembang di masyarakat menikah tanpa proses pacaran. Pun demikian film ini kami sajikan dengan ringan. Ada humornya juga,” ungkap produser berusia 60 itu.

Gebrakan lain yang dimaksudkan dalam materi promosi film ini adalah keputusan menggaet Archie sebagai sutradara.

Bagi Archie, menyutradarai film bioskop adalah kali pertama. Sebelumnya pria berumur 41 tahun ini lebih banyak terlibat dalam pembuatan serial televisi sebagai penulis naskah, sutradara, dan produser.

“Saya sudah cukup lama mengenal Archie. Menurut saya dia punya keunikan. Oleh karena itu, saya tak ragu memberikan kesempatan kepadanya,” pungkas Chand Parwez.

Archie yang duduk tak jauh dari produsernya menggarisbawahi satu hal. Bahwa meski filmnya mengandung pesan keagamaan, tapi disampaikan dengan ringan alias “mendakwahi” orang tanpa harus menggunakan komunikasi yang keras.

Contohnya terjadi dalam adegan ketika Tari (diperankan Indah Permatasari) membangunkan Bian (Refal Hady) untuk salat subuh berjamaah di masjid.

Bukan menceramahi tentang dosa masuk neraka jika tidak salat yang diucapkan Tari kepada suaminya itu, melainkan “kamu mau jadi pria saleh atau pria salehah?”

Pesan tersebut menurut hemat Archie yang juga menulis skenario bersama Mia terasa lebih ringan, tapi pada sisi lain sangat menyentil.

Film ini bercerita tentang Bian dan Tari yang dijodohkan. Musabab ingin membahagiakan ibunya (Unique Priscilla), Bian menerima perjodohan tersebut, walaupun sebenarnya ia sudah menjalin hubungan kekasih selama lima tahun dengan Sarah (Aghniny Haque).

Karena menikah dengan alasan terpaksa tanpa didasari cinta, Bian langsung menyodorkan surat perjanjian pernikahan kepada Tari.

Isinya menuliskan bahwa mereka akan menjalani hubungan pernikahan pura-pura selama setahun. Setelah itu mereka akan bercerai sehingga Bian bisa menikahi Sarah.

Merasa tidak ingin ikatan pernikahan dipermainkan, karena itu sama saja mempermainkan ajaran agama, Tari pantang menyerah. Ia berusaha mengambil hati Bian dengan berbagai cara.

Balasannya jelas sakit hati karena ternyata Bian acap mengabaikan Tari demi Sarah. Pun demikian, Tari terus berusaha mencoba.

Apakah Tari berhasil meluluhkan Bian? Jika berhasil, dengan cara apa dia melakukannya? Semua akan terjawab saat Wedding Agreement tayang mulai 8 Agustus 2019.

Jika para pembaca yang budiman menganggap bahwa premis film ini sangat mudah ditebak, apa yang diungkapkan Chand Parwez mungkin bisa jadi pertimbangan. Sejak awal disampaikannya bahwa Wedding Agreement memiliki akhir kisah yang susah diprediksi.

Archie sejak awal sudah memposisikan film ini tidak boleh 100% sama dengan versi novelnya.

“Rumus pertama dari mengadaptasi novel adalah kita tidak boleh berhutang apa pun pada teks aslinya. Makanya sangat jarang film adaptasi novel yang setia pada sumber aslinya,” kata Archie.

WEDDING Agreement - Official Trailer /StarvisionPlus
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR