MUSIK INDONESIA

Stok lagu baru The Sigit cukup untuk album ganda

Rekti (vokalis The Sigit) saat tampil dalam acara Soundsation di Bandung, 2018
Rekti (vokalis The Sigit) saat tampil dalam acara Soundsation di Bandung, 2018 | Usie Fauzia /flickr.com/photos/shi_fauzia

Kelompok musik The Sigit asal Bandung tampaknya sedang dalam masa produktif. Betapa tidak, materi lagu untuk bakal album baru mereka cukup untuk album ganda.

Hal itu disampaikan gitaris Farri Icksan Wibisana. “Kalau dari kami sudah terkumpul materi 20 lagu. Siap untuk double album. Jadi atau tidak tergantung pertimbangan marketing-nya,” ungkapnya dilansir detik.com (2/8/2019).

Setiap lagu memiliki keterkaitan antara satu dengan yang lain dari segi cerita karena konsepnya menyambung.

Lagu terdiri dari bagian pertama dan kedua. Struktur semacam ini lazimnya ditemui dalam album-album band pengusung genre musik progresif.

Alhasil pendengar harus mendengarkan dua bagian lagu tersebut untuk dapat menikmatinya dengan maksimal.

Bukan hanya soal konsep album yang berbeda, nuansa yang akan didapatkan Insurgent Army --sebutan untuk penggemar The Sigit-- juga berbeda dari album-album sebelumnya. Lebih banyak penggunaan gitar akustik dan synthesizer alih-alih riff gitar kasar yang menjadi ciri mereka selama ini.

“Kalau dari musik bakal jauh banget,” kata Rektivianto Yoewono (vokalis, gitaris) menyitir okezone.com.

Jika lagu-lagu mereka kerap disinonimkan dengan cowok gondrong berpakaian serba hitam sambil mengendarai motor, dalam album terbaru nanti The Sigit akan menyuguhkan lebih banyak warna.

Nuansa penuh warna tersebut menggambarkan suasana hati Farri bersama Rekti, Aditya Bagja Mulyana (bassis), dan Donar Armando Ekana (drummer) saat penggarapan album ini.

Selain kaya warna, lagu-lagu baru band yang terbentuk sejak 1997 ini juga akan terdengar lebih manis berkat lirik tentang cinta yang disampaikan secara tersirat. Lugas.

“Lagu-lagu kami yang dulu sebenarnya tentang cinta juga, sih. Cuma kan dibawakannya dengan nuansa lebih gelap,” jelas Farri.

Belum cukup sampai di situ, The Sigit untuk pertama kalinya menggunakan lirik berbahasa Indonesia.

Menyuguhkan perubahan itulah yang membuat The Sigit tertahan lama dalam merilis album baru. Terakhir mereka merilis album penuh enam tahun silam lewat Detourn. Album berisi 11 lagu di mana kuartet ini sudah memasukkan sedikit dosis progresif rock dalam musiknya. Juga berbeda dengan album sebelumnya, Visible Idea of Perfection (2007).

Rekti, penulis sebagian besar lirik lagu dalam band ini, mengakui tak gampang menciptakan lagu berbahasa Indonesia. Pun demikian ia terus mengasah kemampuan hingga mencapai level kepuasan menurut standarnya.

Sejak dua tahun belakangan ia sudah menciptakan lagu dengan lirik berbahasa Indonesia. Meskipun bukan dirinya yang menyanyikan langsung.

Menurut rencana beberapa lagu baru itu akan mereka bawakan saat tampil dalam ajang Soundrenaline yang berlangsung di Garuda Wisnu Kencana, Bali (7-8/9). Apabila rencana berjalan mulus, album terbaru itu akan rilis tahun ini juga.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR