Stip dan Pensil tak takut bersaing dengan Kartini

Empat bintang utama Stip dan Pensil, dari kiri ke kanan: Ardit Erwandha, Indah Permatasari, Ernest Prakasa, dan Tatjana Saphira.
Empat bintang utama Stip dan Pensil, dari kiri ke kanan: Ardit Erwandha, Indah Permatasari, Ernest Prakasa, dan Tatjana Saphira.
© MD Pictures

Hari ini (19/4/2017), pemilihan kepala daerah (Pilkada) putaran kedua diselenggarakan di Jakarta. Sebagian besar kantor di ibu kota diliburkan. Untuk memanfaatkan momen itu, ada dua film nasional terbaru yang bisa Anda tonton.

Yang pertama adalah Kartini. Garapan Hanung Bramantyo itu dirilis hanya dua hari sebelum peringatan Hari Kartini yang jatuh pada 21 April. Film kedua adalah Stip dan Pensil, sebuah drama komedi yang dibintangi komika Ernest Prakasa.

MD Pictures selaku rumah produksi Stip dan Pensil rupanya tak terbebani harus bersaing dengan Kartini, film sejarah mengenai pahlawan emansipasi wanita Raden Ajeng Kartini.

"Saya tidak takut bersaing dengan Kartini," ujar Manoj Punjabi, produser Stip dan Pensil kepada Beritagar.id setelah pemutaran perdana film itu di Plaza Indonesia, Jakarta (18/4/2017).

Dengan adanya hari libur, Manoj menganggap bioskop memiliki potensi penonton yang lebih banyak dari hari biasa. Hari libur ditambah dengan faktor kompetisi, justru merupakan kombinasi menguntungkan bagi film yang ia produseri. "Film yang lebih kuat justru akan membantu."

Maksud pria berusia 44 ini, film dengan promosi besar-besaran seperti Kartini seharusnya akan mengundang orang dalam jumlah besar ke bioskop --terlebih pada hari libur. Nah, film berskala kecil justru bisa dapat penonton. Entah dari penonton yang tak kebagian tiket, berubah pikiran, atau ragam alasan lainnya.

Dari pihak pemutar film, Stip dan Pensil mendapat jatah 100-130 layar. Lumayan, mengingat jumlah layar di Indonesia ada sekitar 1000-an. Jangan lupa, selain Kartini, film ini juga harus bersaing dengan produk Hollywood yang masih mendominasi layar bioskop yaitu Fate of the Furious.

Meski begitu, Manoj tetap optimistis akan dapat tambahan layar. "Produk bagus, insya Allah akan diterima. Fokus saya di promosi saja."

Jika Kartini mengandalkan deretan bintang besar seperti Dian Sastro, Christine Hakim, dan Acha Septriasa, maka Stip dan Pensil punya Ernest Prakasa. Baru-baru ini film yang menggunakan Ernest sebagai bintang utama meraih sukses dan ditonton jutaan orang, seperti Cek Toko Sebelah (2016) dan Ngenest (2015).

Dalam dua film itu, bisa dibilang Ernest jadi dirinya sendiri --kisah keduanya dari pengalaman pribadi. Namun dalam Stip dan Pensil, pria berusia 35 ini memerankan anak SMA. Kenapa MD Pictures memilihnya?

Manoj mengaku, begitu baca naskah ia langsung memilih Ernest karena dianggap sangat cocok. "Ini soal cara meyakinkan saja. Film kan yang penting bisa meyakinkan. Kalau natural, nontonnya kan jadi enak," jelas Manoj.

Ernest yang merupakan komika dengan film-film sukses tentu menjadi alasan ketergiuran MD Pictures padanya. Sebab, MD berambisi ingin sukses dengan genre komedi.

Tahun ini MD sudah sukses dengan horor lewat film Danur yang sudah meraih 2,4 juta penonton. Awal tahun ada Surga yang Tak Dirindukan 2 dengan 1,6 juta penonton.

Oleh karena itu, mereka ingin menjadikan komedi sebagai jualan baru yang menguntungkan. Sebelum Danur, rumah produksi ini bisa dibilang sukses dari drama saja. Contohnya film Ayat-Ayat Cinta (2008), Habibie & Ainun (2012), dan Surga yang Tak Dirindukan (2015).

"Saya nggak mau MD diasosiasikan dengan drama. Sebagai studio kami harus pegang semua genre. Saya lagi menjalankan 15 produksi sampai tahun depan," ungkap Manoj --ia menyebutkan sekuel Ayat-Ayat Cinta sebagai salah satu proyek unggulan.

Stip dan Pensil menceritakan Tony (Ernest), Bubu (Tatjana Saphira), Saras (Indah Permatasari), dan Aghi (Ardit Erwandha). Mereka empat sekawan yang tidak disukai anak lain di sekolahnya, karena dianggap sebagai anak-anak orang kaya yang sombong.

Empat anak muda ini pun berniat membuktikan diri dengan membuat esai mengenai sekolah gratis untuk anak jalanan di pemukiman kumuh kota Jakarta. Namun di tengah kerasnya kehidupan masyarakat di sana, niat baik tak selalu berjalan lancar.

Selain Ernest, Tatjana, Indah, dan Ardit, Stip dan Pensil dibintangi Pandji Pragiwaksono, Arie Kriting, dan Tora Sudiro. Tidak lupa pendatang baru Iqbal Sinchan yang memerankan Ucok, pengamen cilik yang menjadi inspirasi bagi Tony dan kawan-kawan untuk membuat sekolah darurat.

Stip & Pensil - Official Trailer
© MD Pictures
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.