Galaxy A6+ meleburkan batas seri A dan J

76
Galaxy A6+
RATING
  • DESAIN 80
  • DISPLAI 90
  • FITUR 75
  • KINERJA 65
  • MULTIMEDIA 70
  • KAMERA 70
  • BATERAI 85
  • HARGA 70
Samsung Galaxy A6+
Samsung Galaxy A6+ | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Samsung tampaknya semakin bingung memposisikan tiap lini produknya. Lini atas memang masih aman dengan seri S dan Note—mungkin juga seri A dengan A8-nya. Kemudian, di lini tengah atas ada seri A dan seterusnya ke bawah ada seri J yang merakyat. Namun, beberapa bulan yang lalu Samsung seakan “merendahkan” lini tengah atas mereka dengan merilis seri A6.

Selama ini seri A dikenal dengan ponsel kelas menengah berbekal fitur-fitur juga desain kelas atas. Galaxy A datang dengan campuran kekhasan A dan J. Fitur dan harganya juga sebanding dengan ponsel-ponsel di seri J.

Galaxy A tidak datang sendirian karena keberadaan "kakaknya" yang lebih besar yaitu Galaxy A6+ yang dirilis bersamaan.

Baik A6 dan A6+ tersedia dalam pilihan tiga warna yaitu hitam, emas, dan biru, dengan banderol harga Rp3 jutaan untuk A6 dan Rp4 jutaan untuk A6+.

Meja redaksi Beritagar.id kedatangan seri A6 dalam balutan warna emas.

Berikut impresi saya setelah menggunakan ponsel pintar Android ini selama kurang lebih tiga minggu.

Spesifikasi Galaxy A6+:

  • GSM/HSPA/LTE
  • Dual SIM
  • Layar 6 inci (18,5:9) Full HD+ 2.220 X 1.080 piksel Super AMOLED
  • Samsung Experience 9.0 (Android 8.0 Oreo)
  • Prosesor Snapdragon 450 delapan inti 1,8GHz
  • RAM 4GB ROM 32GB (kartu memori slot terdedikasi)
  • Kamera belakang 16MP (f/1,7, AF) & 5MP (f/1,9) LED flash
  • Kamera depan 24MP, f/1,9 (LED flash)
  • Sensor sidik jari, microUSB
  • Baterai 3.500 mAh
Isi paket penjualan Samsung Galaxy A6+
Isi paket penjualan Samsung Galaxy A6+ | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Bodi bukan kaca melainkan metal

Saat dibuka dari kotaknya dan ponsel saya genggam, langsung terasa sebuah ponsel yang kualitas pembuatannya baik. Ponsel unibodi ini terasa kokoh dan jauh dari kesan murah. Namun, membaca seri A yang tertulis di dus dan bodi metal—bukan kaca yang menjadi khas seri A—membuat saya memicingkan mata mengapa Samsung tidak menamakannya di bawah kelompok seri J saja.

Selain dimensi jumbo akibat layar besar, bobotnya juga cukup berat mencapai 186 gram.

Setelah mengamati lebih lanjut, bahasa desain A6+ ini memang mengikuti seri A yang lain, alias mirip-mirip bahasa desain ponsel seri S.

Bagian depan dan belakang Samsung Galaxy A6+
Bagian depan dan belakang Samsung Galaxy A6+ | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Bagian muka dipenuhi dengan layar 6 inci yang memakan area hingga 75,3 persen, sehingga terlihat polos tanpa tombol dan jenama Samsung.

Bingkai bagian atasnya terdapat kamera depan, sensor proximity dan cahaya, earpiece, dan lampu kilat LED.

Pada bagian belakang bodi baru terlihat jenama Samsung yang tergrafir dan menggunakan motif mengilap. Terpasang pula kamera dual sensor sidik jari di bawahnya dan lampu LED di sebelahnya. Area ini yang mengingatkan saya akan ponsel seri J khususnya J5 Pro.

Sisi kiri dan kanan Samsung Galaxy A6+
Sisi kiri dan kanan Samsung Galaxy A6+ | Yoseph Edwin
Sisi atas dan bawah Samsung Galaxy A6+
Sisi atas dan bawah Samsung Galaxy A6+ | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Kemudian, pada sisi kiri terisi speaker dan tombol volume, slot kartu memori dan kartu SIM. Sisi kanan hanya ada tombol daya. Naik ke sisi atas polos tidak ada apa-apa, sedangkan di sisi bawah terdapat lubang headset 3,5mm, mic, dan lubang microUSB untuk pengisian daya sekaligus koneksi komputer.

