Warkop DKI Reborn film Indonesia terlaris sepanjang masa

Para pemain Warkop DKI Reborn (dari kiri); Vino G. Bastian, Abimana Aryasatya, Indro, dan Tora Sudiro berpose untuk pemotretan saat jumpa pers di Surabaya (15/9/2016)
Para pemain Warkop DKI Reborn (dari kiri); Vino G. Bastian, Abimana Aryasatya, Indro, dan Tora Sudiro berpose untuk pemotretan saat jumpa pers di Surabaya (15/9/2016) | Moch Asim/Antara Foto

Proyek film Warkop DKI Reborn berjudul Jangkrik Boss! Part.1 yang tayang perdana sejak 8 September 2016 kembali menorehkan sejarah. Kali ini film produksi Falcon Pictures itu berhasil menumbangkan rekor film Indonesia terlaris yang telah bertahan selama delapan tahun.

Melalui akun Twitter @FalconPictures_ (20/9/2016), rumah produksi yang juga menelurkan film laris Comic 8: Casino Kings Part.1 (1,2 juta penonton) dan Comic 8: Casino Kings Part.2 (1,8 juta penonton) itu mengumumkan keberhasilan Jangkrik Boss! Part.1 meraup 4.687.000 penonton.

Catatan tersebut melampaui Laskar Pelangi (2008) yang mengumpulkan 4.631.841 penonton. Jangkrik Boss! Part.1 berkesempatan memperlebar jarak karena masih terus tayang di jaringan bioskop tanah air.

"Puji Tuhan, saya sangat bersyukur film Warkop DKI Reborn bisa menduduki peringkat pertama box office Indonesia sepanjang masa. Terima kasih penonton film Indonesia yang sudah memberikan apresiasi positif untuk kerja keras kami. Terima kasih untuk bioskop di seluruh Indonesia dan rekan-rekan media yang tidak ada henti memberikan dukungan kepada kami," ujar Frederica, produser Falcon Pictures, dalam rilis persnya dilansir detikHOT (20/9).

Keberhasilan tersebut sekali lagi membuktikan bahwa kegairahan penonton menyaksikan film Indonesia di bioskop belum pudar. Berbekal konten yang kuat dan strategi promosi tepat sasaran, film Indonesia punya peluang menggulung dominasi film-film impor seperti yang selama ini terjadi.

Falcon memang jeli. Mengetahui nama Warkop DKI bukan lagi sekadar kelompok humor, tapi sebuah jenama yang memiliki banyak penggemar, mereka rela meluangkan waktu hingga setahun lamanya demi mendapatkan lisensi penggunaan nama Warkop DKI dalam film.

"Proses paling lama adalah menunggu jawaban setuju dari keluarga besar Warkop DKI yang terdiri dari keluarga Dono, Kasino, dan Indro. Mereka punya banyak pertimbangan," ungkap Erica, sapaan Frederica, saat ditemui Beritagar.id dalam acara pemutaran perdana yang berlangsung di CGV Blitz (2/9).

Tidak ingin mengecewakan kepercayaan yang telah diberikan, Falcon juga memperlakukan proyek bernama Warkop DKI Reborn itu laiknya jenama besar. Dana sebesar Rp15 miliar mereka gelontorkan untuk pos promosi film. Jumlah tersebut lebih banyak dibanding ongkos produksinya yang memakan dana Rp10 miliar.

"Konten yang bagus tidak banyak berarti jika tanpa ditunjang promosi. Karena Warkop DKI telah jadi milik semua kalangan, maka kami berusaha mempromosikannya seluas mungkin agar semua orang tahu proyek ini ada," sambung Erica.

Kerja keras tersebut telah menemui hasil. Ucapan selamat atas pencapaian mereka sebagai film Indonesia terlaris sepanjang masa meluncur dari sejumlah pemain film.

"Selamat buat keluarga besar Warkop DKI Reborn dan Falcon Pictures yang berhasil menembus rekor sebagai film Indonesia terlaris sepanjang masa. Kalian telah melakukan kerja luar biasa. Prestasi ini ibarat kado terindah untuk Warkop DKI yang telah membuat kita tertawa selama bertahun-tahun," ujar Arifin Putra.

"Untuk Warkop DKI Reborn, Anggy Umbara (sutradara, red.), dan semua yang terlibat, selamat telah mencapai penonton tertinggi sepanjang sejarah perfilman Indonesia. Semoga ini bisa menjadi motivasi untuk semuanya," kata Sophia Latjuba.

Vino G. Bastian yang memerankan Kasino ikut mengucapkan syukur dan terima kasih kepada semua penonton. "Ini merupakan tanda yang selalu saya percayai, bahwa jika sebuah film kontennya memang baik, dipromosikan juga dengan sangat baik, maka film itu akan mencapai sukses seperti yang dialami oleh Warkop DKI Reborn," jelasnya.

Rekor lain yang sebelumnya telah dicetak Jangkrik Boss! Part.1, antara lain film dengan jumlah penonton terbanyak pada hari pertama penayangan (270 ribu penonton), pemutaran film secara serentak dengan penonton terbanyak dalam sehari (556 ribu penonton), dan pemutaran film secara serentak dengan pencapaian tercepat untuk satu juta penonton. Dua catatan terakhir bahkan diakui oleh Museum Rekor Indonesia (MURI).

"MURI pencatat rekor yang maknanya kuantitas, bukan kualitas. Kami tidak mampu memberikan film terbaik Indonesia karena sudah ada lembaganya," ungkap Jaya Suprana, pendiri MURI, dinukil dalam laman Liputan6.com (17/9).

BACA JUGA