FILM INDONESIA

Tiga Serangkai dalam film Wiro Sableng

Tiga pemeran utama film Wiro Sableng; (dari kiri) Fariz Alfarizi, Vino G. Bastian, dan Sherina Munaf
Tiga pemeran utama film Wiro Sableng; (dari kiri) Fariz Alfarizi, Vino G. Bastian, dan Sherina Munaf | Andi Baso Djaya/Beritagar.id

Lifelike Pictures perlahan memperkenalkan lebih dekat tokoh-tokoh yang terlibat dalam film Wiro Sableng. Pada fase perkenalan pertama, dimunculkan tiga serangkai dari golongan putih.

Ketiga tokoh tersebut adalah Wiro (diperankan Vino G. Bastian), Bujang Gila Tapak Sakti (Fariz Alfarizi), dan Anggini (Sherina).

Walaupun punya misi berlainan, ketiga tokoh ini akan bekerja sama menghadapi serangan para pendekar dari golongan hitam.

"Ini pengalaman pertama saya bermain film memerankan tokoh dan mendapat dialog. Tanpa diduga, saya dapat kesempatan memerankan Bujang Gila Tapak Sakti," kata Fariz dalam konferensi pers yang berlangsung di Warung Koffie Batavia, Grand Indonesia, Jakarta Pusat (13/2/2018).

Fariz adalah mantan atlet pencak silat yang bergabung dalam Uwais Team. Selama ini ia terlibat sebagai figuran dalam beberapa film laga yang dibintangi Iko Uwais, semisal The Raid 2, Headshot, dan The Night Come for Us.

Saat syuting, Fariz mengakui kekurangannya dalam hal berakting dan menempatkan posisi terhadap kamera alias blocking. Beruntung ia kemudian dipasangkan dengan Vino dan Sherina yang dinilainya lebih berpengalaman.

"Dari mereka berdua saya belajar banyak soal dua hal tadi," akunya. "Tapi kalau dari segi bela diri, saya banyak bertanya kepada Fariz. Contohnya bagaimana trik tidak merasa kesakitan saat adegan jatuh. Atau teknik menendang yang baik. Fariz jago soal yang begitu," timpal Vino.

Beda lagi dengan Sherina. Penyanyi yang terakhir kali bermain dalam film Petualangan Sherina (1999) itu mengaku bahwa kondisi lokasi syuting jadi tantangan terberatnya.

"Selama ini kami belajar koreografi laga di atas lantai yang permukaannya rata. Begitu tiba di lokasi syuting, ternyata tempat berpijak kami tidak semuanya rata. Ada yang miring dan berbatu. Itu sih yang paling menyulitkan saya," kata Sherina yang selama ini mendalami wushu.

Vino, Fariz, dan Sherina baru kali ini dipertemukan dalam satu proyek film. Selain terbuka satu sama lain saat proses reading, ketiganya banyak menghabiskan waktu bersama.

"Kami saling bertukar daftar putar lagu di ponsel masing-masing dan makan bersama. Terkadang juga saling berdebat. Di sela latihan, kami juga menonton bioskop sembari mengajak tim koreografi aksi," tambah Vino.

Semua langkah tadi dilakukan agar hubungan karakter yang mereka mainkan cepat menyatu.

Kebersamaan Vino, Fariz, dan Sherina yang terjalin sejak April hingga September 2017 juga membuat keakraban tumbuh secara alami. "Sekarang saja saya merasa kangen pengin ngumpul lagi," tambah Sherina.

Meskipun belum merilis sinopsis resmi film Wiro Sableng yang direncanakan tayang September 2018, Sheila Timothy, produser dan penulis naskah, memberikan sedikit informasi eksklusif ihwal pertemuan Bujang Gila Tapak Sakti dengan Wiro Sableng.

"Pokoknya pertemuan mereka nanti dalam film seperti yang ada dalam buku. Lucu deh," ungkap Lala, sapaan akrab Sheila, kepada Beritagar.id.

Bujang Gila Tapak Sakti alias Bujala Tasaki memiliki nama asli Santiko. Pemilik ilmu kanuragan "Dua Puncak Mahameru Murka" yang mampu mengimbangi "Sepasang Sinar Inti Roh" milik Sinto Gendeng, guru Wiro.

Dalam buku cerita silat "Wiro Sableng" karangan mendiang Bastian Tito, pertemuan antara keponakan Dewa Ketawa itu dengan pendekar 212 dijelaskan dalam dua versi cerita.

Pertama melalui episode "Hari-Hari Terkutuk" (seri ke-65). Saat itu nama Bujang Gila Tapak Sakti belum disebutkan, tapi hanya ciri-cirinya saja.

Dituliskan bahwa ketika Wiro bertarung melawan seorang nenek di dalam rimba belantara, tiba-tiba sosok bertubuh gempal duduk santai di ujung cabang sebatang pohon.

Tangannya memegang kipas lipat, sementara pakaian yang ia kenakan terbalik. Kedua matanya besar dan kepalanya memakai sehelai peci hitam yang kupluk kebesaran. Ia menyebut dirinya Raja Bujangan.

Ketika seri ke-71 yang berjudul "Bujang Gila Tapak Sakti" rilis, barulah julukan tadi disebutkan.

Alkisah, setelah dipendam dalam sebuah lobang inti es yang maha dingin di puncak Gunung Mahameru selama tujuh tahun oleh Dewa Ketawa, Bujala Tasaki akhirnya terbebas.

Dalam perjalanan menuruni Gunung Mahameru, ia melihat puteri patih kerajaan bernama Sekar Mindi hendak diculik. Pada momen yang sama muncul Wiro Sableng. Di tempat itulah mereka berkenalan.

Sementara Anggini adalah love interest Wiro yang paling awal muncul. Murid Dewa Tuak berjuluk Dewi Kerudung Biru ini hadir sejak buku kedua yang bertajuk "Maut Bernyanyi di Pajajaran".

Terpukau dengan kesaktian Wiro, Dewa Tuak kemudian menjodohkan Anggini dengan pemilik Kapak Maut Naga Geni itu. Dalam versi film, tokoh Dewa Tuak diperankan Restu Triandy (vokalis kelompok /rif).

Masih ada beberapa tokoh lain yang akan hadir dalam film Wiro Sableng yang disutradarai Angga Dwimas Sasongko. Semuanya akan diperkenalkan secara bertahap kepada media hingga menjelang perilisannya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR