FILM INDONESIA

Terima Kasih Cinta kisahkan perjuangan penderita lupus

Penampilan aktris Putri Marino sebagai penderita lupus dalam film Terima Kasih Cinta.
Penampilan aktris Putri Marino sebagai penderita lupus dalam film Terima Kasih Cinta. | Bintang Pictures

Rumah produksi Bintang Pictures mencoba peruntungan di industri perfilman Indonesia dengan merilis film pertamanya, Terima Kasih Cinta. Film ini mengisahkan soal penyakit berbahaya lupus.

Film ini bermula saat Eva (Putri Marino) masih SMA. Sejak masih sekolah, ia berprestasi dan aktif berorganisasi, selain bergaul dan berpacaran seperti siswa sekolah pada umumnya. Tak seperti anak-anak lain, Eva kerap mendadak pingsan.

Rupanya, ia divonis menderita lupus. Tadinya Eva tak tahu. Begitu ia menyadari penyakitnya, perjuangannya dimulai.

Terima Kasih Cinta memperlihatkan kasih sayang yang diterima Eva dari berbagai orang terdekatnya; kedua orangtuanya (diperankan Gary Iskak dan Cut Mini Theo), sahabatnya Dewi (Meisyarah Oemri), dan kekasihnya Ryan (Achmad Megantara).

Film ini menjadi debut produser eksekutif Wiwiek Hargono di industri perfilman. Istri Wakil Walikota Bekasi, Tri Adhianto, ini menyatakan misinya adalah mengedukasi masyarakat soal penyakit lupus.

Alhamdulillah dengan basic saya bukan di dunia film, tapi saya mencoba masuk ke film dengan mengangkat dunia edukasi mengenai keluarga, dan empati ke penderita lupus," ujar Wiwiek pada Indopos dalam jumpa pers usai pemutaran perdana di Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Proses pembuatan film ini juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Bekasi karena seluruh adegan diambil di kota Bekasi, sesuai dengan latar tempat cerita yang ada dalam novelnya.

Menurut laporan Medcom, beberapa tempat khas dari kota tetangga Jakarta itu turut masuk layar seperti RSUD Dr. Chasbullah Abdulmajid dan SMAN 1 Bekasi.

Terima Kasih Cinta disutradarai oleh Tema Patrosza. Film berdurasi 101 menit ini jadi drama pertama yang digarap Tema, setelah bermain di genre horor dalam Sakral (2018) dan Tumbal: The Ritual (2018).

Selain para aktor yang disebut di atas, Terima Kasih Cinta dibintangi oleh Allan Dastan, Okan Cornelius, dan Harry de Fretes. Naskah ditulis oleh Andi Athira berdasarkan novel 728 Hari: Ibu adalah Jembatanmu Menuju Surga karya Djono W. Oesman.

Sang penulis terinspirasi dari kisah nyata Eva Meliana (1976-2014), perempuan yang meninggal dalam usia relatif muda akibat lupus.

Terima Kasih Cinta akan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 17 Januari 2019.

Perempuan usia produktif rentan lupus

Lupus merupakan penyakit autoimun yang bisa menyerang seluruh organ tubuh. Ada suatu kondisi peradangan kronis yang membuat antibodi atau sistem kekebalan tubuh justru berbalik menyerang sel-sel dan jaringan tubuh yang sehat.

Hal ini disebabkan karena produksi antibodi yang tidak normal pada pengidap lupus.

Penyakit ini berbahaya karena dokter pun kerap terkecoh akan gejalanya, yang mirip dengan demam berdarah dengue, tipus, atau sekadar radang tenggorokan. Itu sebabnya lupus disebut “penyakit seribu wajah”.

Perempuan usia produktif paling rentan terkena penyakit ini. Perempuan rentan mengidap masalah ini salah satunya karena masalah hormonal. Namun, penyebab lupus tak mesti genetik, faktor lingkungan juga punya andil.

Salah satu contoh kasus lupus yang mendapat sorotan dunia adalah Selena Gomez (26). Perempuan solis itu bahkan sampai perlu rehat sejenak dari karier menyanyinya pada 2016. Setahun kemudian, Gomez menerima transplantasi ginjal dari sahabatnya, Francia Raisa.

Di Indonesia, penderita lupus berimbang antara lelaki dan perempuan. Merujuk data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) Kementerian Kesehatan RI (2017), jumlah pasien lupus yang meninggal dunia di Indonesia sepanjang 2016 tercatat 550 orang, atau meningkat lima kali lipatnya dibanding 2015.

TERIMA KASIH CINTA - Official Trailler Tayang 17 Januari 2019 /Bintang Pictures
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR