KRITIK FILM

Us menurut kritikus

Salah satu foto promosi film Us menampilkan Adelaide kecil (diperankan oleh Madison Curry) yang mengalami trauma sejak bertemu doppelganger dirinya
Salah satu foto promosi film Us menampilkan Adelaide kecil (diperankan oleh Madison Curry) yang mengalami trauma sejak bertemu doppelganger dirinya | Universal Pictures

Sebuah film berjudul Us telah tayang di bioskop-bioskop se-Indonesia sejak Rabu (20/3/2018). Film horor-thriller ini merupakan karya terbaru sutradara Jordan Peele, yang sukses menggarap Get Out pada 2017.

Film tersebut sukses secara komersial, memperoleh $255 juta AS dengan modal hanya $4,5 juta. Secara kualitas, Get Out juga diakui, dengan menjadi nomine Film Terbaik dalam Oscar 2018. Peele bahkan memperoleh Oscar untuk kategori Naskah Orisinal Terbaik.

Us juga dibintangi oleh Lupita Nyong’o, yang pernah memenangi Aktris Pendukung Terbaik dalam Oscar lewat 12 Years of Slave (2013). Dengan demikian, harapan tinggi ada pada Us. Apakah film ini sesuai ekspektasi, setidaknya dari segi kualitas?

Nyong’o memerankan Adelaide, seorang ibu yang terbayang trauma masa lalu. Ketika kecil, Adelaide tersesat dalam sebuah wahana rumah kaca di sebuah pantai. Ia bertemu doppelganger, yaitu orang/makhluk yang sangat menyerupai dirinya.

Kembali ke masa kini, Adelaide bersama suaminya Gabe (Winston Duke), dan dua anaknya, Zora ( Shahadi Wright Joseph) dan Jason (Evan Alex) pergi ke pantai yang sama.

Malam harinya, teror muncul. Keluarga Adelaide dihampiri empat orang yang sangat mirip dengan mereka. Apa yang diinginkan para doppelganger?

Dari kisah menarik itu, terjalin film yang dipuji sebagian besar kritikus. Saat artikel ini dibuat, Us memperoleh Tomatometer sebesar 99 persen dari situs pengepul ulasan Rotten Tomatoes, dengan nilai rata-rata 8,08 dari 10 poin. Dari 72 ulasan yang masuk, hanya satu yang berbau negatif.

Satu-satunya yang melempari Us dengan tomat busuk adalah Jeff Beck dari The Blu Spot. Itupun tetap ada pujian yang tersemat dalam ulasannya. Ia menganggap Us adalah film horor yang tak mengikuti tipikal horor.

Namun, banyak pertanyaan yang akan muncul dalam benak penonton setelah menonton Us. Ketika pertanyaan-pertanyaan itu muncul, filmnya jadi kurang bisa dinikmati. Tentunya akan jadi bocoran (spoiler) jika hal itu dibahas di sini.

Us adalah jenis film yang membuat Anda dapat mengagumi kerajinan dan keterampilan Peele di dalamnya, tapi akan membuat Anda menggaruk-garuk kepala, mempertanyakan bagaimana Peele menganggap semua itu masuk akal,” tulis Beck.

Sebagian besar kritikus memang setuju kalau Peele adalah sineas yang luar biasa. Padahal, ia baru menggarap dua film. Us adalah film keduanya sebagai sutradara, setelah Get Out.

Brian Truitt dari USA Today bahkan membandingkan Peele dengan dua sineas besar yaitu Alfred Hitchcock dan Steven Spielberg.

“Steven Spielberg pernah bikin kita takut pergi ke laut,” tulis Truitt. Maksudnya adalah Jaws (1975), film tentang serangan hiu yang sempat bikin orang takut ke laut.

“Jordan Peele tak mau kalah, akan bikin Anda menghindari semua kaca, bahkan takut dengan bayanganmu sendiri,” lanjut Truitt. “Peele adalah Hitchcock generasi masa kini, tentu saja, tapi ia juga pencerita orisinal Amerika sejati dengan tema yang introspektif dan ketegangan di dalamnya.”

Pendapat Richard Roeper dari Chicago Suntimes kurang lebih senada. “Beberapa elemen Us memiliki aroma Hitchcock, (Stanley) Kubrick, Spielberg, John Carpenter, dan George Romero, tapi si Peele nan bertalenta ini juga punya suara khasnya sendiri,” tulis Roeper.

Us digarapnya dengan gaya, punya alur yang cantik, penuh dengan lelucon yang kocak, penuh dengan pertarungan berdarah.”

Penampilan para aktor juga dipuji, karena mereka mampu memainkan sosok asli dan doppelganger dengan baik. Terutama Lupita Nyong’o, yang menurut Roeper pantas masuk nominasi pada berbagai ajang penghargaan mendatang.

“Film ini adalah karya bagus yang sangat menyeramkan,” lanjut Roeper.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR