FILM INDONESIA

Susah Sinyal menjangkau 2 juta penonton

Ernest Prakasa (kiri) dan Chand Parwez merayakan pencapaian film Susah Sinyal meraih 2 juta penonton
Ernest Prakasa (kiri) dan Chand Parwez merayakan pencapaian film Susah Sinyal meraih 2 juta penonton | /Starvision Plus

Keandalan Ernest Prakasa sebagai sutradara kembali menoreh prestasi. Film terbarunya, Susah Sinyal (produksi Starvision), menembus dua juta penonton dalam 20 hari penayangannya di jaringan bioskop.

Untuk merayakan pencapaian tersebut, Ernest bersama sejumlah kru dan pemain mengadakan syukuran di Hong Kong Cafe, Gondangdia, Jakarta Pusat (9/1/2018).

"Pencapaian ini membuat beban yang saya tanggung menyusul keberhasilan Cek Toko Sebelah sedikit terangkat," ujar Ernest (35) di hadapan sejumlah jurnalis yang hadir.

Film yang disinggung Ernest tadi mencatat 2.642.957 penonton. Plus mendatangkan total 19 penghargaan, termasuk kategori penulis skenario asli terbaik di Festival Film Indonesia ke-37 dan sutradara terbaik dari ajang 12th Jogja-Netpac Asian Film Festival.

Oleh karena itu, sejak awal Ernest mengaku menanggung beban, terutama dari segi raihan jumlah penonton.

"Prestasi berkat kerja keras Ernest bersama segenap pemain dan kru. Juga berkat dukungan rekan-rekan media yang terus jadi mitra dalam mengabarkan berita tentang Susah Sinyal," kata Chand Parwez Servia, produser dan pemilik Starvision.

Untuk menandai pencapaian tersebut, Chand Parwez (58) menghadiahi Ernest plakat bertuliskan "20 hari sinyal menyala, 2 juta (plus-plus) penonton sudah terhubung".

Diakui Ernest juga Chand Parwez, jelang perilisan Susah Sinyal, ada beragam kendala yang mengadang. Mulai dari hujan deras yang mengakibatkan beberapa daerah terendam air, hingga rilisnya beberapa film Hollywood yang memecah pilihan penonton.

"Tahun lalu waktu rilis Cek Toko Sebelah, saingan berat kita cuma sesama film komedi dari Indonesia. Tahun ini ada Star Wars: The Last Jedi dan Jumanji yang di luar dugaan justru mendapat banyak sekali penonton," ungkap Ernest.

Film Jumanji yang tayang mulai 20 Desember 2017 menoreh sukses di Indonesia. Saking larisnya, situs boxofficemojo.com menghitung lebih dari US $8,8 juta (Rp118 miliar) terkumpul dari kantong penonton di Indonesia (hingga 31/12).

Angka tersebut menjadikannya sebagai film distribusi Sony Pictures Entertainment paling laris di Indonesia sepanjang masa.

Sebagai bentuk rasa syukurnya karena Susah Sinyal meraih banyak atensi para penonton dari kepungan film-film impor asal Hollywood, Ernest berjanji akan tetap melaksanakan nazar yang semula ia ucapkan.

Nazar tersebut adalah mengadakan lokakarya menulis skenario gratis jika Susah Sinyal melampaui rekor jumlah penonton Cek Toko Sebelah.

Ada lima kota yang nanti dipilihnya. Masing-masing kota terdiri dari 10 hingga 15 peserta. "Sengaja tidak melibatkan terlalu banyak peserta. Takutnya nanti tidak efektif," tambahnya.

Kota-kota apa saja yang nanti terpilih sebagai tempat pelaksanaan workshop akan diumumkan melalui akun media sosial.

Ernest dkk. juga bakal mengadakan nonton bareng menggunakan layar tancap di Waingapu, ibu kota Sumba Timur yang jadi lokasi syuting film Susah Sinyal.

"Rencananya akhir bulan ini. Karena di Waingapu belum ada bioskop. Bahkan sepulau Sumba belum ada bioskop sama sekali. Jadi kami akan buka layar agar penduduk di sana juga bisa nonton," sambung Ernest.

Hadiah lain yang akan diberikan Chand Parwez kepada seluruh pemain dan kru Susah Sinyal adalah paket liburan bersama ke satu daerah. Ketika Cek Toko Sebelah meraih sukses, seluruh pemain dan kru diterbangkan ke Bali untuk berlibur.

"Ada empat opsi tempat yang muncul. Sampai sekarang belum diputuskan akan memilih yang mana," pungkas Chand Parwez.

BACA JUGA