Antarmuka seragam

Samsung merupakan vendor yang tidak begitu suka membeda-bedakan perangkat lunak produk ponselnya. Ya, harus diakui sejumlah fitur yang ditemui di lini kelas atas hilang di sini, tapi tampilannya seragam. Hal ini karena A6+ berjalan di antarmuka baru Samsung experience versi 9.0 berbasis Android Oreo 8.0.

Antarmuka Samsung Galaxy A6+
Antarmuka Samsung Galaxy A6+ | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Fitur yang membuatnya dapat berkamuflase layaknya seri S adalah Always on Display (AoD). Dimensi dan ukuran layarnya mirip Galaxy S9+, ditambah tampilan AoD, ketika ditaruh di meja sekilas bisa saja terkecoh melihat A6+.

Namun, jangan harap pilihan tampilan AoD ini akan sebanyak yang ada di seri S dan Note, tapi sudah ada saja sudah patut disyukuri.

Fitur-fitur khas Samsung lainnya juga hadir pada ponsel ini, seperti Game tools, toko tema, Secure folder, dan laman Bixby yang berada di sisi paling kiri homescreen.

Performa mantap asal tanpa gim berat

Janganlah berbicara spesifikasi jika menyangkut ponsel kelas menengah ke bawah dari Samsung. Hal ini dapat dipastikan karena spesifikasinya di bawah ponsel kompetitor yang setara harganya. Pihak Samsung sendiri mengatakan bahwa mereka menjual pengalaman bukan sekadar angka di atas kertas.

Untuk pasar Indonesia, Galaxy A6+ dibekali prosesor Snapdragon 450, RAM 4GB, dan memori internal 32GB. Performanya dapat diterima dan dapat menyajikan fitur-fitur yang ada dengan cukup mulus.

Namun, lain cerita ketika saya mencoba memainkan gim berat seperti Tekken. Langsung terasa penurunan performa dengan munculnya sendatan-sendatan yang terkadang mengganggu jalannya permainan. Kondisi itu tak terjadi untuk gim ringan apalagi grafisnya rendah.

Hal yang membuat saya dapat memaklumi performanya yang terbilang lumayan itu adalah layarnya. Dengan panel Super AMOLED di layar besar, sungguh memanjakan mata ketika memandangnya. Memang tidak setinggi ponsel kelas atas Samsung, resolusi layar Galaxy A6+ yang Full HD+ sudah cukup memuaskan pengalaman visual. Di bawah sinaran matahari layar juga mampu berikan tampilan yang cukup jelas.

Berikut beberapa hasil pengujian menggunakan aplikasi benchmark:

  • AnTuTu Benchmark: 69803
  • Geekbench 4: 757 (single-core) 3978 (multi-score)
  • 3D Mark Sling Shot Extreme : 437 (Open GL ES 3.1) 395 (Vulkan)
  • PC Mark: 4489 (Work 2.0)
Hasil skor benchmark Samsung Galaxy A6+
Hasil skor benchmark Samsung Galaxy A6+ | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Kamera dual ala kelas atas

Galaxy A6+ dibekali dua kamera di bagian belakang. Satu beresolusi 16MP dan satu lagi 5MP untuk fungsi kedalaman gambar atau untuk pengaplikasian fitur bokeh. Antarmuka kameranya senada dengan ponsel Samsung baru lain atau juga mirip ponsel seri S atau Note. Contoh paling nyatanya adalah kehadiran mode Live focus. Sebuah fitur yang menjadi sorotan karena mampu membuat foto berefek bokeh dan tingkat keburamannya dapat diatur bahkan setelah foto diambil.

Bicara hasil, foto bokeh terlihat rapi, kamera mampu membedakan sampai mana mereka harus memburamkan area, tetapi jika bicara kualitas hasil foto, kamera A6+ ini tergolong biasa saja. Hasil terlihat agak pucat meski tajam.

Mode Live focus Samsung Galaxy A6+
Mode Live focus Samsung Galaxy A6+ | Yoseph Edwin /Beritagar.id
Hasil kamera belakang Samsung Galaxy A6+ mode auto
Hasil kamera belakang Samsung Galaxy A6+ mode auto | Yoseph Edwin /Beritagar.id
Hasil kamera belakang Samsung Galaxy A6+ mode auto
Hasil kamera belakang Samsung Galaxy A6+ mode auto | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Kemudian, jika bicara pengambilan foto di malam hari atau yang kurang cahaya, sensor terlihat menggunakan kekuatan terbaiknya. Hasil terlihat terang, hanya saja pastikan tangan tidak bergerak karena hasil foto rentan blur. Hal ini karena ketiadaan modul penstabil optik (OIS).

Hasil kamera Samsung Galaxy A6+ di lingkungan cahaya redup
Hasil kamera Samsung Galaxy A6+ di lingkungan cahaya redup | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Untuk hasil swafoto, berbekal kamera resolusi 24MP dapat diperkirakan bahwa hasilnya akan tajam. Hasil terlihat maksimal jika pemotretan berada di lingkungan cahaya cukup. Meski hanya satu kamera, tetap ada mode bokeh, hanya saja tidak bisa diatur tingkat keburamannya setelah foto diambil. Untuk kualitas rekaman video hanya mentok di resolusi Full HD saja.

Hasil kamera depan Samsung Galaxy A6+ mode Selfie focus
Hasil kamera depan Samsung Galaxy A6+ mode Selfie focus | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Baterai hemat berkat spesifikasi hemat pula

Dengan spesifikasi cip Snapdragon 450 yang tidak terlalu bertenaga, maka menghasilkan sedotan daya yang lebih kecil ketimbang cip kelas atas seperti seri 800an. Oleh karena itu, baterai berkapasitas 3.500mAh mampu menghidupi ponsel hingga satu setengah bahkan dua hari dalam kondisi terisi dua kartu SIM internet aktif dan penggunaan cukup intens.

Sayangnya, tidak ada fitur pengisian daya cepat di Galaxy A6+, sehingga pastikan Anda menyisakan cukup waktu berkisar dua jam lebih untuk mengisi penuh baterai.

Konektivitas khas kelas menengah

Galaxy A6+ dibekali konektivitas standar saat ini seperti WiFi, Bluetooth, GPS, dukungan jaringan 4G LTE berikut VoLTE. Namun, jangan berharap ada NFC, pengisian nirkabel. Tipe konektor juga masih microUSB bukan USB Tipe-C. Memang, di satu sisi bagus karena sekarang ini tidak sulit untuk mencari kabel microUSB jika kabel bawaan hilang atau tertinggal. Di sisi lain berarti ponsel ini kurang anti-masa depan karena jelas nantinya USB Tipe-C akan mulai menggantikan keberadaan microUSB yang mampu berikan kenyamanan antarmuka—kabel yang dapat dicolok bolak-balik—juga peluang untuk ditanamkan pengisian dan transfer data yang lebih cepat.

Kesimpulan

Galaxy A6+ menjadi tanda bahwa Samsung semakin mengaburkan pembagian kelas produk ponsel pintarnya. Seri ini menjadi pertemuan seri A dengan seri J, juga terjadi peleburan karakteristik.

Ponsel ini menyajikan fungsionalitas terdepan dengan sedikit lebih bergaya ketimbang seri J. Sebut saja layar Super AMOLED dan baterai tahan lama, dua butir yang membuat orang terpana dan nyaman saat menggunakannya. Ditambah kamera dual yang mampu menyajikan foto bokeh.

Ketiadaan beberapa fitur ponsel kelas atas jadi tertutup karena terlihat Samsung memang menyasarkan seri A6 dan A6+ ke segmen yang lebih pemula. Namun, jangan bicara harga jual dan membandingkannya dengan kompetitor. Jelas jika demikian Galaxy A6+ akan terhempas. Spesifikasi yang sama atau setara dapat ditemukan di produk kompetitor yang selisih harganya mencapai dua juta, ASUS Zenfone Max Pro M1 misalnya yang dibanderol dengan harga dua jutaan saja.

Selain membeli gengsi, Anda juga akan mendapatkan pengalaman yang matang dari perangkat lunak yang disandangnya.

Kelebihan

  • Layar Super AMOLED
  • Baterai tahan lama
  • Konstruksi bodi kokoh

Kekurangan

  • Performa pas saja
  • Kamera dual dengan kualitas biasa saja
BACA JUGA