TERKECOH KATA

Banyak dan Sering

Sering atau jarang biasanya disebut juga frekuensi
Sering atau jarang biasanya disebut juga frekuensi | Thomas Breher /Pixabay

Merumuskan dan menjelaskan sesuatu bukanlah pekerjaan mudah. Itulah yang terjadi ketika saya mencoba merumuskan dan menjelaskan pemakaian kata banyak dan sering.

Rumus pertama, kata banyak digunakan untuk menentukan jumlah (kata benda). Kata banyak dalam kalimat berikut ini berkelas kata benda numeralia (bilangan): Saya menonton banyak film hari ini. Kata banyak di sini berfungsi menentukan jumlah film (kata benda) yang pelaku (saya) tonton. Apa yang banyak di sini? Jawabannya adalah film yang ditonton.

Rumus kedua, kata banyak digunakan untuk menentukan porsi (waktu). Kata banyak dalam kalimat berikut ini berkelas adjektiva (kata sifat): Saya banyak menonton film hari ini. Kata banyak di sini berfungsi menentukan porsi waktu yang saya gunakan untuk menonton film. Apa yang banyak di sini? Jawabannya adalah porsi (waktu) menonton film.

Kalimat saya banyak menonton film hari ini merupakan jalan pintas untuk mengatakan saya menghabiskan banyak waktu untuk menonton film hari ini. Dengan kata lain, kalimat saya banyak menonton film hari ini merupakan kalimat efisien dari kalimat saya menghabiskan banyak waktu untuk menonton film hari ini.

Jalan pintas itu muncul karena penutur cenderung mencari cara yang efisien dalam berkomunikasi dan menghindari bentuk yang panjang dan bertele-tele agar pesan si pemberi pesan cepat sampai kepada komunikan. Dengan kata lain, pemberi maupun penerima pesan menginginkan cara-cara yang singkat dalam berkomunikasi karena fungsi utama bahasa adalah untuk menyampaikan informasi.

Jadi, apabila bermaksud mengatakan bahwa saya menonton 10 atau 20 film (banyak film), bukan 1 atau 2 film (sedikit film), saya tidak bisa mengatakan saya banyak menonton film.

Sementara itu, apabila bermaksud mengatakan saya menghabiskan banyak waktu untuk menonton film, saya tidak bisa mengatakan saya menonton banyak film, tetapi saya harus mengatakan saya banyak menonton film karena banyak menonton film bisa jadi menghabiskan banyak waktu untuk menonton satu atau dua film.

Banyak dan sering

Sepintas, kata banyak sebagai adjektiva seolah-olah bisa saling menggantikan dengan sering, padahal belum tentu karena arti kedua kata ini jelas berbeda.

Seperti yang disebutkan di atas, banyak sebagai adjektiva merupakan kata untuk menunjuk porsi (waktu). Sementara itu, sering merupakan kata untuk menentukan intensitas atau frekuensi. Sering bersinonim dengan acap dan kerap, tetapi berlawanan makna dengan jarang.

Sebagai adjektiva, banyak bisa disubstitusikan dengan kata sering (kata keterangan/adverbia), tetapi bukan pada semua situasi.

Kata banyak sebagai adjektiva dalam kalimat saya banyak menonton film setahun ini bisa disubstitusikan dengan kata sering sehingga kalimat itu menjadi saya sering menonton film setahun ini. Kata sering pada kalimat ini bisa berarti ‘banyak’ dari segi jumlah film yang ditonton sebagai hasil dari rentetan waktu selama setahun yang digunakan si pelaku (saya) untuk melakukan kegiatan menonton.

Kata banyak sebagai adjektiva dalam kalimat ini juga bisa berarti ‘banyak’ dari segi jumlah film yang ditonton sebagai hasil dari banyaknya waktu yang dihabiskan untuk melakukan kegiatan menonton dalam hitungan waktu satu tahun. Catatannya, makna ‘banyak’ dari segi jumlah film yang ditonton ini bisa terjadi karena dalam kalimat ini tidak disebutkan jumlah atau judul film yang ditonton.

Akan tetapi, dalam kalimat saya sering menonton film Dilan 1990, kata sering tidak memiliki arti ‘banyak’ dalam segi jumlah film karena filmnya hanya satu. Kalimat Saya sering menonton film Dilan 1990 mempunyai arti ‘banyak’ dalam segi porsi waktu menontonnya karena si pelaku (saya) menontonnya berulang-ulang. Selain itu, kata sering dalam kalimat ini tidak bisa disubtitusikan dengan kata banyak.

Sementara itu, kata banyak pada kalimat saya banyak menonton film sehari ini tidak bisa disubstitusikan dengan kata sering. Kalimat saya sering menonton film sehari ini merupakan kalimat yang janggal karena tidak bermakna ‘sering/acap/kerap’ untuk menjawab pertanyaan “Seberapa sering Anda menonton film?”

Kata sering dalam pertanyaan ini digunakan untuk menanyakan skala maksimal terhadap frekuensi si pelaku dalam menonton film. Jawaban atas pertanyaan itu bisa sering dan jarang. Kalau ada yang bertanya kepada saya, “Seberapa sering saya menonton film?”, saya akan menjawab, “Jarang. Saya jarang menonton film, tetapi sering membaca buku”.

Adapun kata sering pada kalimat jangan sering mengeluh, yang bisa disubstitusikan dengan kata banyak, tidak bermakna ‘banyak’ dalam hal jumlah keluhan, tetapi banyak porsi (waktu) mengeluhkan sesuatu (banyak frekuensi mengeluh). Kalimat itu berbeda dengan kalimat jangan mengeluhkan banyak hal.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR