FILM INDONESIA

Visinema memboyong 4 film di Playfest 2019

Sesi mengobrol tentang strategi pemasaran film Love for Sale 2 di stan Visinema Pictures dalam ajang Playfest yang berlangsung di Parkir Selatan Gelora Bung Karno, Jakarta Selatan (24/8/2019)
Sesi mengobrol tentang strategi pemasaran film Love for Sale 2 di stan Visinema Pictures dalam ajang Playfest yang berlangsung di Parkir Selatan Gelora Bung Karno, Jakarta Selatan (24/8/2019) | Andi Baso Djaya/Beritagar.id

Untuk kedua kalinya Narasi menyelenggarakan Playfest. Kali ini bertempat di Parkir Selatan Gelora Bung Karno, Jakarta Selatan (24-25/8/2019). Visinema Pictures yang turut hadir memeriahkan acara tersebut memboyong VW Combi yang memuat empat film.

Keempat film tersebut adalah Love For Sale 2, Eggnoid, Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI), dan Melankolia. Dua film yang dituliskan pertama dijadwalkan meluncur tahun ini. Sementara dua sisanya menyusul tahun depan.

Agar relevan dengan slogan yang diusung Playfest, yakni kolaborasi dan berbagi dalam ranah industri kreatif dengan cara menyenangkan, Visinema membawa serta para sineasnya untuk berbagi cerita, pengalaman, dan pengetahuan kepada para pengunjung.

Sebagai wujud apresiasi bagi mereka yang datang mengunjungi stan Visinema dan menyimak obrolan yang terjadi di sana, disediakan hadiah berupa merchandise dan minuman dari kedai Filosofi Kopi.

Cara mendapatkan hadiah tersebut cukup dengan berfoto di sana atau bisa juga menuliskan surat untuk masa depan yang dimasukkan dalam kotak NKCTHI.

Pada hari pertama penyelenggaraan Playfest (24/8), di stan Visinema kedatangan Stephanie Winardi (Chief Marketing Officer Visinema Group) dan Andibachtiar Yusuf (sutradara Love for Sale 2).

Berdua mereka membicarakan strategi pemasaran yang dilakukan untuk kelanjutan Love for Sale. Sekadar pengingat bagian pertama film yang dibintangi Gading Marten dan Della Dartyan itu meraup total 156.744 ribu penonton sejak pertama tayang pada 15 Maret 2018.

Dari segi kualitas estetika, film ini berhasil menang dalam beberapa ajang penghargaan, semisal Festival Film Indonesia, Festival Film Tempo, dan Jogja-NETPAC Asian Film Festival.

Menyongsong penayangan Love for Sale 2, Stephanie dan kawan-kawan mengambil langkah baru dan berbeda dari kebanyakan strategi pemasaran yang dilakukan film lain.

Sejak pertengahan tahun ini mereka meluncurkan situs web loveforsale.id/mencariarini. Isinya mengajak masyarakat untuk memberitahukan keberadaan Arini, tokoh yang diperankan Della Dartyan.

Pada akhir film Love for Sale, Arini dikisahkan pergi mendadak tanpa meninggalkan pesan untuk Richard Achmad yang diperankan Gading.

Kepergian Arini bak orang hilang sehingga Richard melalui akun Twitter @richard_achmad meminta bantuan warganet untuk ikut membantunya menemukan sang pujaan hati.

Proses mencari bukan hanya dilakukan dalam ranah jagat maya, tim marketing Visinema juga memasang poster dan baliho berisi laiknya pengumuman orang hilang, lengkap dengan ciri-ciri dan nomor telepon yang bisa dihubungi jika sekiranya berhasil menemukan keberadaan Arini.

Strategi pemasaran yang demikian, menurut Stephanie, adalah konklusi dari diskusinya bersama produser Kori Adyaning. “Karena ada banyak sekali respons dari para penonton Love for Sale yang menanyakan keberadaan Arini,” ujarnya.

Berhubung proses penggodokan strategi pemasaran film ini berlangsung saat masa kampanye pemilihan umum, akhirnya tercetus ide menggunakan gaya laiknya orang sedang berkampanye yang memajang wajah mereka dalam baliho dan poster. Hanya saja kali ini bentuknya seperti mencari orang hilang.

Materi kampanye ala orang hilang yang mereka terapkan secara daring dan luring tadi ternyata berhasil menyita perhatian banyak orang.

“Di era sekarang yang disrupsi digitalnya gila-gilaan banget, strategi pemasaran dalam menarik atensi dan rasa ingin tahu khalayak harus lebih kreatif. Enggak boleh yang standar-standar seperti yang kebanyakan orang lain sudah bikin. Karena nantinya akan cepat dilupakan orang,” ungkap Stephanie.

Untuk itu Stephanie dkk. berusaha menyuguhkan materi kampanye pemasaran yang unik dan berbeda dalam mendorong promosi film-film produksi Visinema. Tentu saja sesuai dengan bujet yang diberikan.

Selepas obrolan tentang strategi pemasaran film Love for Sale 2, giliran produser Anggia Kharisma yang menceritakan proses ekranisasi NKCTHI ke layar lebar. Saat ini prosesnya sedang memasuki tahap syuting yang dikomandoi Angga Dwimas Sasongko.

Para pemainnya terdiri dari Rachel Amanda, Rio Dewanto, Sheila Dara, Donny Damara, Susan Bachtiar, Chicco Jerikho, Putri Marino, Oka Antara, Ardhito Pramono, Niken Anjani, Agla Artalidia, Umay Shahab, dan Muhammad Adhiyat.

Hari kedua alias terakhir penyelenggaraan Playfest (25/8), di stan Visinema akan menghadirkan perbincangan soal Eggnoid, sebuah film hasil adaptasi komik digital Line Webtoon karya Archie The Red Cat yang mengulik tentang cinta dan portal waktu.

Narasumber yang dihadirkan adalah produser Nurita Anandia didampingi Sheila Dara (pemeran Ran) dan Morgan Oey (Eggy).

Setelahnya menyusul kehadiran sutradara Irfan Ramli dan produser eksekutif Ruben Adrian sebagai perwakilan dari film Melankolia.

Selain mengupas tentang filmnya, Irfan dan Ruben akan berbincang seputar nostalgia generasi 90an yang akan sangat kental mewarnai film Melankolia.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR