Tanda hubung dan tanda pisah

Foto ilustrasi tanda hubung dan tanda pisah.
Foto ilustrasi tanda hubung dan tanda pisah.
© Pixabay

Pedoman Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) membedakan antara tanda hubung dan tanda pisah dalam ragam tulisan. Meskipun keduanya tampak mirip karena sama-sama berupa garis horizontal, fungsi dan bentuk mereka berbeda.

Tanda hubung berfungsi untuk menyambung atau merangkai dan lebih pendek daripada tanda pisah yang berfungsi untuk memberi pembatasan.

Tanda hubung (hypen ) digunakan untuk menyambung atau merangkai sembilan hal berikut ini.

  1. Suku-suku kata yang terpenggal oleh pergantian baris.
  2. Unsur-unsur kata ulang, misalnya kupu-kupu dan sayur-mayur.
  3. Huruf kata yang dieja satu-satu, misalnya p-a-n-i-t-i-a.
  4. Bagian-bagian tanggal, misalnya 7-5-2010.
  5. Bentuk terikat se- dengan kata yang dimulai dengan huruf kapital, misalnya se-Indonesia.
  6. Awalan ke- atau akhiran -an dengan angka, misalnya hadiah ke-2 dan tahun 50-an.
  7. Singkatan berhuruf kapital dengan imbuhan atau kata, misalnya mem-PHK-kan dan hari-H.
  8. Unsur bahasa Indonesia dengan bahasa asing, misalnya men-download.
  9. Bagian-bagian kata atau ungkapan yang perlu diperjelas hubungannya, misalnya be-revolusi (agar tak rancu dengan ber-evolusi).

Tanda pisah (dash ) digunakan untuk:

  1. memberi pembatasan bagi kata atau kalimat tambahan yang bersifat menerangkan, dan
  2. memberi makna "sampai ke" atau "sampai dengan" di antara dua bilangan, tanggal, atau tempat.

Contoh penggunaan tanda pisah adalah sebagai berikut.

[1] Kemerdekaan bangsa itu--saya yakin akan tercapai--diperjuangkan oleh bangsa itu sendiri.

[2] Rangkaian temuan ini--evolusi, teori kenisbian, dan kini juga pembelahan atom--telah mengubah persepsi kita tentang alam semesta.

[3] 1910-1945

[4] tanggal 5-10 April 1970

[5] Jakarta-Bandung

Seperti telah disebutkan di awal tulisan, simbol yang digunakan untuk tanda hubung dan tanda pisah berbeda meskipun sepintas tampak sama. Tanda hubung menggunakan simbol (-) yang dapat dihasilkan dengan papan ketik (keyboard) komputer.

Tanda pisah bersimbol (-) en dash atau (--) em dash yang tidak ada tombolnya pada papan ketik. Dua tanda hubung yang dirangkai tanpa spasi (--) dapat digunakan sebagai lambang tanda pisah.

Beberapa aplikasi pengolah kata juga menyediakan fitur insert symbol (sisipkan simbol) atau autocorrect (koreksi otomatis) yang dapat dimanfaatkan untuk membuat tanda pisah. Penting untuk diingat bahwa tidak ada spasi sebelum ataupun sesudah tanda hubung atau tanda pisah.

Pedoman EYD tidak mengatur dengan spesifik jenis tanda pisah mana yang harus dipakai: en dash (-) atau em dash(--). Saya lebih suka menggunakan en dash karena tidak terlalu panjang.

Meskipun kadang bisa juga membedakan penggunaannya: en dash untuk memberi makna "sampai dengan/ke" (di antara bilangan, tanggal, atau tempat); sedangkan em dash untuk memisahkan keterangan. Yang penting, terlihat ada perbedaan antara tanda hubung dan tanda pisah.

Ribet ya? Sebenarnya tidak, kok. Berikut pedoman ringkasnya.

Tanda hubung dibuat dengan simbol minus yang ada pada papan ketik. Tanda pisah lebih panjang dari tanda hubung dan dapat dinyatakan dengan dua tanda hubung. Tanda pisah khusus digunakan untuk menyisipkan keterangan tambahan atau memberi makna "sampai dengan/ke". Untuk keperluan lain, gunakan tanda hubung. Jangan berikan spasi sebelum atau sesudah kedua tanda tersebut.

Cukup mudah bukan?

MUAT LAGI
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.