Wajah netral gender MTV Movie Awards

Aktris Emma Watson akan bertarung melawan  aktor pria dan wanita lain untuk memperebutkan penghargaan "Aktor Terbaik" dalam ajang MTV Movie Awards.
Aktris Emma Watson akan bertarung melawan aktor pria dan wanita lain untuk memperebutkan penghargaan "Aktor Terbaik" dalam ajang MTV Movie Awards. | Dennis Van Tine /AP Photo

Selama ini MTV Movie Awards dikenal sebagai ajang penghargaan dengan kategori-kategori nyeleneh, seperti "Ciuman Terbaik" dan "Duet Terbaik".

Tahun ini mereka turut memberi penghargaan untuk acara TV dengan mengubah nama jadi MTV Movie and TV Awards. Selain kategori terkait televisi, ada kategori baru yaitu "Adegan Sentimental Terbaik".

Tak hanya itu, mereka bikin terobosan baru yaitu menghilangkan sekat-sekat gender pada kategori akting.

Biasanya kategori akting dipisah antara aktor (lelaki) dengan aktris (wanita). Kali ini MTV hanya bikin "Aktor Terbaik" dan "Aktor Terbaik untuk Acara Televisi."

Dalam kategori "Aktor Terbaik" ada tiga pria dan tiga wanita. Aktris Emma Watson (dari film Beauty and the Beast), Taraji P. Henson (Hidden Figures), dan Hailee Steinfeld (The Edge of Seventeen) akan beradu memperebutkan piala MTV Movie dengan Daniel Kaluuya (Get Out), Hugh Jackman (Logan), dan James McAvoy (Split).

Sementara untuk kategori "Aktor Terbaik untuk Acara Televisi", nomine wanita justru lebih banyak. Empat wanita --Emilia Clarke (dari serial Game of Thrones), Gina Rodriguez (Jane the Virgin), Mandy Moore (This is Us), dan Millie Bobby Brown (Stranger Things) akan berhadapan dengan Donald Glover (Atlanta) dan Jeffrey Dean Morgan (The Walking Dead).

"Kami yang pertama menampilkan itu (nomine netral gender). Gagasannya sudah ada sejak beberapa tahun lalu," ujar produser eksekutif MTV Movie Awards, Casey Patterson kepada Billboard (11/4/2017). "Menurut saya, bagi aktor, sutradara, dan penulis, ini semua mengenai isi konten mereka, bukan soal gender," jelas Patterson.

"Secara konstan, kami mendorong diri kami sendiri untuk memimpin kemajuan budaya, tidak hanya sekadar memberikan respons," ujar Presiden MTV Chris McCarthy kepada CNN (6/4/2017) menyambut perubahan yang dilakukan jaringan televisi itu.

Menurut McCarthy, selama ini MTV Movie Awards punya keunikan sebagai acara penghargaan yang 'merayakan konten', sehingga ia menganggap perlu untuk melakukan modernisasi. Salah satunya dengan dengan mendengarkan opini para penonton MTV berusia muda. "Mereka tak melihat garis batas dengan cara yang sama dengan generasi sebelumnya."

"Belakangan ini ada (gerakan aktivis) Black Lives Matter dan Women's March. Para penonton berusia muda sedang membangkitkan suara ala aktivis yang sudah bertahun-tahun menghilang. Kami ingin memberi semangat dan merayakan suara mereka," jelas McCarthy.

Selain kategori netral gender, suara para aktivis muda juga seakan terwakili pada kategori baru. Dulu ada "Pertarungan Terbaik," sekadar kategori ringan -- memberi penghargaan untuk pertarungan terbaik dalam film, contoh Zhang Ziyi yang mengalahkan musuh dalam film Crouching Tiger Hidden Dragon (2000).

Kini kategori itu berubah menjadi lebih bermakna: "Pertarungan Terbaik dalam Melawan Sistem." MTV memberi penghargaan pada kisah film/serial yang melawan prinsip-prinsip lama. Karya yang masuk kategori ini adalah Get Out, Hidden Figures, Loving, Luke Cage, dan Mr. Robot.

"Anak muda kini terlibat aktif secara sosial dan politik, dan mengorganisasikan diri mereka dalam beberapa cara baru. MTV selalu bersama mereka, jadi saya senang hal itu direfleksikan dengan sangat bagus dalam kategori 'Pertarungan Terbaik dalam Melawan Sistem'," jelas Patterson.

Netral Gender = Adil?

Di Amerika Serikat, wanita baru mulai mendapat kesamaan hak pilih pada 1920. Beberapa dekade kemudian, wanita dan pria mulai bertarung untuk memperebutkan gelar yang sama.

Ajang Grammy Awards sudah tak menganggap penting perbedaan antara penyanyi pria dan wanita. Contoh lebih anyar, pemilihan presiden AS antara Donald Trump dan Hillary Clinton.

Ketika Academy Awards (Piala Oscar) diadakan pada 1929, pihak Academy membagi kategori akting untuk pria dan wanita. Ini dianggap adil, karena menghasilkan jumlah sama persis antara pemenang pria melawan wanita. Acara sejenis seperti Golden Globe dan Screen Actor Guild pun mengikuti langkah Academy.

Kategori netral gender pada industri film akan menjadi masalah jika nantinya pria lebih sering menang daripada wanita. Oleh para feminis, panitia akan kembali dianggap tak adil terhadap wanita. Terlebih, industri Hollywood sebenarnya masih dinaungi ketidaksetaraan gender.

Aktris Natalie Portman merasa kesulitan mendapatkan peran utama wanita yang kuat. Aktris gaek Helen Mirren mengeluh kalau masih ada kesenjangan upah antara aktor dengan aktris. Demikian juga Jennifer Lawrence.

Terlepas dari adil atau tidaknya kategori netral gender atau tidak, yang jelas dunia akting tidak seperti dunia olahraga. Tak mungkin Anda bikin pertandingan sepak bola antara tim nasional Jerman (juara Piala Dunia 2014) melawan Amerika Serikat (juara Piala Dunia Wanita 2015).

Dalam berakting, perbedaan fisik antara pria dan wanita bisa dikatakan tak ada pengaruhnya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR