MAKNA KATA

Pimpinan dan pemimpin

Ilustrasi pemimpin
Ilustrasi pemimpin | Felix ᴍittermeier /Pixabay

Seandainya pimpinan merupakan sebentuk wajah, kata itu sudah babak belur karena maknanya terlalu sering dibenturkan dengan arti kata pemimpin.

Saya mencatat beberapa pemakaian pimpinan yang dipertukarkan dengan pemimpin secara tidak bertanggung jawab dan diperlakukan sewenang-wenang.

Pertama, pemimpin diartikan sebagai leader, sedangkan pimpinan dimaknai sebagai boss. Kedua arti yang tidak jelas sumbernya itu biasanya dipakai dalam bidang bisnis.

Kedua, arti pemimpin disamakan dengan pimpinan. Penyulihan tersebut dilakukan oleh banyak media massa. Berikut ini contoh-contoh substitusi pemimpin dan pimpinan pada media massa dalam jejaring (online).

Misalnya, " Agus Rahardjo Ogah Jadi Pimpinan KPK Lagi" (Merdeka.com, 28 Desember 2018); "Rumah Dua Pimpinan Diteror, KPK Bahas Keamanan Semua Pegawai" (Kompas.com, 10 Januari 2019), atau "Taufik Kurniawan, Pimpinan DPR Ke-2 yang Jadi Tersangka KPK" (Detik.com, 30 Oktober 2018).

Contoh penggunaan lainnya, "Pimpinan Pesantren Al-Zaytun Panji Gumilang Dibui (Tempo.co, 31 Maret 2015); "Usia Masih 19 Tahun, Adi Jadi Pimpinan Komplotan Bandit Jalanan, Begini Pengakuannya" (Tribunnews.com, 11 Oktober 2017); dan "Para Pimpinan KPK Bersama-sama Menuju Istana" (Liputan6.com, 16 Desember 2011).

Semua kata pimpinan pada judul itu seharusnya diganti dengan pemimpin karena orang yang dimaksud tersebut bermakna tunggal. Begitulah kalau kita merujuk pada arti pimpinan dan pemimpin dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Edisi V: pimpinan berarti ‘kumpulan pemimpin’, sedangkan pemimpin adalah ‘orang yang memimpin’.

Yang dimaksud pimpinan pada judul berita pertama adalah Agus Rahardjo; pada judul berita kedua adalah Ketua KPK, Agus Rahardjo, dan Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarif; pada judul berita ketiga adalah Taufik Kurniawan; pada judul berita keempat adalah Panji Gumilang; pada judul berita kelima adalah Adi.

Dari keenam judul itu, judul keenam merupakan judul terkacau karena pimpinan sudah bermakna jamak, tetapi masih ditambah dengan para, kata penanda jamak. Pada judul keenam, para pimpinan bisa diganti dengan para pemimpin atau pimpinan.

Sejarah makna pimpinan

Makna kata pimpinan sebagai ‘kumpulan pemimpin’ agak kontroversial. Makna tersebut baru terdapat pada KBBI V (2016). KBBI I sampai dengan IV mendefinisikan pimpinan sebagai ‘hasil memimpin; bimbingan; tuntunan’.

Kamus-kamus bahasa Indonesia lainnya juga tidak memaknai pimpinan sebagai ‘kumpulan pemimpin’. Berikut ini makna kata pimpinan dalam berbagai kamus, bandingkan dengan arti pemimpin.

Kamus Umum Bahasa Indonesia terbitan pertama (Balai Pustaka, 1952) susunan W. J. S. Poerwadarminta memaknai pimpinan sebagai (1) tuntunan; bimbingan; (hal, perbuatan) memimpin; (2) petundjuk; buku petundjuk; misl. 1. mendapat pimpinan jg baik; pimpinan rapat diserahkan kepada wakil ketua; dibawah pimpinan, dipimpin oleh; 2. pimpinan karang-mengarang.

Sementara itu, pemimpin adalah (1) (orang) jg memimpin; penuntun; pembimbing; pengandjur; pemuka; petundjuk djalan; (2) petundjuk; buku petundjuk.

Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (Pustaka Sinar Harapan, 1994) susunan J. S. Badudu-Sutan M. Zain, pimpinan berarti (1) hasil kerja memimpin; pimpinannya sungguh baik krn membawa kemajuan organisasi; (2) yg memimpin; alat untuk mempimpin: pimpinan perusahaan, pimpinan universitas, dsb. Sementara itu, pemimpin adalah (1) (orang) yg memimpin; (2) pemuka (agama, suku, dsb); (3) pedoman, petunjuk: buku pemimpin pekerjaan cetak, mencetak buku pemimpin menggunakan komputer.

Kamus Modern Bahasa Indonesia (Grafica, tanpa tahun—diperkirakan 1950-an) susunan Sutan M. Zain mendefinisikan pimpinan dengan ‘cara memimpin’: baik pimpinannja karena tjaranja memimpin, sedangkan pemimpin adalah ‘orang jang memimpin’ atau ‘buku jang berisi petundjuk2’.

Menurut Kamus Saku Bahasa Indonesia (J. B. Wolters, 1952) susunan Reksosiswojo, ST. Muh. Sa’id, A. Sutan Pamuntjak, pimpinan adalah ‘tuntunan’, sedangkan pemimpin adalah ‘pengantar’, ‘penundjuk djalan’; ‘kepala’.

Adapun menurut Tesamoko: Tesaurus Bahasa Indonesia (Gramedia, 2016) susunan Eko Endarmoko, pimpinan merupakan sinonim dari arahan, bimbingan, didikan.

Jadi, arti pimpinan di dalam semua kamus itu tidak sama dan sebagian berlawanan dengan arti pemimpin. Bahwa dalam kamus J. S. Badudu-Sutan M. Zain terdapat arti pimpinan sebagai ‘yang memimpin’ atau ‘alat untuk memimpin’, seperti dalam pimpinan perusahaan dan pimpinan universitas, makna itu tidak bisa dipakai dalam kalimat “Si A merupakan pimpinan perusahaan B”, tetapi bisa digunakan dalam kalimat “Siapa pimpinan perusahaan ini?” alias “Siapa yang memimpin perusahaan ini?”

Jika arti pimpinan dalam kalimat “Si A merupakan pimpinan perusahaan B” disamakan dengan arti pemimpin, terjadi kekacauan makna karena makna pimpinan dipertukarkan atau disubtitusikan dengan makna pemimpin. Padahal, penggunaan makna pimpinan sebagai ‘yang memimpin’ dalam kalimat, seperti dalam frasa pimpinan perusahaan, sangat terbatas.

Selain itu, masalah ini makin rumit karena makna pimpinan dalam kamus J. S. Badudu-Sutan M. Zain itu tidak cocok dengan makna pimpinan dalam KBBI V yang berarti ‘kumpulan pemimpin’, seperti dalam pimpinan DPR.

Masalah tersebut bisa dibuat sederhana dengan tidak memakai pimpinan dengan makna ‘yang memimpin’ maupun ‘kumpulan pemimpin’. Anda cukup hanya memakai kata pemimpin dalam kalimat “Siapa pemimpin perusahaan ini?” tanpa menimbulkan pertanyaan linguistik dari linguis mana pun.

Jika mau mengatakan pemimpin dalam arti jamak, Anda bisa menggunakan kata penanda jamak, misalnya para pemimpin DPR, para pemimpin perusahaan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR