MAKNA KATA

Parsel di Indonesia, Hamper di Malaysia

Ilustrasi: Pekerja menata makanan yang akan dibuat parsel di Jazz Parsel, Cikawao, Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/5/2019). Raisan
Ilustrasi: Pekerja menata makanan yang akan dibuat parsel di Jazz Parsel, Cikawao, Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/5/2019). Raisan | Al Farisi/foc /ANTARA FOTO

Di berbagai belahan dunia memberikan bingkisan pada hari raya keagamaan telah menjadi kebiasaan. Demikian juga di Indonesia: bingkisan yang biasanya berupa makanan dan minuman dikirimkan kepada sanak saudara dan kerabat, misalnya, saat Lebaran dan Natal. Khusus di Indonesia, bingkisan yang demikian disebut dengan parsel.

Parsel diserap dari bahasa Inggris, parcel. Namun, arti parsel dalam bahasa Indonesia berbeda dengan arti parcel. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) V mencatat parsel sebagai ‘bingkisan yang berisi berbagai hadiah, seperti aneka kue, makanan dan minuman dalam kaleng, barang pecah belah, yang ditata apik dalam keranjang dan dikirimkan kepada orang-orang tertentu pada hari raya’.

Sementara itu, parcel adalah paket atau barang kiriman yang dibungkus, yang isinya bisa berupa apa saja.

Dalam bahasa Inggris sesuatu yang kita sebut dengan parsel itu adalah hamper. Kamus Merriam-Webster dalam jejaring mendefinisikan parcel sebagai ‘keranjang besar yang biasanya digunakan memiliki penutup untuk mengemas, menyimpan, atau mengantarkan barang (biasanya untuk makanan atau pakaian cucian)’. Sebutan lainnya adalah gift basket.

Bahasa Melayu Malaysia menyerap hamper bulat-bulat. Kamus Dewan Malaysia Edisi Keempat (2010) mengartikan hamper sebagai ‘sejenis bakul besar berisi pelbagai barang makanan (biasanya diberikan sebagai hadiah)’. Walaupun ditulis hamper, orang Malaysia melafalkannya sebagaimana lafal kata tersebut dalam bahasa Inggris, /ˈhampə/.

Bagi orang Malaysia, parcel adalah paket atau barang kiriman yang dibungkus. Kalau Anda ke Malaysia, jangan sebut parsel sebagai hamper karena bisa terjadi salah paham.

Dari definisi parsel di Indonesia dan parcel di Malaysia, yang bentuk katanya sama-sama diserap dari bahasa Inggris, kita bisa melihat bahwa arti kata serapan tidak harus sama dengan makna dari bahasa asalnya.

Arti kata serapan dalam bahasa penerima ditentukan berdasarkan kesepakatan penuturnya. Kesepakatan tersebut dapat dipengaruhi oleh faktor di luar bahasa, seperti sosial, budaya, politik, ekonomi, agama.

Di Indonesia, kalau kita mengacu pada KBBI V, kata parsel digunakan untuk menyebut kado hari raya. Kalau kita simpulkan, setiap parsel adalah kado hari raya, tetapi setiap kado hari raya belum tentu berupa parsel. Kado hari raya bisa berupa apa saja, misalnya pakaian. Parsel hanyalah salah satu pilihan kado.

Selain itu, bungkusan kado berbeda dengan bungkusan parsel. Bungkusan kado bisa berupa bahan yang tidak transparan. Mengenai ukuran, ukuran kado bisa besar atau kecil. Adapun dari segi isi, isi kado tidak perlu ditata rapi dan dihias sebagus mungkin sebagaimana isi parsel.

Bentuk parsel di Indonesia pun tidak selalu sama dengan bentuk hamper dalam bahasa Inggris. KBBI V memang mendefinisikan parsel sebagai bingkisan dalam keranjang. Ketika mendengar kata parsel, kita membayangkan sebuah bingkisan yang berisi makanan atau minuman atau makanan dan minuman yang disusun rapi dan dihias dalam keranjang serta dibungkus dengan plastik atau bahan tembus pandang.

Hamper dalam bahasa Inggris tampaknya mesti pakai keranjang, sesuai dengan definisinya. Namun, bisa saja dalam perkembangannya nanti hamper tidak harus menggunakan keranjang.

Sementara itu, parsel di Indonesia tidak selalu menggunakan keranjang. Parsel bisa saja dibungkus dengan alas selain keranjang atau tanpa alas sama sekali. Jadi, arti parsel dalam KBBI sebaiknya tidak dibatasi dengan kata keranjang sebagai alas. Narasinya bisa diganti dengan biasanya menggunakan keranjang.

Dalam hal bungkusan, poin penting parsel adalah bingkisan yang dibungkus dengan plastik atau bahan transparan agar isi parsel yang disusun rapi itu terlihat. Bungkus transparan digunakan untuk memperlihatkan seni kreasi tata letak isinya. Penerima mungkin mementingkan isi daripada kemasannya.

Namun, pemberi menganggap kemasan parsel sebagai hal penting. Parsel dikemas, ditata, dan dihias seindah mungkin agar kesan hadiah spesial dari pemberi terasa lebih akrab atau intim diterima oleh penerima.

Mungkin saja nanti parsel tidak harus dibungkus dengan bahan transparan apabila seni pengatakan isi tersebut tidak lagi dianggap penting. Buktinya, ada parsel yang tanpa alas sama sekali. Tanpa alas seperti keranjang, isi parsel sulit ditata.

Dalam hal isi, parsel di Indonesia tidak mesti berisi makanan dan minuman, tetapi bisa berupa, antara lain, barang pecah belah, seperti piring dan gelas; peralatan untuk memasak; peralatan mandi; dan peralatan ibadah, seperti sajadah, mukenah.

Arti parsel dalam bahasa Indonesia memang salah kaprah bila dibandingkan dengan arti parcel dalam bahasa Inggris. Namun, kita sadari atau tidak, banyak arti salah kaprah yang sudah disepakati sebagai arti yang berterima. Apakah salah kaprah yang disepakati masih disebut salah kaprah? Padahal, bahasa adalah kesepakatan para pemakainya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR