FILM INDONESIA

Tantangan terbesar Laura Basuki memerankan Susi Susanti

Laura Basuki (kiri) bersama Susi Susanti, Alan Budikusuma, dan Daniel Mananta saat acara temu sapa film Susi Susanti: Love All di Istora Senayan, Jakarta Selatan (19/7/2019)
Laura Basuki (kiri) bersama Susi Susanti, Alan Budikusuma, dan Daniel Mananta saat acara temu sapa film Susi Susanti: Love All di Istora Senayan, Jakarta Selatan (19/7/2019) | Andi Baso Djaya/Beritagar.id

Harapan besar Laura Basuki agar bisa memerankan tokoh legenda hidup bulutangkis Indonesia, Susi Susanti, akhirnya terkabul.

Itu terjadi dalam film biografi drama bertajuk Susi Susanti: Love All yang disutradarai Sim F. Ia mendapat kepercayaan memerankan Susi bersama aktor Dion Wiyoko yang kebagian peran sebagai Alan Budikusuma.

“Sejak empat tahun lalu saya sempat dengar desas-desus bahwa film tentang Susi Susanti akan diproduksi. Dalam hati ketika itu berharap semoga dipanggil untuk ikut casting,” ungkap Laura dalam acara temu sapa di Istora Senayan, Jakarta Selatan (19/7/2019).

Temu sapa film biopic Susi Susanti sengaja berlangsung di Istora karena bertepatan dengan penyelenggaraan Blibli Indonesia Open 2019.

Bagi Laura, posisi Susi sebagai ratu bulutangkis Indonesia belum tergantikan hingga sekarang.

“Siapa juga yang tidak mau memerankan beliau? Makanya saya bahagia dan terhormat mendapat tawaran main film ini,” tambah penerima Piala Citra 2010 sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik.

Aktris berumur 31 itu melanjutkan, persiapan selama empat bulan dihabiskannya untuk latihan bermain bulutangkis di bawah gemblengan Liang Chiu Sia. Sementara proses syuting berlangsung dua bulan. Lokasinya di Jakarta dan Tasikmalaya, Jawa Barat.

Chiu Sia (70) adalah mantan pelatih yang mengantarkan Susi meraih banyak prestasi, termasuk medali emas Olimpiade di Barcelona pada 1992.

“Sebuah kebanggaan bagi saya dilatih langsung oleh orang yang pernah mengantarkan Mbak Susi meraih banyak prestasi,” tambah Laura.

Kesibukan sebagai Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI membuat Susi tidak bisa melatih Laura langsung.

“Tapi dengan bimbingan langsung mantan pelatih saya, Laura pasti akan lebih mengetahui persis seperti apa gaya saya saat bertanding,” ujar Susi yang sekarang berusia 48.

Selama berlaga di arena bulutangkis, ada beberapa gaya khas Susi yang membuatnya berbeda dengan pebulutangkis lain kala itu, yaitu pukulan servis, gerak kaki, dan aksi split ketika mengembalikan bola yang jauh dari jangkauannya.

Teknik yang dituliskan terakhir sebenarnya digunakan Susi untuk menutupi kekurangan postur tubuhnya.

Musabab terbiasa latihan senam dan balet sejak kecil, Susi memiliki kelenturan tubuh yang membuatnya tak sulit melakukan split.

Laura mengakui bahwa mempelajari gerakan split ala Susi merupakan yang tersulit di antara gerakan bulutangkis lain.

“Sejak awal baca skenario dan mengetahui bakal ada adegan split, itu bagian yang membuat saya harus kerja keras bisa menguasainya,” jelas Laura.

Beruntung selama proses latihan dirinya tidak pernah mengalami cedera. Pasalnya selain didampingi pelatih profesional, ada pula tim fisioterapis, pelatih fisik, dan ahli gizi.

Selama latihan itu pula ia diharuskan banyak mengonsumsi protein, mengurangi karbohidrat, dan diet.

Meskipun berat, Laura menjalaninya dengan rasa senang demi peran yang sudah lama didambakannya.

View this post on Instagram

Swipe left for all the details. As I started as a Fitness Coach after move back to my country I have the opportunity to coach one of indonesian talented actress @laurabas for her next movie. We started training for the last 2,5 week and she really blow my mind. As she was not really into sport and I try to bring new exercises and she has improved A LOT. Now she can do the SPLIT and happy with the results 😬😬. Now she want to be like @janetlayug and I will make that happen as I always like a challenge. If you want to training with me PM me. Thank you all 🙏🙏 #fit #fitness #fitspo #fitnesslife #fitnessbody #fitnessmotivation #fitnessmodel #fitnessfreaks #fitnessjourney #fitnesstransformation #insta #instapic #instagram #instagood #instaphoto #instavideo #instavideos #fitnessjourney #fitnesstrainer #fitnesscoach #like4like #like4follow #likeforlike #likesforlikes #likeforfollow

A post shared by Christ Manurung (@coach_christt) on

Sorot mata tajam

Pengalaman bermain dalam film biografi drama sebenarnya bukan kali pertama sepanjang karier Laura. Ia pernah menjalaninya lewat film Love and Faith (2015).

Film tersebut berisi kisah hidup Karmaka Suryaudaya, pendiri Bank NISP (Nilai Inti Sari Penyimpan) yang sekarang menjadi Bank OCBC NISP.

Pembeda antara dua biografi drama ini adalah latar belakang dan eksistensi tokohnya. “Ini film biopic sport pertamaku dan tokoh yang aku perankan masih hidup. Ada enak dan enggak enaknya sih,” ucap Laura.

Bagian enaknya, sambung Laura, ia bisa bertemu dan bertanya langsung dengan sosok bersangkutan dalam rangka pendalaman karakter.

“Kalau bagian enggak enaknya, saya jadi deg-degan menanti seperti apa respons Mbak Susi ketika filmnya nanti tayang. Ha-ha-ha,” tambah Laura.

Susi yang berada di samping Laura dengan cepat menukas, “Selama masa persiapan saya tahu Laura bekerja sangat keras untuk perannya ini. Kami sekeluarga dan saya pribadi sangat mengapresiasi. Sebuah kebanggaan juga karena sosok saya diperankan oleh aktris peraih Piala Citra,” kata Susi.

Terlepas dari segala latihan fisik dan bulutangkis yang sangat menguras tenaga, tantangan lain yang dihadapi Laura adalah menyelami isi hati dan pikiran penghuni Hall Of Fame-nya Badminton World Federation itu.

Selama melakukan observasi dengan menonton banyak rekaman pertandingan Susi, Laura baru menyadari betapa legenda hidup bulutangkis Indonesia itu adalah pribadi yang berbeda.

“Tatapan mata beliau yang kalau hari-hari biasa sangat ramah mendadak berubah jadi killer banget saat lagi bertanding. Bagian itu yang susah banget saya ikuti,” pungkas Laura.

Pada kesempatan temu sapa itu, produser Daniel Mananta memberikan bocoran bahwa film ini bukan hanya berisi perjuangan keras Susi dalam meraih prestasi.

“Kisah cintanya dengan Alan Budikusuma juga kami tampilkan. Tentu saja dengan sedikit penambahan yang melenceng dari kejadian aslinya. Untuk menguatkan unsur dramatisasi film,” ungkap Daniel.

Penambahan unsur drama itu yang terkadang membuat Susi dan Alan protes. Daniel berkilah bahwa pemberian bumbu fiksi diperlukan agar kisah cinta pasangan emas Olimpiade Barcelona itu nyambung dengan kondisi sekarang.

Diceritakan Daniel, ternyata Alan kerap mengantarkan air panas sebagai bekal Susi mandi pada malam hari. “Mana ada sisi romantisnya cowok bawa-bawa air panas malam hari. Kalau bawa mawar mungkin iya,” ledek Daniel.

Sosok yang jadi korban ledekan Daniel cepat membalas. Dikatakan Alan, zaman masih jadi atlet, kamar mereka belum dilengkapi pemanas air. Itu sebabnya ia kerap mengantarkan air panas ke kamar Susi.

Untuk menutup sesi temu sapa itu, Susi berharap kemunculan film tentang dirinya ini kelak bisa memberikan motivasi kepada penonton.

Bukan hanya dorongan untuk terus mengukir prestasi dalam bidang olahraga, khususnya bulutangkis, tapi ranah apa pun yang mereka geluti.

Susi Susanti Love All - Official Teaser Clip 2019 #CintaSangJuara /Film Susi Susanti
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR