FILM

Once Upon A Time in Hollywood tak seindah kisah nyata

Quentin Tarantino saat menghadiri pemutaran perdana film Once Upon a Time in Hollywood di TCL Chinese Theatre IMAX, Hollywood, Los Angeles (22/7/2019 )
Quentin Tarantino saat menghadiri pemutaran perdana film Once Upon a Time in Hollywood di TCL Chinese Theatre IMAX, Hollywood, Los Angeles (22/7/2019 ) | Nina Prommer/EPA

Sejak proyek film Once Upon A Time in Hollywood yang disutradarai Quentin Tarantino diumumkan medio 2017, segera saja antusiasme membuncah.

Maklum, sudah berselang dua tahun semenjak karya terakhir Tarantino, The Hateful Eight, tayang di bioskop.

Rasa penasaran semakin bertambah setelah satu per satu aktor andal dinyatakan ikut bergabung. Mulai dari Leonardo DiCaprio, Brad Pitt, Margott Robbie, Burt Reynolds, Tim Roth, Kurt Russell, Michael Madsen, hingga Al Pacino.

Dalam berbagai kesempatan bicara di depan media, sineas peraih lima Piala Oscar itu mengatakan bahwa film panjang kesembilannya ini mengisahkan aksi pembunuhan yang dilakukan Charles Manson bersama para pengikutnya.

Waktu kejadian berlangsung penghujung dekade 60-an. Sementara latar kejadian menyoroti sisi gelap dan glamor industri perfilman Hollywood.

Dus, film yang mendapat label "Rated Restricted" ini banyak memasukkan tokoh-tokoh nyata dari kalangan aktor. Bercampur dengan tokoh fiksi hasil karangan Tarantino, seperti Rick Dalton (diperankan DiCaprio) dan Cliff Booth (Pitt).

Dari tokoh nyata yang dihadirkan dalam Once Upon A Time in Hollywood, protes datang dari putri mendiang Bruce Lee.

Aktor dan jago bela diri yang mempopulerkan Jeet Kune Do itu diperankan oleh Mike Moh. Ada sebuah adegan yang memperlihatkannya bertarung dengan Booth dalam trailer film.

Masalahnya yang terjadi kemudian, Shannon Lee (50), putri mendiang Lee, tidak terima cara Tarantino menggambarkan sosok ayahnya dalam film tersebut sebagai orang yang arogan.

"Sungguh tidak nyaman duduk di dalam bioskop dan mendengarkan orang-orang menertawakan ayah saya," ujar Shannon dilansir The Playlist.

Ini adalah kali kedua Tarantino menerima protes dari anggota keluarga tokoh yang digambarkan dalam Once Upon A Time in Hollywood.

Sebelumnya Emmanuelle Seigner (53), istri sineas Roman Polanski, telah menyuarakan aspirasi serupa melalui akun Instagram resminya.

Menyitir The Hollywood Reporter, Seigner merasa keberatan saat Tarantino memfilmkan periode tragis dalam kehidupan suaminya tanpa izin.

"Bagaimana mungkin mereka (di Hollywood) membuat film tentang Roman dan kisah tragisnya, juga menghasilkan uang dengannya. Sementara pada saat bersamaan mengucilkan Roman," terang Seigner.

Sindiran perempuan yang dinikahi Polanski pada 1989 itu merujuk pada pengucilan yang dilakukan industri perfilman Hollywood terhadap suaminya.

Pengucilan terjadi juga bukan tanpa sebab. Sejak 1978, dia terbukti melakukan perkosaan terhadap anak bawah umur di Amerika Serikat.

Beberapa jam sebelum hukuman diumumkan dan penahanan berlangsung, Polanski kabur terbang ke Prancis. Sejak saat itu, sutradara film The Pianist (2002) itu tak pernah lagi menginjakkan kaki di negeri Paman Sam, atau negara-negara yang kemungkinan mengekstradisinya ke AS.

Pencinta film pasti sudah tidak asing dengan penggambaran tokoh nyata yang dipelintir demikian rupa dalam film-film Tarantino.

Semisal lewat film Inglourious Basterds (2010). Tarantino seenak hati memutar balik penggambaran nasib tokoh-tokoh dan kisah nyata yang melatari kejadian dalam film tersebut.

Alhasil sejumlah ulasan bahkan mengatakan Tarantino telah melakukan pemalsuan sejarah.

Rencananya film Once Upon A Time in Hollywood akan tayang di jaringan bioskop tanah air pada pekan terakhir Agustus 2019.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR