FILM INDONESIA

Timo Tjahjanto siap garap film Si Buta dari Gua Hantu

Salah satu materi teaser film Si Buta dari Gua Hantu yang menampilkan Si Buta dan Kliwon, monyet peliharaannya.
Salah satu materi teaser film Si Buta dari Gua Hantu yang menampilkan Si Buta dan Kliwon, monyet peliharaannya. | Screenplay Films /Bumilangit Studios

Si Buta dari Gua Hantu akan diangkat ke layar lebar. Screenplay Films dan Bumilangit Studios menunjuk sutradara Timo Tjahjanto untuk menggarap cerita silat yang aslinya diciptakan oleh komikus Ganes Thiar Santosa alias Ganes TH pada 1967.

Seperti umumnya film perdana dari sebuah karakter pahlawan super, Timo akan mengangkat kisah asal mula pendekar Si Buta dari Gua Hantu yang bernama asli Barda Mandrawata. Selain itu, karakter antagonis Mata Malaikat juga akan diceritakan meski secara keseluruhan film ini tetap fokus pada Barda.

"Kami akan menceritakan unsur penting dan menyentuh bahwa Barda masih punya rasa kemanusiaan. Ia bersahabat dengan Kliwon, monyetnya," ujar Timo dalam rilis pers yang diterima Beritagar.id pada Rabu (31/10/2018). "Meskipun ini film fantasi, tapi akan ada logika-logika yang kami gali."

Dalam film, Timo akan menjelaskan kekuatan Tongkat Barda -- senjata andalan Si Buta dari Gua Hantu yang terbuat dari batu granit. Juga soal kostum kulit ular yang selalu dikenakan Barda.

Tentu saja Screenplay dan Bumilangit punya strategi khusus dalam mengangkat kisah Si Buta dari Gua Hantu yang sudah berumur 51 tahun. Bumilangit Comic Media sudah merilis serial komik digital di Facebook dengan gambar dan cerita yang didasarkan dari karya lawas bikinan Ganes TH.

Komik ini dibuat oleh penulis Oyasujiwo dan Iwan Nazif serta mendapat penghargaan Comic of The Year dalam ajang Popcon 2018.

Penunjukkan Timo sebagai sutradara sekaligus penulis skenario juga bukan tanpa alasan. Ia mengklaim sebagai penggemar komik Si Buta dari Gua Hantu, selain itu Timo kerap menggarap genre aksi dan horor -- pengalaman yang berharga untuk menangani proyek aksi-silat-fantasi.

Timo sebelumnya dikenal sebagai Mo Brothers bersama rekannya, Kimo Stamboel. Mereka pernah menggarap film horor Rumah Dara (2010) dan thriller berjudul Headshot (2017). Kini mereka berjalan sendiri-sendiri yang ditandai oleh Timo dengan kembali ke genre horor lewat Sebelum Iblis Menjemput (2018).

Baru-baru ini, Timo juga menjadi sutradara The Night Comes For Us -- film orisinal Netflix pertama dari Indonesia. Film silat yang mempertemukan dua aktor laga Joe Taslim dan Iko Uwais ini disukai kritikus dan penonton dengan skor mencapai 89 persen dan skor audience 88 persen di Rotten Tomatoes.

Selain Timo sebagai sutradara, Screenplay dan Bumilangit belum mengumumkan daftar pemeran. Aktor dan aktrisnya masih dalam tahap seleksi pada proses praproduksi yang masih berlangsung.

Syuting film ditargetkan dimulai pada Maret 2019. Berkaca dari proyek silat-fantasi serupa seperti Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 yang memerlukan berbulan-bulan penggarapan pasca-produksi, kemungkinan publik baru bisa menonton Si Buta dari Gua Hantu pada 2020.

Si Buta dari Gua Hantu menjadi karakter legendaris kedua dari Screenplay dan Bumilangit yang diangkat ke layar lebar, setelah Gundala yang disutradarai Joko Anwar dan bakal tayang tahun depan.

Si Buta pertama di layar lebar

Si Buta dari Gua Hantu merupakan salah satu properti intelektual Indonesia yang paling banyak diadaptasi ke berbagai media. Selain 21 judul komik, ada 7 film layar lebar dan 2 sinetron yang mengangkat kisah Barda.

Namun peran ini selalu identik dengan Ratno Timoer, yang pertama kali menjadi Barda dalam film Si Buta dari Gua Hantu (1970).

Beberapa filmnya tidak menggunakan nama Si Buta dari Gua Hantu, seperti Misteri di Borobudur (1971) dan Reo Manusia Serigala (1977) atau menggunakan subjudul, contohnya Si Buta dari Gua Hantu: Duel di Kawah Bromo (1977) dan Si Buta dari Gua Hantu: Lembah Tengkorak (1990).

Lelaki bernama asli Ahmad Suranto ini lahir di Surabaya pada 8 Maret 1942. Kariernya sudah sangat panjang, FilmIndonesia.or.id mencatat ada 81 film yang menuliskan namanya sebagai pemeran sejak 1960 hingga 1990.

Ratno meninggal di Jakarta pada 2002 dalam usia 60 tahun.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR