FILM

Winky Wiryawan kembali ke ranah horor

Winky Wiryawan saat menghadiri konferensi pers usai pemutaran perdana film Lorong di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan (9/9/2019)
Winky Wiryawan saat menghadiri konferensi pers usai pemutaran perdana film Lorong di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan (9/9/2019) | Andi Baso Djaya/Beritagar.id

Mengawali karier sebagai pemain film dengan membintangi film horor, Jelangkung (2001), yang menjadi pembuka kembali larisnya genre ini diproduksi, butuh 18 tahun berselang Winky Wiryawan kembali membintangi genre serupa.

Selain karena fokus menggeluti dunia musik, pemilik nama asli Nurayendra Irwindo itu lebih sering terlibat dalam film-film bergenre drama dan komedi.

Multivision Plus Pictures kemudian datang menawarkan Winky kesempatan membintangi film horor lagi. Film berjudul Lorong itu disutradarai Hestu Saputra.

“Waktu akhirnya berhasil dapat tawaran ini dari Amrit Punjabi (produser eksekutif, red.), saya lumayan cerewet. Diskusinya lama. Bareng Hestu juga,” ungkap Winky usai gala premiere di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan (9/9/2019).

Faktor cerita dan kekuatan karakter dalam film Lorong yang membuat Winky terpikat.

“Menurut saya cerita dan karakter dalam film ini dalam banget. Sisi drama lebih dikedepankan. Bungkusnya horor yang padat. Jadinya film ini menawarkan paket horor dan drama,” tambah Winky.

Alasan lain yang membuatnya semakin bersemangat adalah kehadiran Prisia Nasution sebagai pemeran Mayang.

“Waktu itu ada beberapa kandidat, ketika melihat nama Pia (sapaan Prisia, red.), saya pribadi langsung mengatakan inginnya ditandemkan dengan dia,” tambah nomine aktor terbaik dalam ajang Piala Citra 2004 lewat film Mengejar Matahari ini.

Ternyata Winky terpincut akting Pia setelah menonton film Sang Penari (2011). Film yang membawa Pia menerima Piala Citra sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik.

“Kualitas akting yang dia tunjukkan dalam film tersebut menurut saya dapet banget. Chemistry-nya dengan Oka Antara yang menjadi lawan mainnya bikin kita percaya bahwa mereka betul pasangan kekasih,” kata Winky.

Pia yang beroleh sanjungan tadi membalas dengan rendah hati. Ia mengatakan bahwa semua bisa dilakukannya berkat sokongan dari rekan main yang lain. Hal yang juga didapatkannya dari Winky selama menjalani proses reading hingga syuting.

“Dia aktor yang sangat profesional. Cermat memperhatikan semua sudut film, bahkan yang tidak diceritakan dalam film ini, seperti sudah berapa lama usia pernikahan pasangan ini. Semua kami bahas bersama,” jelas Pia.

Dalam film yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 12 September 2019, Winky memerankan tokoh Reza, suami Mayang.

Pasutri nan mesra ini dikisahkan sedang menanti kelahiran buah hati pertama mereka. Usai melahirkan dengan proses bedah sesar, bayi pertama yang telah lama dinantikan kehadirannya dinyatakan meninggal dunia oleh tim dokter.

Mayang menolak keras kabar tersebut. Kukuh menganggap bayinya masih hidup. Walau dengan sikapnya tersebut seisi rumah sakit menudingnya berhalusinasi karena tidak bisa menerima kenyataan pahit.

Reza menempati posisi dilematis. Memercayai keyakinan istrinya yang dianggap berhalusinasi demi mencari tahu kebenaran tentang bayi mereka, atau pasrah dengan kenyataan, lepas dari tudingan miring tadi, tapi harus berhadapan dengan kengototan Mayang.

Selain Winky dan Pia, film ini juga menghadirkan Nova Eliza, Teuku Rifnu Wikana, Josephine Firmstone, Gesata Stella, Ade Firman Hakim, dan David Santoso.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR