Kisah mekarnya Titan Arum, si raksasa bau

Sosok Titan Arum, struktur bunga tertinggi di dunia, yang mekar pada 7 Maret 2016 di Kebun Raya Cibodas.
Sosok Titan Arum, struktur bunga tertinggi di dunia, yang mekar pada 7 Maret 2016 di Kebun Raya Cibodas. | Rudyanto

Dua peristiwa alam penting terjadi di Indonesia baru-baru ini. Yang pertama adalah gerhana matahari total pada 9 Maret 2016, dan yang kedua mekarnya bunga Titan Arum (Bunga Bangkai) di Kebun Raya Cibodas pada 7 Maret 2016.

Meski sama-sama penting bagi dunia sains, skala kehebohan dan popularitasnya jauh berbeda. Gerhana matahari total menjadi buah bibir dan mengisi kepala berita berbagai media. Sedangkan Titan Arum mekar dalam senyap, nyaris luput dari perhatian publik dan media massa.

Padahal sebagai keajaiban alam, mekarnya Titan Arum sungguh memesona. Sepinya liputan media terhadap bunga langka ini sesenyap pekerjaan Destri, peneliti Titan Arum di Cibodas.

Titan Arum pertama kali "ditemukan" oleh seorang ahli ilmu alam (naturalis) berkebangsaan Italia Odoardo Beccari pada 1878 di Lembah Anai, Sumatera Barat. Beccari, yang saat itu dalam perjalanan pulang ke Eropa dari Australia, sempat singgah di Sumatera. Ia lalu membawa pulang umbi serta biji tumbuhan Titan Arum ke negaranya.

Titan Arum, kemudian dikenal nama ilmiah Amorphophallus titanum, adalah tumbuhan dengan bunga majemuk terbesar dan tertinggi di dunia. Struktur generatif Titan Arum dapat mencapai tinggi lebih dari 3 meter. Tumbuhan macam apakah Titan Arum ini?

Nama ilmiah Titan Arum, Amorphophallus titanum, jika diterjemahkan bebas berarti "penis raksasa yang bentuknya tidak karuan". Tampaknya sang pemberi nama mendapat inspirasi dari bentuk generatif tumbuhan ini. Tumbuhan ini termasuk ke dalam keluarga Araceae ini, berkerabat dekat dengan talas.

Karena baunya yang khas, bunga ini di Indonesia juga dikenal dengan nama Bunga Bangkai. Bunga ini sering kali tertukar dengan tumbuhan lain yang bunganya juga mengeluarkan bau busuk, yaitu bunga dari genus Rafflesia. Padahal keduanya sangat berbeda, bahkan tidak berkerabat dekat. Rafflesia adalah tumbuhan parasit sejati.

Secara alamiah Titan Arum berbiak dengan biji, walaupun ada pula yang tumbuh dari umbinya, seperti yang terdapat di berbagai kebun raya dan di taman-taman pribadi di seluruh dunia. Titan Arum pertama yang berhasil mekar di Eropa berasal dari biji. Pada saat Beccari pulang ke Eropa, ia juga membawa umbi serta biji Titan Arum. Tapi umbinya yang dikirimkan ke Florence di Italia ternyata busuk.

Nasib sial tersebut tidak dialami oleh beberapa biji-biji Titan Arum. Satu semaian dari biji tersebut yang dikirim ke Royal Botanic Garden di Kew, Inggris, justru tumbuh sehat dan menghasilkan bunga yang mekar untuk pertama kalinya di Eropa pada 1889.

Yang juga luar biasa dari Titan Arum ini adalah siklus hidupnya. Titan Arum memiliki tiga fase kehidupan dan bentuknya berbeda-beda. Fase pertama yang dikenal dengan nama fase vegetatif atau fase di mana Titan Arum berdaun, diawali dengan biji yang tumbuh menjadi pohon seperti umumnya pohon dengan daun-daun.

Daun-daun tadi mengumpulkan energi dari matahari melalui proses fotosintesa dan hasilnya disimpan dalam umbi yang ada di dalam tanah. Setelah 12 hingga 18 bulan dan energi di dalam umbi cukup, badan dari Titan Arum fase vegetatif ini akan membusuk dan lenyap, hanya menyisakan umbi di dalam tanah. Titan Arum memasuki fase kedua yaitu fase dorman. Setelah fase dorman selesai, umbi akan mengeluarkan bakal bunga yang kemudian tumbuh menjadi bunga raksasa. Inilah fase ketiga dari Titan Arum, fase generatif.

Destri berdiri di samping Titan Arum setinggi 3,73 meter yang mekar di Kebun Raya Cibodas pada 7 Maret 2016.
Destri berdiri di samping Titan Arum setinggi 3,73 meter yang mekar di Kebun Raya Cibodas pada 7 Maret 2016. | Rudyanto

Sesungguhnya bunga Titan Arum yang tampak menjulang tersebut, bukanlah satu bunga, melainkan struktur yang di dalamnya terdapat bunga majemuk terdiri dari ribuan bunga-bunga kecil yang menempel pada bagian mirip tiang yang dinamai spadix dan diselubungi oleh struktur seperti kelopak bunga yang disebut spathe.

Pada saat struktur bunga ini "mekar", bau bangkai langsung menguar. Hal ini terjadi karena bunga sedang mencoba untuk menarik perhatian para serangga penggemar bangkai. Serangga yang datang diharapkan membawa serbuk sari dari tumbuhan Titan Arum lain.

Lantas bagaimana dengan serbuk sari Titan Arum yang baru saja mekar tadi? Ternyata walaupun Titan Arum memiliki bunga jantan dan betina pada satu struktur, tetapi bunga jantan belum melepas serbuk sarinya pada saat bunga betina siap menerima serbuk sari. Akibatnya, bunga Titan Arum satu sangat bergantung akan keberadaan Titan Arum lainnya yang sudah menghasilkan serbuk sari untuk penyebukan selain tergantung juga pada hewan penyerbuknya.

Meski memiliki struktur bunga tertinggi, umur Titan Arum pendek saja. Struktur agung tersebut dapat dinikmati keindahannya hanya dalam beberapa hari. Setelah itu struktur tersebut akan kolaps dan semua menjadi berantakan dalam waktu satu minggu. Yang tersisa dari struktur agung tersebut hanyalah tongkol di mana bunga-bunga majemuk menempel.

Jika penyerbukan pada saat struktur masih lengkap berhasil, maka antara 9 bulan hingga setahun akan dihasilkan buah berbiji dua yang menempel pada tongkol. Buah ini akan dimakan burung dan bijinya akan tersebar di seantero hutan pada saat burung mengeluarkan kotoran.

Sungguh rumit prosesnya walaupun prinsipnya sederhana saja. Destri, peneliti Titan Arum di Kebun Raya Cibodas, dan Dian Latifah, peneliti Titan Arum dari Kebun Raya Bogor, menjelaskan bahwa saat bunga raksasa itu mekar pada 7 Maret, mereka mengumpulkan serbuk sarinya.

Destri berharap, serbuk sari yang dikumpulkannya dapat digunakan untuk menyerbuki Titan Arum yang akan mekar berikutnya. Walaupun tampak mudah, pekerjaan yang dilakukan oleh dua peneliti tersebut membutuhkan kesabaran sangat besar, terutama kesabaran untuk menunggu.

Dari mulai biji hingga nantinya (mudah-mudahan) bisa diperoleh tumbuhan Titan Arum yang dapat berbunga, diperlukan waktu lebih dari 10 tahun. Bunga yang mekar pada tanggal 7 Maret itu, misalnya, telah dirawat selama belasan tahun. Tumbuhan ini dibawa oleh Dian Latifah dari Bukit Sungai Talang, Dusun Sungai Manau, di Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Sebagai catatan tambahan, struktur bunga Titan Arum yang mekar pada 7 Maret 2016 ini dilaporkan memiliki tinggi 3,73 meter. Berarti ia memecahkan rekor dunia 3,1 meter untuk tinggi bunga yang tercatat di Guinness World Records. Rekor itu milik bunga Titan Arum atas nama Louis Ricciardiello dari Amerika Serikat, dipamerkan di Winnipesaukee Orchids, Gilford, New Hampshire.

Tampaknya sudah waktunya predikat bunga tertinggi di dunia ini kembali ke Indonesia. Karena, sejatinya Titan Arum yang merupakan tumbuhan dilindungi undang-undang ini, di alam hanya tumbuh di bagian barat Pulau Sumatera.

BACA JUGA