TERKECOH KATA

Gagap memahami satuan

Ilustrasi: Menghitung satuan .
Ilustrasi: Menghitung satuan . | Arnas Padda/YU/ama /ANTARA FOTO

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat menembak anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) di wilayah Mugi, Kabupaten Nduga, Papua, 7 Maret 2019. Akibatnya, tiga anggota TNI gugur.

Media massa lalu memberitakan pemakaman tiga anggota TNI tersebut. Sayangnya, ada kesalahan sejumlah surat kabar dalam penulisan berita itu, yakni menganggap individu sebagai satuan.

Perhatikanlah beberapa judul berita surat kabar dalam jejaring berikut ini: “Sertu Anumerta Yusdin, TNI yang Tewas di Papua Dimakamkan”, “Jenazah TNI Asal Grobogan yang Gugur di Papua Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan”, dan “Tiga Jenazah TNI yang Gugur di Nduga Dimakamkan di Kampung Halaman.”

Judul seperti itu juga dibuat beberapa media pada peristiwa lain, misalnya “2 Jenazah TNI Korban Latihan Tembak Dimakamkan” (insiden latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat di Tanjung Datuk Natuna, Kepulauan Riau, pada 17 Mei 2017, yang menewaskan empat anggota TNI gugur).

“Jenazah TNI Korban Heli Jatuh Dimakamkan” (insiden jatuhnya helikopter Heli Bell 412 EP di pergunungan Kalimantan Utara, yang ditemukan pada 27 November 2016), dan “Jenazah TNI Korban Penembakan Dimakamkan di Padang” (insiden penembakan yang dilakukan oleh Brigpol WJ, anggota Polres Ogan Komering Ulu, terhadap Pratu Heru (23), anggota TNI AD Armed 76/15 Martapura, pada 27 Januari 2013).

Kata jenazah dalam semua judul berita di atas mesti diikuti oleh kata anggota karena yang dimaksud oleh judul-judul itu adalah individu atau prajurit, bukan satuan atau organisasi TNI.

Kegagapan dalam memahami satuan (unit yang memiliki sejumlah anggota) dan membedakannya dengan individu (bagian dari satuan) terjadi jika orang tidak cermat berpikir.

Kesalahan seperti itu sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dalam membedakan unit HRD (human resources development/pengembangan sumber daya manusia) dengan jabatan satuan itu.

Dalam percakapan sehari-hari, seseorang mengatakan bahwa ia ingin menemui HRD, padahal maksudnya mau berjumpa dengan manager unit HRD. Dalam percakapan tidak formal, hal itu tidak menjadi masalah karena lawan bicara memahami maksud si pembicara.

Namun, dalam menulis, apalagi menulis pada situasi formal, hal itu bisa menimbulkan masalah. Saya pernah memergoki seorang teman menulis, “Kepada Yth. HRD Perusahaan ABC.” Bisa jadi Anda tidak diterima bekerja di perusahaan jika menulis surat dengan tujuan yang tidak jelas begitu, apalagi jika manager personalia/kepegawaiannya dijabat oleh orang yang cermat berbahasa.

Begitu pula dalam menulis berita. Kadang-kadang wartawan lupa—jika tidak ingin disebut tidak cermat—membedakan bidang hubungan masyarakat (humas) pada suatu instansi dengan jabatan yang disandang seseorang pada perangkat kerja itu.

Misalnya, kepala biro humas hanya ditulis humas. Hal ini bisa jadi terpengaruh oleh bahasa percakapan. Dalam percakapan, bidang humas sering dianggap sebagai jabatan. Dalam menulis berita, tulislah pejabat unit humas sesuai dengan jabatannya.

Contoh satuan lain yang sering ditanggapi dengan salah adalah satpam, akronim satuan pengamanan. Mungkin karena satpam terlalu lazim diucapkan dan ditulis sebagai akronim, orang tidak tahu lagi bahwa satpam merupakan satuan/perangkat.

Tengoklah beberapa judul berita berikut ini: “Satpam Pernah Pergoki Reino Barack Bawa Koper Jelang Tengah Malam ke Rumah Luna Maya”, “Ketika Satpam Viral Tangsel Bertemu Miss Universe 2018”, dan “Viral Satpam Atur Motor Sesuai Warna, Lihat Tampilan Rumahnya yang Tidak Kalah Rapi”.

Semua yang ditulis satpam pada judul berita itu merupakan anggota satpam menurut isi beritanya.

Jika cermat, Anda akan menemukan banyak satuan lain yang diperlakukan sebagai individu atau jabatan dalam berita atau tulisan lain. Anda mungkin sering mendengar petugas hansip disebut dengan hansip.

Padahal, hansip merupakan akronim dari pertahanan sipil dengan nama lengkap “Organisasi Pertahanan Sipil” (baca Keputusan Presiden Nomor 55 Tahun 1972), yang kaprah disebut hansip saja.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR