TERKECOH KATA

Tercoblos: Disengaja atau Tidak?

Ilustrasi: Tercoblos atau dicoblos?.
Ilustrasi: Tercoblos atau dicoblos?. | Aditya Pradana Putra/foc. /ANTARA FOTO

Kegaduhan terbaru menjelang pemilu kali ini adalah surat suara tercoblos di Malaysia. Kedua kubu yang bertarung pun memberikan tanggapan. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf mencurigai bahwa masalah tersebut sengaja dibuat oleh oknum tertentu untuk menyudutkan kubu 01, sedangkan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menuduh bahwa kasus tersebut merupakan kecurangan yang dilakukan untuk mengalahkan kubu 02. Intinya, kedua pihak bereaksi bahwa mereka bukan pelaku kasus itu.

Saya tidak tertarik membahas masalah itu dari segi politik karena sudah terlalu banyak pihak yang menganalisisnya, tentu saja analisis berbau tuduhan dan pembelaan. Yang menarik bagi saya adalah komentar Sandiaga tentang kata tercoblos.

Ia tidak setuju dengan kata tercoblos yang dipakai untuk menggambarkan tercoblosnya surat suarat tersebut. Baginya, surat suara itu sengaja dicoblos, bukan tidak sengaja dicoblos. Jadi, menurutnya, awalan ter- pada tercoblos berarti ‘tidak sengaja’.

"Kalau bisa berkarung-karung, katanya tercoblos, tapi menurut saya dicoblos. Itu sengaja dicoblos. Tindakan ini pasti membangkitkan rasa ketidakpercayaan di masyarakat terhadap proses demokrasi kita,” kata Sandi dalam berita “Surat Suara Tercoblos di Malaysia, Sandiaga: Itu Sengaja Dicoblos” (Detik.com, 12 April 2019).

Benarkah bahwa kata tercoblos berarti ‘tidak sengaja dicoblos’? Mari kita analisis.

Untuk menentukan makna ter- pada kata yang mengandung awalan itu, kita harus melihat kelas kata yang melekat padanya. Coblos berkelas kata kerja. Begitu juga tercoblos. Harimurti Kridalaksana dalam buku Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia (Gramedia, 1989) mencatat lima kata kerja berlawan ter- yang dibentuk dari kata dasar yang berkelas kata kerja.

Pertama, ter- berarti ‘sudah di, perfektif’. Perfektif artinya ‘menandai aspek verba yang menggambarkan perbuatan selesai’ (Kamus Besar Bahasa Indonesa V). Contohnya kata tertulis dalam kalimat Dalam bon itu tertulis “barang yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan lagi”.

Kedua, ter- berarti ‘spontan’. Contohnya kata terkejut dalam kalimat Ia sangat terkejut mendengar berita kematian pamannya.

Ketiga, ter- berarti ‘sanggup, dapat di’. Contohnya kata terangkat dalam kalimat Beban yang berat itu akhirnya terangkat juga.

Keempat, ter- berarti ‘menyatakan kena (menderita). Contohnya kata tertekan dalam kalimat Hidupnya sangat tertekan. Semua perbuatannya selalu disalahkan oleh keluarganya.

Kelima, ter- berarti ‘tidak sengaja’. Contohnya kata terbawa dalam kalimat Katanya, bukumu terbawa olehnya.

Dari lima klasifikasi itu, kata tercoblos bisa tergolong ke dalam kategori pertama dan kelima. Tercoblos (tertusuk) dalam kalimat Bajunya tercoblos paku saat terjatuh di tumpukan kayu bekas artinya ‘tidak sengaja dicoblos/ditusuk’. Sementara itu, tercoblos dalam kalimat Ratusan surat suara tercoblos berarti ‘sudah dicoblos’. Jadi, makna awalan ter- bergantung pada konteks kalimat.

Persoalannya, apakah makna ‘sudah di’ pada awalan ter- menyiratkan makna disengaja atau tidak? Buku Harimurti tidak memberikan keterangan kesengajaan pada makna ‘sudah di’. Namun, pada kasus banyaknya surat suara yang tercoblos di Malaysia, yang konon sebanyak 95 kantong, tentu saja makna ‘sudah di’ pada tercoblos mengandung unsur kesengajaan.

Tidak mungkin ratusan atau ribuan surat suara, misalnya, tidak sengaja dicoblos. Tidak ada situasi yang mengakibatkan banyak surat suara sudah dicoblos tanpa kesengajaan.

Pertanyaannya, mengapa Sandiaga perlu menegaskan bahwa kata tercoblos pada kasus surat suarat di Malaysia berarti ‘sengaja dicoblos’? Padahal, tidak ada orang yang membantah bahwa surat suara itu sengaja dicoblos, dan dalam video yang beredar pun tampak bahwa sejumlah orang mengeluarkan surat suara dari dalam amplop, lalu mencoblosnya dengan sengaja.

Ada dua tafsir atas komentar Sandiaga itu. Pertama, Sandi adalah orang nonpintar karena tidak mengetahui bahwa awalan ter- tidak hanya berarti ‘tidak sengaja’. Kedua, Sandi sudah tahu bahwa tercoblos mengandung arti ‘sengaja dicoblos’, tetapi ia punya maksud lain karena ia seorang politikus.

Perkataan politikus sering kali punya tujuan lain selain arti semantiknya untuk menyerang lawan politiknya. Dengan menegaskan bahwa surat suara yang tercoblos di Malaysia sebagai perbuatan yang sengaja dilakukan oleh pihak tertentu, Sandi mungkin bermaksud menyudutkan pihak tertentu sebagai pencoblos surat suara tersebut.

Jadi, Sandi adalah orang pintar, bukan nonpintar. Komentarnya tersebut adalah bukti ‘kepintarannya’ menyerang lawan politiknya, terlepas dari apakah berkomentar seperti itu elok atau tidak, sementara saat ini pencoblos surat suara itu belum diketahui berasal dari kubu calon presiden yang mana.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR