FESTIVAL MUSIK

The 90's Festival datangkan Blue dan The Moffatts

Dave Moffatts, anggota band The Moffatts, berpose untuk para jurnalis dalam konferensi pers The 90's Festival di Foodism, Kemang, Jakarta Selatan, pada Rabu (24/10/2018).
Dave Moffatts, anggota band The Moffatts, berpose untuk para jurnalis dalam konferensi pers The 90's Festival di Foodism, Kemang, Jakarta Selatan, pada Rabu (24/10/2018). | Indra Rosalia /Beritagar.id

The 90’s Festival kembali digelar untuk keempat kalinya. Festival dengan nuansa musik masa 1990-an ini bakal hadir di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 10 November 2018.

Promotor Akselerasi Entertainment akan menghadirkan dua musisi internasional yang sempat berjaya pada era tersebut, yaitu Blue dan The Moffatts. Arinda Mentari Putri, Public Relation Akselerasi Entertainment, menyebut kehadiran Blue dan The Moffats adalah untuk menjawab permintaan calon penonton yang cukup banyak.

“Ibu-ibu pasti pernah mengalami motong fotonya mereka di majalah, terus di-kliping,” ujar Arinda kepada Beritagar.id setelah konferensi pers The 90’s Festival di Foodism, Kemang, Jakarta Selatan, pada Rabu (24/10/2018).

Blue adalah boyband asal Inggris yang beranggotakan Antony Costa (37), Duncan James (40), Lee Ryan (35), dan Simon Webbe (39).

Sebenarnya kelompok dari London ini tidak berasal dari dekade 1990-an, tapi 2000. Namun, generasi milenial yang merasakan masa muda pada era 1990-an mungkin lebih mengenal kelompok ini dibanding generasi berikutnya.

Blue sempat konser di Indonesia pada 2004 dan 2012. Pagelaran terakhir mereka disatukan bersama A1, boyband lawas asal Inggris lainnya yang sudah mengadakan konser di Jakarta pada 19 Oktober.

Dalam The 90’s Festival, Blue siap menghadirkan lagu-lagu jagoan mereka seperti “All Rise”, “To Close”, “One Love”, dan “Best Me”.

Sementara The Moffatts beranggotakan empat Moffatt bersaudara; yaitu Scott (35 tahun, vokal, gitar), Clint (34, bas), Bob (34, drum), dan Dave (34, keyboard). Clint, Bob, dan Dave adalah kembar meski yang identik hanya dua orang pertama.

Berawal dari kelompok vokal musik country pada masa anak-anak, The Moffatts merilis album perdana Chapter 1: A New Beginning pada 1998.

Kelompok ini sejatinya sudah bubar pada 2001, meski sempat reuni pada 2012. The Moffatts bahkan sudah mengadakan tur perpisahan di Asia bertajuk The Moffatts Farewell Tour.

Meski begitu, Akselerasi berusaha melakukan berbagai pendekatan untuk menyatukan Moffatt bersaudara sehingga mereka bisa tampil dalam The 90’s Festival dengan nama The Moffatts Reunion.

Mendatangkan band yang sudah bubar bukan perkara mudah. "Pendekatannya sampai satu tahun, kami membujuk setiap personelnya sampai mereka mau. Setelah satu tahun tarik ulur, yang satu mau, yang lain enggak, akhirnya ketemu juga," ungkap Arinda.

Selain dua musisi luar negeri, The 90’s Festival juga diramaikan puluhan musisi top Indonesia pada dekade 90-an. Antara Padi Reborn, Sheila on 7, Java Jive, Lingua, Be3, Iwa K, Funky Kopral, Wayang, Dian Pramana & Deddy Dhukun, dan Tic Band.

Padi dan Sheila on 7 masih aktif bermusik, bahkan semakin matang seiring usia mereka. Namun, beberapa sudah tidak eksis meski belum bubar. Band seperti Funky Kopral, Tic Band, dan Wayang sedang vakum.

Seperti kasus The Moffatts, ini juga jadi tantangan bagi promotor. '“Mereka sudah lama vakum, sudah tidak ada manajer. Pendekatannya harus by personnel,” ujar Arinda.

Ia dan kawan-kawannya bahkan harus terus membakar semangat musisi-musisi tersebut. "Enggak jarang kami harus tonton latihannya, karena mereka harus ditumbuhkan lagi rasa pede-nya (percaya diri, red.)," ungkap Arinda.

Nuansa 1990-an tak hanya hadir dari sisi musik. Akselerasi Entertainment mengklaim The 90’s Festival akan memiliki nuansa ala dekade tersebut sehingga pengunjung serasa kembali ke 20 tahun lalu.

"Kami selalu membuat satu lorong seolah-olah orang dunia sekarang masuk ke era 1990-an," ungkap Arinda.

25 komunitas pecinta 1990-an pun siap meramaikan festival ini, contohnya penggemar mainan mobil balap Tamiya. Beberapa jenama dari masa lalu juga ikut membonceng The 90’s Festival. Contohnya penganan biskuit kentang Canasta yang sempat menghilang kini akan dirilis ulang dalam acara tahunan ini.

Pengunjung juga bisa menikmati berbagai permainan yang ngetop pada era 1990-an seperti arcade (lebih dikenal dengan nama "ding-dong"), Nintendo, dan Sega. Selain itu, promotor juga mengundang para cosplayer yang berkostum 1990-an. "Ambience 90-an akan kami buat full, dan orang bisa bernostalgia di sana," tutup Arinda.

Pembelian tiket The 90’s Festival dapat diakses di tautan ini. Harga berkisar dari Rp550 ribu untuk kategori festival dan Rp1,4 juta untuk kategori Superfestival.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR