Train to Busan, film zombie Korea dengan sederet rekor

Tangkapan layar salah satu adegan dalam film Train to Busan.
Tangkapan layar salah satu adegan dalam film Train to Busan. | YouTube

Film zombie pertama bikinan para sineas Korea Selatan berhasil memecahkan berbagai rekor di Negeri Ginseng tersebut.

Dilansir dari Hollywood Reporter, pada hari perdana pemutarannya Train to Busan memecahkan rekor dengan pendapatan USD5,8 juta (Rp76,1 miliar). Pada hari Sabtu (23/7/2016), film garapan Yeon Sang-ho ini kembali memecahkan rekor, kali ini 'pendapatan tertinggi dalam satu hari' dengan meraup USD9,9 juta.

Jika dihitung, pada periode akhir pekan lalu (22-24 Juli), Train to Busan berhasil meraih pendapatan sebesar USD24 juta di Negeri Ginseng. Secara total dalam lima hari pemutarannya film ini berhasil meraih USD38,8 juta, memecahkan rekor sebelumnya yang dicatatkan oleh Roaring Currents (2014). Film mengenai Perang Myeongryang itu meraup USD35,4 juta dalam periode yang sama.

Train to Busan ditayangkan di 1.785 layar --sekitar 70 persen dari seluruh layar bioskop di Korea-- dengan penonton memenuhi 60 persen dari bangku yang tersedia. Film ini sudah memperoleh 5,3 juta penonton. Analis lokal memperkirakan pada akhirnya Train to Busan akan mampu meraih 10 juta penonton.

Angka tersebut adalah pencapaian luar biasa, artinya 1 dari 5 orang di Korsel menonton film ini. Dalam sejarah industri perfilman di negeri tetangga Jepang itu, jumlah film yang meraih 10 juta penonton tak sampai 20 judul.

Diperkirakan film ini akan lebih banyak mendulang uang dalam penayangannya di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat.

Salah satu penyebab laris manisnya Train to Busan adalah film ini sempat ditayangkan pada Festival Film Cannes. Film ini juga mendapatkan tanggapan bagus dari kritikus. Di Rotten Tomatoes, ratingnya mencapai 95 persen. Dari 21 kritikus, hanya 1 yang memberikan 'tomat busuk' pada film ini.

"Train to Busan merupakan film zombie modern paling menghibur," tulis Brian Tallerico dari RogerEbert.com. Ia merasa film ini memiliki sedikit citarasa dari karya George Romero dan Danny Boyle, namun tetap membawa keunikan tersendiri.

"Train to Busan merupakan film zombie-cepat terbaik sejak Dawn of The Dead versi produksi ulang. Film ini juga amat menyenangkan," tulis Norman Wilner dari Now Toronto.

Sementara Jason Bechervaise dari Screen International mengungkap, selain menghibur, Train to Busan juga menyuarakan komentar politik mengenai respon pemerintah Korsel terhadap virus MERS, juga mengomentari sistem pembagian kelas pada negara tersebut.

Train to Busan mengisahkan sekelompok penumpang kereta cepat Seoul-Busan yang harus mempertahankan diri dari serbuan zombie yang tiba-tiba muncul. Para penumpang, termasuk Seok Woo (Yoo Gong) dan anaknya Soo-an (Kim Soo-ahn) bersama-sama mempertahankan kereta agar tetap melaju ke Busan, kota di daerah selatan yang diharapkan belum terpengaruh virus mayat hidup.

Train to Busan Official Trailer #1 (2016) Yoo Gong Korean Zombie Movie HD /Zero Media
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR